CEO Muda Suamiku

CEO Muda Suamiku
PAMITAN KELUARGA


__ADS_3

Pagi hari yang cerah burung berkicau di pagi hari ini.Pasangan suami istri ini terbangun,karena suara burung berterbangan yang mengeluarkan suara khasnya.


Yora terlebih dahulu bangun pagi-pagi,bahkan ia kaget hari sudah mulai cerah di balik tirai.Dan ia baru ingat,kalo dirinya semalam tertidur di mobil saat perjalanan pulang.


Dirinya sangat lelah,makanya ia tertidur.


Dan saat Yora ingin bangun dan pergi ke kamar mandi, suaminya langsung saja menarik pinggangnya dan memeluknya dari belakang.


"Sayang aku mau mandi! Aku mau bantu mamah masak"


ucap Yora nada lembut.


"Sebentar sayang harinya pagi ini dingin banget,jadi pengen di peluk istri"


"Ini udah mau siang beb,kemaren aku udah kesiangan gak bantu mamah masak"ungkap Yora.


"Gak papa sayang ...! mamah gak marah juga kok,lagian bukan mamah aja yang masak ada bibi juga kok"


Mmm Yora hanya bisa menghela napas saja dengan penuturan suaminya ini.


"Kitakan hari ini bakal pindahan rumah baru,mamah udah chating katanya udah mau kesini.Dan bakal sarapan bareng"


"Ya ampun istri aku bawel banget cerewet tapi gemes.Yaudah aku bangun sayanggg..."


"Ini gimana aku mau mandi,kalo di peluk terus,sesak napas lama-lama"


"Gak ada niatan mandi bareng gitu"


Ucap Ciko sedikit menggoda istrinya.


Sampai pipi istrinya memerah,karena ia goda terus.


Tanpa aba-aba Ciko langsung mengecup bibir ranum istrinya,karena dirinya sangat gemes,saat istrinya salah tingkah.


Yora hanya melotot menatap suaminya.


"Ini bakal aku lakuin setiap pagi sayang! ini morning kiss buat aku"ucap Ciko sambil menautkan alisnya.


"Mmm mencari kesempatan dalam kesempitan"


Yora segera berlari ke kamar mandi,karena sudah malu bak kepiting rebus.


Sedangkan Ciko terkekeh dengan tingkah istrinya ini.


Tiba-tiba dari luar ada yang mengetuk pintu memanggil,sudah pasti Ciko sangat tau betul suara khas itu.


Karena suara khas itu yang selalu membangunkannya jika ia telat bangun.


Ya siapa lagi kalo bukan mamah tercintanya Ciko.


Saat Ciko membukakan pintu,dan meminta Ciko untuk mengajak Yora untuk sarapan bersama,karena orang tua Yora sudah tiba di sini.


"Ciko kamu ajak mantu mamah ke bawah ya,soalnya orang tua istri kamu udah datang"

__ADS_1


"Iya siap mah"


"Gimana udah buatin cucu buat mamah belum"ucap mamahnya tersenyum jail.


Mm Ciko hanya menggelengkan kepala dengan pertanyaan mamahnya itu.


"Mamah apaan si kepo banget"


"Ya kan wajar mamah pengen cepat-cepat punya cucu"


"Iya mamah ku sayang sabar! lagi proses mah"


Mamah Ciko segera turun ke bawah,karena ia tau Ciko sudah sangat malu dan kesal dengan pertanyaannya barusan.


Saat Yora keluar ia melihat wajah suaminya yang pasalnya seperti kesal,lalu ia mempertanyakan ada apa dengan suaminya.


"Kok muka nya cemberut"


"Biasa mamah tanya cucu Mulu Orang aja belum nyentuh apa-apa,udah di tanyain cucu"ucap Ciko tambah cemberut.


Sedangkan Yora ingin sekali tertawa renyah,tetapi melihat suaminya itu ia mengurungkan niat,ia takut akan di lahap oleh suaminya.Sebenarnya Yora merasa bersalah terhadap suaminya,karena dirinya belum sama sekali memberikan nafkah batin kepada suaminya yang sudah sah menjadi suami istri.


Tetapi mau gimana lagi dirinya belum siap untuk melakukannya.


