CEO Muda Suamiku

CEO Muda Suamiku
DI JENGUK MAMAH DAN MERTUA


__ADS_3

Pagi hari nya keduanya masih terlelap tidur dengan saling berpelukan.


Ciko lebih awal bangun.Hari ini! hari kedua istrinya tidak masuk kuliah,tetapi tugas kuliah istrinya dia lah yang mengerjakan semua.Menurutnya tugas istrinya tidak begitu sulit.


Tidak lupa juga Ciko sudah menghubungi mamah dan mertuanya dan mengatakan jika istrinya sedang sakit karena terpeleset.


***


Saat ini Ciko bangun lebih awal!dan segera ia ke kamar mandi.Sekitar 10 menit Ciko sudah selesai dengan rutinitas mandinya.


Hari ini dirinya akan ke kantor siang saja,karena orang tuanya dan mertuanya akan berkunjung ke rumah.Lagian Pekerjaan kantornya tidak terlalu banyak! bisa di handel oleh asistennya Bara.


"Sayang aku mau mandi gimana?"keluh Yora.


"Mau aku yang mandiin"goda Ciko.


"Gak mau enak aja"judes Yora.


"Aku kan suami kamu!"balas Ciko.


"Gak mau malu"dengan tatapan tajamnya.


"Haha....! yasudah nanti bibi yang bantu kamu mandi!"jelas Ciko dengan sedikit tersenyum.


Ciko langsung mengajak tubuh istrinya ke kamar mandi,karena istrinya saat ini masih belum bisa berdiri terlalu lama! kakinya masih dalam keadaan sakit.


"Yasudah tunggu di sini! nanti aku yang panggilin bibi buat bantu kamu! I understand baby?"ucap Ciko lembut memandang wajah istrinya.


"Okey deh"balas Yora dengan tersenyum manis.


Suaminya ini memang bisa di andalkan.Bahkan suaminya sangat perhatian,penyayang,sabar,tidak seperti yang dirinya pikirkan sebelum mengenal Ciko.Malahan ia menganggap dulu Ciko adalah orang yang sangat pemarah,dingin,cuek,dan kejam! ternyata tidak seperti yang ada di pikirannya.Malah sebaliknya.


Saat bersama dirinya Ciko 100% berbeda dengan Ciko yang berada di luar atau tidak bersama dirinya.Begitulah ungkapan isi hati Yora sekarang.Dirinya sudah jatuh hati kepada suaminya dengan sikap manis suaminya.


"Kiss morning nya mana?"tanya Ciko dengan memanyunkan bibirnya.


Tanpa ada penolakan dari Yora lagi! tidak seperti pada saat mereka kenal.Bahkan tidak ada penolakan dari istrinya lagi.


"Cup"


Yora langsung mengecup bibir suaminya.


Sedangkan Ciko senang dengan penuh kemenangan di hatinya.Apalagi tidak ada penolakan dari istrinya.


"Makasih baby kecilku"ucap Ciko berlalu dengan mengecup lagi bibir istrinya.


Membuat sang empu melotot tak percaya.Bisa-bisanya suaminya mengambil kesempatan lagi.


Ciko langsung memerintahkan bibi.Ya salah satu pelayan di rumah yang selama ini bekerja sudah sangat lama di rumah ini,ya bisa dibilang yang mengurus Ciko masih kecil.Sebelum nya bi Imam bekerja di rumah Nyonya Besar sebagai pengurus Ciko dari kecil.Tetapi Ciko meminta bi Inam lagi untuk mengurus keperluannya di mansion nya yang baru ini.


"Bi saya minta tolong bantuin istri saya mandi! istri saya kaki nya masih sakit!"jelas Ciko kepada bi Inam.


Bi Inam tidak mau mempertanyakan lagi mengapa tidak Tuannya saja yang memandikan! apalagi sudah suami istri itu hal yang wajar.Tetapi bi Inam mengurungkan niat nya untuk bertanya.


