CAPPUCINO NYA AISYAH

CAPPUCINO NYA AISYAH
(Bab 6) Mengenal bunda ku


__ADS_3

Setelah selesai telfon dengan ayah, aku pun lanjut membantu bunda memasak, sambil bertanya tanya pada bunda tentang ayah, aku pun sedikit membahas masalah pekerjaan ku tadi, saat itu pun handphone ku berdering kembali, dan ternyata itu telfon dari Fatimah,


"assalamualaikum Syah" ucap nya pada ku


"wa'alaikumussalam Fat, ada apa?" tanya ku padanya


"hari ini aku tidak tidur di rumah mu ya, soalnya di minta tante ku buat nginap di rumah nya, besok pagi-pagi aku pulang ke rumah mu" lanjut nya sambil menutup telfonnya


itulah Fatimah, Fatimah yang susah di tebak, padahal tadinya aku ingin memperkenalkan dia pada sosok yang aku kagumi saat ini, tapi mungkin ini bukan saatnya. Akhirnya setelah selesai membantu bunda memasak dan membereskan semua nya, kita pun makan malam berdua, saat aku hendak mengambil air putih di dapur, tiba-tiba ada suara seseorang mengetuk pintu rumah ku, bunda meminta ku untuk membuka nya, aku pun langsung keluar untuk dan membukakan pintu, dan ternyata akhy Fahri yang ada dihadapan ku saat ini,


"assalamualaikum Aisyah" ucap nya sambil tersenyum kecil dan membawa kan es cappucino untuk ku


"wa'alaikumussalam!, akhy benar-benar ke mari?" seru ku dengan nada terkejut


"kamu fikir saya bercanda?" jawab nya dengan nada serius dan tersenyum kecil


aku terdiam sejenak lalu meminta akhy Fahri untuk masuk, namun dia menolak dan memilih untuk duduk di luar saja, akhirnya bunda pun menghampiri ku sambil terkejut karena melihat akhy Fahri,


"ehh ada tamu laki-laki ternyata" ucap bunda sambil tersenyum ke arah akhy Fahri


"iya bunda" lanjut akhy Fahri sambil mencium tangan bunda


aku pun di minta bunda untuk membuat kan minuman, bunda duduk di teras dan memulai pembicaraan nya dengan akhy Fahri,

__ADS_1


"namanya siapa nak?" tanya bunda pada akhy Fahri


"Fahri bun" jawab akhy fahri


"sudah lama kenal dengan Aisyah?" tanya bunda lagi


"baru beberapa hari kemarin bun" lanjut akhy Fahri lagi


"bunda suka liat anak laki-laki yang sopan seperti ini" ucap bunda lagi


"saya juga suka bisa ketemu bunda nya Aisyah" jawab akhy fahri


"hahaha anak baik" sahut bunda sambil tertawa


"sering-sering ke sini ya" ucap bunda lagi


"siap bunda laksanakan" sahut akhy fahri tertawa kecil


aku pun menghampiri mereka sambil membawa dua gelas kecil teh hangat, melihat bunda dan akhy Fahri tertawa dan bercerita sangat menyenangkan, begitu indahnya pertemuan bunda dan akhy Fahri, sama indahnya saat pertama kali aku mengenal akhy Fahri, bahkan keseriusan nya untuk menemui bunda tidak main-main, kehadiran nya yang membuat aku sendiri yakin bahwa laki-laki seperti nya layak untuk ku perjuangkan, setelah selesai berbincang dengan akhy Fahri dan bunda, akhirnya pun akhy Fahri izin pamit pulang


"bunda, Aisyah, saya izin pamit dulu, karena ini juga sudah malam" ucap akhy Fahri sambil melihat ke jam tangan nya


"bunda masih ingin sekali bercerita dengan mu nak" lanjut bunda

__ADS_1


"lain waktu saya ke mari lagi bun, saya juga kecanduan bercanda sama bunda" sahut akhy Fahri lagi


bunda tersenyum, akhy Fahri pun kembali mencium tangan bunda, sebenarnya aku kecewa sekali, karena aku fikir akhy Fahri mau berbicara soal keseriusan nya meminang ku seperti yang sebelumnya ia ucapkan, tapi ternyata dia hanya berkunjung untuk mengenal bunda ku, saat bunda sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah, akhy Fahri yang sudah beberapa langkah berjalan menuju motor nya, kembali lagi menghampiri ku yang sedang menunggu nya untuk pulang


"aku besok ke sini lagi" ucapnya pelan sambil tersenyum


aku hanya terdiam dingin sambil menatap nya,


"Jagan berfikir aku berbohong, aku belum bisa menemui kedua orang tua mu, aku hanya baru saja menemui salah satu orang tua mu, jadi aku harus bersabar agar bisa di restui oleh ayah mu juga" lanjut akhy Fahri sambil menatap ku begitu dalam


aku tak berkata-kata, aku hanya diam dan semakin kagum padanya, hanya saja aku tidak menunjukkan wajah bahagia ku padanya, saat dia melangkah menuju arah motornya aku sengaja memanggilnya lagi


"akhy Fahri" ucap ku pelan sambil menunjukkan raut wajah sedih ku


"iya Aisyah" sahut nya sambil berbalik badan ke arah ku


"hehehe, lanjut lanjut aku cuma manggil aja akhy" jawab ku sambil tertawa kecil


"ya ampun nih anak!" seru nya dengan wajah sedikit kesal


aku tertawa sambil masuk ke dalam rumah dan menjawab salam akhy Fahri yang mulai menjauh dari rumah ku, sekarang kehidupan ku terasa semakin berwarna dengan kehadiran nya, aku begitu bahagia dengan adanya makhluk Allah yang satu ini, berharap agar Allah benar-benar menghadiahkan nya untuk diriku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2