
Pagi hari
Pagi ini salsa bangun seperti biasanya , dia sarapan lalu berangkat ke sekolah. Karna mamah sama papahnya salsa masih di rumah sakit , jadi hari ini gak ada orang di rumah selain bibi sana pak supir. Pukul 06.25 salsa berangkat ke sekolah , sesampainya di depan gerbang sekolah salsa dihadang oleh doni.
"tugas gue mana?" kata doni
"nih , besok-besok jangan nyuruh lagi" ujar salsa
"ohhh tidak bisa , loe harus selalu kerjain tugas gue" kata doni
"kalau aku gak mau?" ujar salsa
"harus mau" kata doni
Doni pun langsung masuk ke dalam , salsa berjalan menuju kelas nya tapi salsa selalu menunduk saat jalan , tiba-tiba salsa menabrak kak jeri
"duh maaf ya" kata salsa
"kamu kenapa dek?" ujar kak jeri
"kalau kak jeri tau pasti dia akan marah" gerutu salsa dalam hati
"dek , kamu kenapa?" kata kak jeri menepuk pundak nya salsa
"eh enggak kok kak , gakpapa" ujar salsa kaget
"kamu kenapa? cerita aja dek , jangan memendam masalah sendiri" kata kak jeri
"iya kak , salsa gakpapa kok" ujar salsa
"kamu bohong ya?" kata kak jeri
"enggak kok kak" ujar salsa
"bener?" kata kak jeri
"iya kak , kak jeri gak usah khawatir gitu dong" ujar salsa
"ya udah kalau gitu , saya ke kantin dulu ya" kata kak jeri
"ikut dong kak" ujar salsa
"ayok" kata kak jeri
Salsa pun ikut kak jeri ke kantin.
"mau makan juga?" kata kak jeri
"enggak kak , salsa sudah makan" ujar salsa
"ya udah kalau gitu" kata kak jeri
"salsa mau minum aja kak" ujar salsa
"oke , kamu duduk aja biar saya yang pesen" kata kak jeri
"siap" ujar salsa
Salsa pun langsung duduk di bangku yang sudah di siapkan sama kantin , tak lama kemudian kak jeri datang sambil membawa nampan yang berisi nasi pecel sama 2 gelas es teh.
"makasih ya kak" kata salsa
"iya sama-sama" ujar kak jeri
Salsa melamun sambil memikirkan doni.
"*enaknya aku ngomong gak ya sama kak jeri soal doni"
"kalau omongan doni itu benar adanya , lalu gimana dengan aku?"
"apa harus aku bilang sama kak angga? tapi aku gak mau membuat kak angga khawatir*"
__ADS_1
Pikirnya salsa
Tiba-tiba kak jeri bilang
"kamu kenapa sih dek? kayak ada yang dipikirin" kata kak jeri
"enggak kak , cuma masalah kecil kok" ujar salsa
"mau sekecil apa pun itu , yang namanya masalah ya akan tetap jadi masalah kalau gak segera di selesaikan" kata kak jeri
"iya sih kak , tapi insyaallah salsa bisa sendiri kok" ujar salsa
"cerita aja gakpapa dek , gak usah sungkan" kata kak jeri
"iya-iya kak , nanti pulang sekolah salsa akan bilang sama kak jeri" ujar salsa
"oke saya tunggu" kata kak jeri
Tak lama kemudian kak jeri sudah selesai makan.
"saya udah selesai makan , ayo saya antar ke kelas kamu" kata kak jeri
"gak usah kak , nanti kalau reni lihat pasti akan marah" ujar salsa
"oh iya , reni itu yang mana sih?" kata kak jeri
"nanti aja salsa kasih tau" ujar salsa
"semuanya kok nanti sih" kata kak jeri
"maaf ya kak , salsa bisa nya nanti" ujar salsa
"ya udah iya , tapi beneran loh nanti" kata kak jeri
"siap kak" ujar salsa
Salsa sama kak jeri berjalan menuju kelas nya masing-masing.