"Baik Tuan saya langsung kesana saja!"balas bi Inam.


"Terimakasih Bi"ucap Ciko berlalu menuju dapur untuk mengecek makanan pagi ini untuk dirinya dan istrinya.

__ADS_1


Ciko membawakan nasi goreng untuk dirinya dan istrinya,dan di bawa menuju kamar.


Di sisi lain bi Inam langsung masuk saja ke kamar mandi dan melihat nona muda masih belum juga melepaskan pakaiannya.


"Nona silahkan lepas pakaian Nona! biar mandi nya lebih bersih.Tuan sudah memerintahkan bibi untuk membantu Nona!"jelas Bi Inam.


"Ah! iya Bi terimakasih.Sebenarnya saya malu Bi.Tapi kaki saya masih sakit!"jawab Yora dengan sedikit cemberut.


"Nona tidak usah malu pada Bibi! anggap lah Bibi adalah orang tua Nona di rumah.Dulu sewaktu Tuan kecil juga saya yang mengurus keperluan tuan,"jelas Bibi.


"Benarkah Bi"tanya Yora.


"Tuan itu orangnya emang cuek tapi aslinya baik,dan penyayang.Tuan itu dulu sangat di manja oleh Nyonya besar dan Tuan besar.Tetapi Tuan muda itu orangnya sangat mandiri dan arogan juga pekerja keras,"


Mereka berdua bercerita banyak tentang Ciko waktu kecil.Hingga Yora sudah selesai dengan rutinitasnya mandi.


"Nona nanti saya panggilkan Tuan untuk membatu Nona,"ucap Bi Inam.


"Baiklah BI! Terimakasih Bi sudah membantu saya"balas Yora dengan ramah.


"Tidak papa Non sudah kewajiban saya!"balas bi Inam lagi dan segera keluar setelah memasangkan Bath robes nya sambil duduk di kursi yang disediakan di kamar mandi tepat di depan cermin.


Skip


"Tuan Nona sudah selesai.Tetapi saya tidak bisa membantu Nona menuju ke kamar.Kaki nona masih sakit dan belum bisa berdiri terlalu lama!"jelas Bi Inam.


"Baik Bi terimakasih.Bibi bisa kembali! biar saya yang mengurusnya!"balas Ciko.


Bi Inam segera berlalu dan melanjutkan tugas lainnya.


Semua pelayan di rumah menunduk hormat.karena mereka tau ini adalah orang tua istri dari Tuan muda serta orang tua Tuan muda nya juga.


Orang tua Ciko langsug menanyakan keberadaan anaknya serta menantunya kepada Bi Inam.Ya karena memang Nadira kenal sudah lama dengan Bi Inam dan seperti keluarga sendiri.Apalagi sangat berjasa kepada keluarga Williams yang mengurus Tuan Ciko dari kecil.


"Bi Ciko sama menantu saya di mana ya Bi?"tanya Nadira ramah.


"Itu Nyonya masih di dalam kamar.Nona selesai mandi!"jawab Bi inam.


"Yasudah siapkan sarapan ya Bi untuk saya dan besan saya,"ucap Nadira.


Di sisi lain Ciko masuk ke kamar mandi dan langsung mengecek ternyata istrinya masih di sana.Tanpa perintah ia langsung mengangkat tubuh istrinya menuju kasur king size nya dan meletakannya.


Sedangkan Yora hanya menurut saja.Dan Ciko mengambil beberapa baju untuk di gunakan oleh istrinya.


"Makasih suamiku"ucap Yora tersenyum manis dan mencium pipi Ciko tanpa di minta.


Ciko hanya tersenyum genit.


"Udah sana aku mau pake baju!"


Yora langsung memasang bajunya setelah Ciko berlalu pergi ke bawah.


Di bawah kedua orang tuanya sudah menunggu.


