CAPPUCINO NYA AISYAH

CAPPUCINO NYA AISYAH
(Bab 1) Pertemuan singkat


__ADS_3

pagi membangun kan tidur ku,


"Aisyah!" teriak bunda memanggil ku tepat jam 04:00


"Aisyah datang bunda!" sahut ku dari kamar


aku bergegas mandi dan sholat subuh, setelah selesai sarapan aku langsung berangkat untuk bekerja. Dalam hal pekerjaan aku tidak setertib matahari yang selalu terbit tepat pada waktunya, tapi dalam hal kegiatan aku harus selalu siap untuk itu. Dalam perjalanan tanpa sengaja ketika aku hendak masuk ke Fashion aku menabrak laki-laki yang saat itu sedang main handphone di genggaman nya,


"astaghfirullah!" ucap ku menabrak nya karena terburu-buru


"Afwan Ukhty" lanjut nya sambil menggunakan kode maaf


"iya la ba'sa akhy " jawab ku sambil pergi meninggalkan nya


dan tanpa ku sadari bahwa gelang kecil ku jatuh saat itu. Setelah aku masuk ke toko fashion syar'i, di mana tempat ku bekerja, aku memulai kegiatan ku mencari nafkah, aku belum bisa mewujudkan impian ku untuk membuat toko fashion sendiri, tapi paling tidak aku sudah bisa menjadi disainer fashion untuk orang lain. Selepas jam kerja ku habis, aku langsung bergegas untuk pulang, saat itu menunjukkan pukul 13:02 karena aku tadi belum sempat sholat Ashar, maka saat itu aku putuskan untuk mampir ke masjid terdekat, meletakkan motor ku di parkiran masjid dan berwudhu, saat aku hendak masuk masjid, tiba-tiba,


"Ukhty!" suara memanggil ku dari belakang ku


saat ku lihat ternyata laki-laki yang tadi pagi menabrak ku sekarang ada di depan ku,

__ADS_1


"saya ingin mengembalikan gelang ukhty, maaf saya tadi hendak memulangkan nya, tapi Ukhty sudah pergi" ucap nya sambil memberikan gelang kesayangan ku,


"Syukron akhy" jawab ku singkat


aku langsung masuk ke dalam masjid dan meninggalkan nya, aku tidak terbiasa berbicara lama-lama dengan yang bukan mahram ku, jadi ada sedikit kata gugup saat aku harus menjawab setiap pertanyaan nya. Saat aku sudah selesai sholat aku bergegas pulang, pekerjaan ku sedikit padat karena aku juga bekerja sebagai guru mengaji, yang harus tepat waktu untuk menghadapi murid-murid nya, ternyata laki-laki itu masih ada di teras masjid sambil membaca Al-Qur'an dan duduk dengan sopan nya dia berhasil menarik perhatian ku, aku berdiri diam tepat di samping nya menyaksikan dia melantunkan surah Al-kahfi, hatiku berucap "ma syaa Allah" tapi aku sembunyikan itu, betapa merdunya lantunan Qur'an nya membuat ku langsung terpana, lalu dia hentikan bacaan nya dan menatap ku,


"saya Fahri ukhty" ucap nya tiba-tiba sambil berdiri menghadap ku


"saya Aisyah akhy" lanjut ku sambil tertunduk malu


"boleh saya tau rumah mu?" tanya nya sambil menatap mataku


"melamar mu" jawab nya membuat ku semakin kagum


aku langsung maju beberapa langkah karena malu,


"jika di izinkan aku akan segera meminang mu" teriak nya dari belakang ku


aku langsung bergegas pergi dan pulang dalam perjalanan aku memikirkan tentang nya lagi, dia yang menabrak ku, dan dia yang berani untuk datang ke rumah ku dengan niat melamar ku, aku sedikit bingung, tapi juga kagum, dalam hati berucap "apakah dia takdir ku" aku Bingung sekaligus bahagia saat itu. Setelah sampai di rumah bunda sudah menunggu ku,

__ADS_1


"kok telat pulang nya?, tadi kan bilang nya jam setengah satu?" tanya bunda sambil mengulurkan tangannya dan ku cium


"maaf bunda tadi banyak yang pesan disain baru, terus tadi Aisyah sholat Dzuhur sekalian di masjid, mampir sekalian jalan pulang" jawab ku pada bunda


setelah aku masuk kamar, aku beres" menempelkan disain terbaru ku di papan kecil kamar ku sambil bergumam, "kapan ya bisa punya toko fashion sendiri", rasanya sedikit lelah kerja seharian, tiba-tiba dering handphone ku berbunyi,


"assalamualaikum" ucap seseorang dalam handphone ku yang aku tidak kenal nomor nya


"wa'alaikumussalam maaf ini siapa ya?" tanya ku bingung


"seseorang yang mengagumi mu" lanjut nya


"hehehe, kalo boleh tau siapa?" tanya ku lagi


"nanti kamu akan tahu sendiri" jawab nya dengan nada serius


aku langsung menutup telfonnya, tanpa basa basi, aku baru sadar bahwa suara yang di handphone mirip sekali dengan suara laki-laki yang tadi menabrak ku dan mengembalikan gelang kecil ku, aku langsung bicara sendiri seolah olah kaget dan heran "dari mana dia tau nomor telepon ku" aku senyum-senyum sendiri seperti terlihat sangat bahagia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2