"Gak usah di pikirin omongan mamah"ucap Ciko membuat lamunan istrinya seketika memudar.


Ciko segera mengecup kening istrinya dan pergi ke kamar mandi.


Yora sangat senang jika Ciko selalu romantis terhadap dirinya,apalagi tingkah manis suaminya ini.Dan entah sampai kapan ia siap melakukannya.


Yora asik memainkan hanphone nya,sambil menunggu suaminya bersiap-siap.


Dan ia sudah menyiapkan juga baju suaminya,ia sudah menebak suaminya keluar dari kamar mandi seperti biasa dengan lilitan handuk di pinggang,jika perempuan lain yang melihatnya,bakal tergoda dengan tubuh atletis Ciko,big boy banget lah.


"Baju kamu di atas meja"


"Makasih sayang"


Setelah Ciko selesai memasang baju,mereka segera turun ke bawah.


Dan Yora melihat keberadaan orang tuanya,dan ia segera berlari dan memeluknya.Baru beberapa Minggu ia tidak bersama orang tuanya,rindu beratnya sangat tidak tertolong ungkapnya.


"Mamah papah mm kangen banget"


"Sama sayang mamah papah juga kangen.Gimana nih rasanya jadi istri"


Yora hanya membalas tersenyum manis,dirinya malu dengan pertanyaan orang tuanya.


"Udah ah malu tuh anaknya"ucap orang tua Ciko.


Dan mereka segera menikmati sarapan sambil tertawa,bercanda.


Setelah selesai sarapan mereka berkumpul diruang keluarga sambil bercerita.

__ADS_1


Sekitar setengah jam,Yora dan Ciko memutuskan untuk segera pamit kepada orang tuanya untuk membawakan putri dan mantu kesayangan mamahnya untuk tinggal dirumahnya yang sudah ia siapkan sejak dulu untuk bersama istrinya kelak,dan sekarang dirinya sudah memiliki istri.


Dan pastinya mansion nya akan segera di tempatkan.


Yora berpamitan dengan orang tua dan mertuanya.


"Mamah aku pamit ya nanti aku bakal sering-sering main tempat mamah"


"Iya sayang rumah selalu terbuka untuk putrinya mamah"


Sedangkan Willy langsung memeluk putri kesayangan dan semata wayangnya ini.


"Jaga diri baik-baik,jangan manja harus mandiri jangan nyusahin suami kamu.Kasian!"


Ciko segera membalas penuturan mertuanya.


"Gak papa pah aku senang putri papah ini kalo ngerepotin aku,apalagi manja,cuma sedikit cerewet aja si pah.


Semuanya langsung terkekeh dengan penuturan Ciko.


Sedangkan Yora langsung memberikan tatapan tajam kepada suaminya.


"Papah titip putri kesayangan papah ya"


"Iya pasti dong pah,bakal jadi tanggung jawab aku sepenuhnya.Papah gak usah khawatir"


Willy langsung tersenyum puas dengan penuturan menantunya ini.


"Dan Yora juga tidak lupa pamitan kepada kedua orang tua Ciko dan mereka baru beberapa Minggu,keliatan sangat akrab sekali.


Karena orang tua Ciko sangat menyayangi Yora seperti anak mereka sendiri.


Bahkan bisa di lihat,semenjak?


Adanya Yora,orang tua Ciko sangat peduli terhadap menantu nya saja,anak sendiri bisa gak di hiraukan hehe.


Tetapi Ciko sangat senang,orang tuanya menerima istrinya sepenuhnya.


"Jangan lupa juga sering-sering main ke tempat mamah.Mamah juga bakal sering main ke tempat kalian"


"Iya mah sering-sering main"


Keduanya setelah berpamitan untuk pergi.


Orang tua Ciko terharu,putrinya sudah menikah dan jadi istri orang.


Tidak pernah terlintas kan bagi mereka.Bahwa putrinya sudah menikah.


Selama di perjalanan mereka asik menyanyikan lagu favorit mereka,yang mereka setel sejak tadi.


Keduanya nampak bahagia sekali,pasangan serasi bukan,siapa saja yang melihatnya akan merasa iri.


Semoga pasangan ini tetap langgeng sampai maut memisahkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2