"Mamah udah sampai dari tadi?"tanya Ciko langsung memeluk orang tuanya dan tidak lupa juga dengan mertuanya


"Baru juga sayang.Menantu mamah mana?"tanya Nadira.

__ADS_1


Sedangkan Tika hanya tersenyum saja dengan tingkah keduanya.


"Gak kangen apa sama anaknya! tanya mantu Muku deh,"cemberut Ciko.


"Iya kan mamah pengen ketemu mantu kesayangan mamah.Mamah udah bosan si liat muka kamu terus!"balas Nadira sengaja.


Ciko hanya cemberut saja mamahnya lebih perhatian kepada istrinya dari pada anak sendiri.


Skip


Ciko langsung menuju kamar dan membatu istrinya.Kebetualan Yora sudah meminum obat anti nyeri jadi kaki nya lumayan tidak terlalu sakit tetapi Ciko tidak membiarkan istrinya untuk berjalan.Dirinya tetap menggedong istrinya.


Kali ini Ciko menggunakan liff saja agar tidak kesulitan.


Sesampainya di ruang keluarga Yora langsung memeluk mamahnya karena amat rindu! lumayan beberapa minggu tidak bertemu hanya berkomunikasi lewat handphone saja.


"Mamah aku kangen!"ucap Yora memeluk Tika.


"Mamah juga kangen sama anak mamah ini yang bawel dan cerewet.Gak ngerepotin Ciko kan!"


"Tanya aja sama Orangnya langsung mah,"balas Yora.


"Gimana Nak Ciko? Ora ngerepotin kamu gak?"tanya Tika.


"Gak papa mah Yora juga kan sekarang tanggung jawab aku sebagai suaminya.Aku Suka kalo yang ngerepotin anak mamah yang bawel ini?"goda Yora.


"Udah bisa ya sekarang godain cewe!"cerocos Nadira langsung.


"Ya godain istri sendiri gak papa kan mah?"ucap Ciko Hanya tersenyum puas saja.


"Sayang kaki kamu kok bisa sakit gini! kenapa?"tanah Tika penasaran.


Yora sebenarnya males untuk mengatakan kebenarannya.Tetapi suaminya sudah mengatakan kebenarannya semua dengan detail.


"Kaki aku udah mendingan kok mah.Apa papah tau saol ini?"tanya Yora.


"Papah gak tau! mamah gak mungkin kasih tau,pastinya akan mencari perempuan itu dan kamu tau apa yang papah akan lakukan.Jadi mamah memilih untuk merahasiakan saja!"jelas Tika.


"Maafin Ciko ya mah.Ciko belum sepenuhnya bisa menjaga Yora?"balas Ciko dengan sedikit sedih karena gagal menjaga istrinya pada saat itu.


"Tidak masalah Nak Ciko.Mamah percaya kamu bisa menjaga Yora dengan baik,"ucap Tika tersenyum dan mendukung Ciko serta memberi semangat.


"terimakasih mah"balas Ciko.


"Ciko kamu harus lebih waspada terhadap istrimu dan di jaga.Gara-gara fans mu itu istrimu jadi incaran mereka!"ketus Nadira.


"Mamah kan tau aku gak suka sama mereka.Mereka aja suka gangguin sesuatu yang berhubungan dengan aku,"balas Ciko.


"apa kamu sudah memberikan pelajaran pada perempuan itu? apa perlu mamah yang turun tangan! berani-beraninya dirinya mengganggu menantu kesayangan mamah!"tanya Nadira.


"Sudah mah aku sudah memberikannya pelajaran!"terang Ciko.


Dan mereka pun melanjutkan sarapan pagi.Karena kedatangan orang tua serta mertuanya! Ciko tidak jadi untuk makan di kamar,ya sebelumnya memang dirinya hanya ingin makan di dalam kamar saja,apalagi dengan kondisi istrinya yang masih sakit.


Dan kelanjutannya tunggu di episode berikutnya!.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2