CAPPUCINO NYA AISYAH

CAPPUCINO NYA AISYAH
(Bab 4) Kembalinya masa lalu ku


__ADS_3

Setelah aku dan Fatimah selesai sholat isya, kami pun langsung tertidur, aku terlalu lelah hari ini, mungkin Fatimah juga merasakan hal yang sama dengan ku. Saat pagi tiba aku dan Fatimah bergegas untuk mandi, setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan ku dan bunda, Fatimah langsung berangkat untuk kuliah, tanpa sarapan dia sangat terburu buru,


"Fat! kamu tidak sarapan dulu?" tanya ku sambil menarik tangan nya


"tidak Syah, aku buru buru, duluan ya Syah, bunda, assalamualaikum" ucap nya sambil berjalan keluar rumah


Fatimah selalu sibuk, walaupun seperti itu dia sempat sempat kan waktu yang tersisa sedikit untuk ku. Saat nya aku pun untuk berangkat bekerja,


"bunda, Aisyah izin berangkat ya, sudah masuk waktu kerja nih, takut telat" ucap ku pada bunda sambil mencium tangan nya


"iya nak, hati-hati di jalan ya, jagan ngebut bawa motor nya" jawab bunda sambil memberikan tas ku.


Aku pun langsung berangkat, selama di perjalanan aku merasa tiba-tiba rindu pada ayah, sudah tiga bulan ayah tidak pulang, begitu sibuknya ayah hingga belum sempat untuk pulang, aku adalah anak semata wayang, jadi wajar saja jika aku selalu di perhatikan dengan ketat oleh ayah dan bunda, sehingga selalu rindu jika tidak diperhatikan ayah dan bunda. Setelah sampai di toko fashion tempat ku bekerja, aku langsung merancang disain baru, sambil merapikan baju-baju terbaru yang sudah di rancang. Saat sedang sibuk sibuknya aku bekerja tiba-tiba seorang laki-laki datang menyapa ku,

__ADS_1


"disainer di sini ya?" tanya nya sambil mengambil salah satu gambar disain di meja ku


"iya mas", jawab ku sambil melihat ke arah salah satu gaun syar'i


tanpa aku sadari ternyata orang yang bertanya adalah kak Galang orang yang sudah ku kenal selama lima tahun, atau bisa di sebut sebagai orang yang pernah ku kenal dua tahun yang lalu, aku langsung terkejut dan memandang nya,


"Aisyah!" ucap nya sambil terkejut melihat ku


"kak Galang!" lanjut ku dengan nada yang sama seperti kak Galang


"Alhamdulillah baik kak, kakak sendiri bagaimana kabarnya?" jawab ku sambil bertanya lagi


"Alhamdulillah baik, ayah dan bunda sekarang di mana?" tanya nya lagi

__ADS_1


"bunda di rumah kak, kalau ayah lagi ada tugas di luar kota, sudah tiga bulan belum pulang" jawab ku lagi


"aku kangen sama ayah dan bunda, aku boleh main ke rumah mu?, sudah lama aku tidak bertemu ayah dan bunda mu" ucap kak Galang sambil menatap ku


"boleh kak" jawab ku dengan nada polos


sekarang ada yang berubah dari kak Galang, pakaian nya pun sudah mulai berbeda, laki-laki yang dulu selalu melindungi ku, kini sudah sangat dewasa, biar ku perjelas kak Galang adalah laki-laki yang sangat disukai oleh ayah dan bunda, karena kak Galang yang sudah mendonorkan salah satu ginjal nya untuk ku, dan dia bisa bertahan hanya dengan satu ginjal, karena kecelakaan yang pernah menimpa ku dua tahun yang lalu, aku kehilangan ginjal ku, dan sekarang aku punya ginjal yang dulu pernah di miliki oleh nya, dan hebat nya lagi dia tidak merasa sedikit pun keberatan jika salah satu ginjal nya di berikan pada ku, dengan sangat bahagia nya aku bisa kembali bertemu dengan nya, setelah dua tahun dia pergi dari kehidupan ku, dan kini dia kembali sebagai sosok ustadz impian ku.


"besok aku main ke rumah mu, share lock ya" lanjut nya sambil menepuk salah satu pundak ku


"iya kak" jawab ku sambil tersenyum


kak Galang pun pergi, dia terlihat sangat buru-buru. Begitu bahagia nya aku bisa mengenal nya, laki-laki yang sangat hebat, yang dulu selalu menjadi pelindung ku kini sudah menjadi seorang ustadz terkenal di kota ini, aku tidak percaya, tapi itu fakta nya, namun kami hanya sebatas teman dan aku mengganggap kak Galang seperti kakak ku sendiri, aku sebenarnya tidak tau bagaimana perasaan nya terhadap ku, tapi aku yakin dia pun mengganggap ku dengan hal yang sama, ayah pasti bahagia jika bisa bertemu kak Galang lagi, karena dulu kak Galang adalah prajurit nya ayah, menjadi penjaga putri nya ayah, kalian tau betapa sedih nya aku saat aku tau kak Galang harus pindah ke luar kota, dan sekarang tiba-tiba hadir di hadapan ku sebagai sosok ustadz baru dalam hidup ku, aku berharap agar aku tidak kehilangan nya lagi untuk yang kedua kalinya, dan besok dia mau ketemu bunda, pasti bunda kaget, ini adalah kejutan ku untuk bunda besok, mau lihat ekspresi bunda saat bertemu kembali dengan prajurit nya ayah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2