CAPPUCINO NYA AISYAH

CAPPUCINO NYA AISYAH
(Bab 8) Perasaan yang tersembunyi 2


__ADS_3

Aku pun duduk bersama bunda di ruang tamu, kamu tau?, saat itu aku terdiam sambil melamun, saat tersadar aku pun berdzikir kepada Allah "astaghfirullah ya Allah, astaghfirullah, sadar syah" ucap ku menyadarkan diri ku sendiri yang memikirkan kepergian Fatimah dan akhy Fahri, tak lama kemudian suara pintu ku pun berbunyi, aku langsung berlari untuk membuka nya, karena aku tau itu pasti kak Galang, dan memang benar itu Kak Galang


"assalamualaikum putri nya ayah, salam kenal" ucap nya sambil menundukkan kepalanya


"wa'alaikumussalam, apaan sih Kak Galang" sahut ku sambil meminta nya masuk


aku ingin ini menjadi kejutan untuk bunda, karena selama ini bunda dan ayah telah kehilangan sosok paling luar biasa dalam kehidupan kita, seseorang yang rela mengorbankan ginjal nya untuk keselamatan ku, bahkan hal itu masih sangat melekat di raga ku sampai saat ini. Setelah bunda bisa melihat kak Galang kembali bunda pun meneteskan air mata nya sambil memeluk kak Galang, betapa bahagia nya bunda saat itu, sampai aku pun ikut menangis melihat bunda menjatuhkan air mata bahagia nya


"benar kah ini nak Galang, ya Allah sudah lama kita tak bertemu nak, bagaimana kabar mu?" ucap bunda terus menerus bertanya pada kak Galang dengan nada bahagia


"baik bun, Alhamdulillah Gilang baik, bagaimana dengan bunda? Gilang rindu sekali dengan bunda" jawab kak Gilang sembari menciumi tangan bunda dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"Alhamdulillah kami di sini juga sangat baik nak, bunda juga rindu nak Gilang, sudah lama sekali tak melihat nak Gilang lagi, bahkan Aisyah tidak memberi tau bunda kalau nak Gilang hendak kemarin" lanjut bunda masih dengan tetesan air mata


"sengaja bunda biar jadi kejutan buat bunda!"


ujar ku sambil memotong pembicaraan bunda


ku tutupi air mata ku, melihat bunda sangat bahagia dengan kehadiran kak Galang, sekarang kita mengerti apa itu arti cinta sejati, bunda itu sosok ibu yang sangat-sangat mencintai siapa pun yang rela melakukan apa saja demi anak nya, contohnya kak Galang yang rela mengorbankan sesuatu yang sangat berharga dalam jiwa nya. Setelah berbincang banyak dengan bunda, akhirnya kak Gilang. menyampaikan sesuatu yang tak terduga pada ku dan juga bunda, keseriusan yang aku tak mengerti, kak Gilang pun duduk di bawah kaki bunda, yang saat itu bunda sedang duduk di sofa, kak Gilang terlihat sangat serius dan menatap mata bunda


"bismillahirrahmanirrahim...bunda, sebenarnya Gilang hendak menyampaikan sesuatu yang mungkin sebenarnya sudah Gilang pendam sejak dahulu, ini juga termasuk alasan Gilang mendonorkan salah satu ginjal Gilang untuk Aisyah, bunda izin kan Gilang untuk menjaga Aisyah dunia akhirat, izin kan Gilang menjadi imam Aisyah dunia akhirat, izin kan Gilang menjadikan bunda dan ayah sebagai mertua Gilang sekaligus kakek nenek dari anak-anak Gilang kelak, bunda... izin kan Gilang untuk menghalalkan putri bunda" ucap kak Gilang pada bunda dengan mata berkaca-kaca


"bunda tidak bisa menjawab cepat akan hal ini nak Gilang, bunda fikir kamu dan Aisyah seperti kakak adik kandung, bunda fikir kalian sudah seperti saudara, tapi jika ini kehendak Allah maka biar Aisyah yang menjawab nya nak, karena semua keputusan ada di Aisyah, bunda tidak bisa memaksakan apa yang seharusnya tidak bunda paksakan" jawab bunda pada kak Galang

__ADS_1


kak Galang terdiam sejenak, mengalihkan pandangannya kepada ku, aku hanya terdiam kehabisan kata-kata dengan pesan kak Gilang pada bunda


"Aisyah... bersediakah engkau menjadi istri ku?"


aku terdiam menundukkan pandangan ku, rasa bahagia dan gelisah tiba-tiba masuk dalam diriku, tidak mungkin aku paksakan hati ku yang jelas-jelas baru saja mencintai laki-laki lain, aku bertanya-tanya pada diri ku sendiri "kenapa baru sekarang kak, Kenapa tidak dari dulu saat aku belum mencintai akhy Fahri" teriak ku dalam hati, tanpa berkata pada kak Galang, aku pun menggeleng kan kepala ku seolah berkata aku tidak bisa menerima nya, kak Galang pun langsung faham akan maksud ku, akhirnya kak Galang pun meneteskan air mata nya, aku dan bunda pun menjatuhkan air mata, ini adalah kejadian yang sulit aku lupakan sampai detik ini, di mana hati nya mempunyai rasa cinta yang sudah lama namun baru di ungkapkan saat diri ku sudah mencintai makhluk Allah yang lainnya, aku tau betapa hancurnya perasaan kak Galang, aku merasakan itu, mungkin jika ayah tau, ayah akan memarahi ku karena hal ini, karena ayah sangat-sangat menyayangi kak Galang, apalagi sekarang kak Galang adalah ustadz terkenal, pemimpin yang sangat di idamkan para wanita muslimah. Tapi bagaimana lagi cinta bukan hal yang bisa untuk di paksakan, keseriusan kak Galang adalah perjuangan awal nya untuk bisa mendapatkan ku, sampai akhirnya dia meluruskan keinginan nya pada ku dan bunda


"aku mengerti Syah, aku terlambat menyampaikan perasaan ku padamu, aku selama ini menghindar dari mu untuk memperbaiki diri ku agar bisa bersanding denganmu, tapi ternyata aku terlambat, seorang wanita kecil yang sangat aku dambakan kini sudah mencintai insan lainnya, maka dari itu izinkan aku untuk tetap berjuang sampai Allah katakan bahwa engkau bukan jodoh ku" lanjut kak Galang padaku, dan di saksikan langsung oleh bunda


"dengan izin Allah kak, maafkan aku kak, tapi aku sudah menganggap kak Galang seperti kakak kandung ku sendiri, ayah dan bunda pun tau, aku tidak bisa menerima ini kak, aku sudah jatuh hati pada laki-laki yang beberapa pekan ini aku temui, kak...Jagan pernah patah dengan kata-kata ku, Allah tau bagaimana aku berusaha untuk tidak menyakiti perasaan kak Galang, Walaupun pada akhirnya itu terjadi kak"


jawab ku sambil tersenyum pada kak Galang.

__ADS_1


Sakit, iya sangat sakit, tapi ini kenyataan yang harus di terima, bukan mudah bagiku untuk mencintai, aku pun butuh waktu untuk melupakan, jadi aku berharap kak Galang mengerti maksud ku, dan arti dari jawaban ku.


Bersambung...


__ADS_2