"loe habis dari sama kak jeri?" kata reni
"apaan sih , gue tadi cuma ke kantin" ujar salsa
"ohh" kata reni
"cuma karna kak jeri loe marah sama gue?" ujar salsa
"gak" kata reni
"kak jeri mau lihat siapa loe , nanti pulang sekolah ikut gue" ujar salsa
"tapi kan ada tes tertulis" kata reni
"sebelum tes lah" ujar salsa
Reni pun terdiam , tak lama kemudian ada guru dari mapel kimia. Jam berganti jam , pelajaran demi pelajaran telah berjalan dengan lancar dan pada pukul 15.30 semua siswa di perbolehkan untuk pulang.
"nih tugas gue , kerjain lagi" kata doni
"daripada gak adil kek gini , mending loe kerjain tugas gue ren" kata ilham
"enggak aht , suruh aja salsa buat ngerjain" ujar reni
"eh jangan" ujar salsa
"ya udah nih sal , kerjain ya" kata ilham
"gak mau" ujar salsa
"kerjain aja kenapa sih?" kata doni marah
"i-iya" ujar salsa
__ADS_1
Doni samsa ilham pun langsung pergi meninggalkan kelas.
"kok loe jahat banget sih ren sama gue" kata salsa
"biarin , loe aja bisa jahat sama gue masa iya gue gak bisa" ujar reni
"ohh gitu , ya udah kalau itu mau kamu" kata salsa
Salsa pun langsung pergi ke taman untuk menunggu kak jeri , salsa duduk dibangku sambil melamun dan raut wajah nya tampak sedih. Tak lama kemudian kak jeri datang menghampiri salsa
"dek , kamu kenapa lagi?" kata kak jeri menepuk pundaknya salsa
"ini kak" ujar salsa memberikan bukunya doni sama ilham
"kok jadi 2 orang dek?" kata kak jeri
"gak tau kak , salsa pusing" ujar salsa
"ya udah ayo ikut saya ke ruang bk" kata kak jeri
"tapi kalau mereka marah gimana kak?" ujar salsa
"dek , jangan takut gitu dong" kata kak jeri
"ya salsa gak mau kejadian masa lalu terualang kembali" ujar salsa dengan mata berkaca-kaca
"sekarang ada saya dek , kamu bisa bilang sama saya kalau mereka jahatin kamu" kata kak jeri
"salsa takut kak" ujar salsa menangis
"kok nangis sih , udah ayok ikut saya aja" kata kak jeri
"tapi kak" ujar salsa
"jangan takut dek , ada saya yang selalu siap kalau kamu butuhkan" kata kak jeri
Salsa terdiam dan dia masih meneteskan air mata.
"udah ya jangan nangis lagi , saya gak mau melihat kamu sedih lagi dek" kata kak jeri
"iya kak" ujar salsa sambil mengusap air mata nya
"gimana? mau ke ruang bk sekarang apa besok?" kata kak jeri
"besok aja kak" ujar salsa
"ya udah , kamu tenangin diri kamu dulu ya" kata kak jeri
"iya kak , makasih ya udah mau jagain salsa" ujar salsa
"iya sama-sama , saya kumpul sama anak-anak dulu ya" kata kak jeri
"iya kak" ujar salsa
Kak jeri pun langsung meninggalkan salsa , tiba-tiba ada reni datang lalu bilang.
"caper banget sih loe sal" kata reni
"maksud loe?" ujar salsa
"loe tau kalau gue suka sama kak jeri , tapi kenapa loe caper banget sama kak jeri?" kata reni
"setau gue ya , kak jeri itu cuek banget sama lawan jenis nya dan kak jeri gak mau tau siapa yang suka sama dia , kak jeri juga gak mau pacaran dan gak mau bersentuhan dengan lawan jenis" ujar salsa
"tapi kenapa kalau sama loe kak jeri gak cuek?" kata reni
"karna gue berbeda , dan yang bilang itu kak jeri sendiri" ujar salsa
"jahat loe sal" kata reni
"titik kejahatan gue tuh dimana sih?" ujar salsa
__ADS_1
Reni pun langsung lari meninggalkan salsa sendirian di taman.