
"salsa gak salah denger kan?" kata salsa dengan mata berkaca-kaca
"salsa" ujar kak jeri kaget
Salsa turun dengan langkah perlahan.
"selama ini kak jeri baik sama aku buat apa? kalau ujung-ujung nya nyakitin lebih baik gak usah bersikap baik sama salsa kak" kata salsa meneteskan air mata
"enggak gitu dek , kamu jangan salah faham" ujar kak jeri
"gak gitu gimana kak? tadi salsa udah denger semuanya , salsa kecewa sama kak jeri" kata salsa masih nangis
"dek , please dengerin saya dulu" ujar kak jeri
"dengerin apalagi kak? semuanya udah jelas , lebih baik kak jeri pergi dari sini" kata salsa mengusir kak jeri
"saya minta maaf dek" ujar kak jeri
Kak jeri pun langsung berjalan keluar , seketika salsa menjatuhkan tubuhnya ke lantai sambil nangis , kak angga pun mendekati salsa.
"kenapa sih kak , gak ada yang tulus sama salsa" kata salsa menangis
"gak semua kok dek , kan masih ada kakak" ujar kak angga
"semua orang jahat ya kak , gak ada yang suka sama salsa , gak ada yang mau deket sama salsa" kata salsa
"udah ya , berdiri yuk" ujar kak angga
__ADS_1
Salsa pun langsung berdiri tapi tiba-tiba saja kepalanya salsa pusing.
"kak pusing" kata salsa memegang kepalanya
Seketika salsa pingsan , kak angga pun panik dan ia langsung memanggil orang tuanya yang sedang ada dikamar.
"mah , pah keluar dong" kata kak angga
"dek , bangun dek" kata kak angga menepuk pipinya salsa
"kenapa kak?" ujar papahnya
"salsa pingsan pah" kata kak angga
"ya udah , kamu bawa ke kamar dan papah nelfon dokter dulu" ujar papahnya
"iya pah" kata kak angga
"gimana dok? apakah harus dibawa ke rumah sakit lagi?" kata papah
"gak perlu pak , salsa hanya syok dan saya mohon jangan biarkan salsa berfikir terlalu keras dulu ya , karna kemarin kan kepalanya salsa habis terbentur terlalu keras , kalau dipaksain untuk berfikir lebih keras maka akan terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan pak" ujar dokter
"baik dok , terimakasih ya" kata papah
"untuk kali ini saya tidak memberikan resep obat karna salsa baru saja pulang dari rumah sakit" ujar dokter
"iya dok , mari saya antar ke depan"
__ADS_1
Papah sama dokter pun langsung pergi dari kamarnya salsa.
"dek bangun dek , kakak gak mau melihat kamu seperti ini dek" kata kak angga memegang tangan nya salsa sambil meneteskan air mata
"kak ,tenang ya" ujar mamah
"iya mah" kata kak jeri
"mamah tinggal dulu ya" ujar mamah
"iya mah" kata kak jeri
Kak jeri masih memegang tangan nya salsa , ia menatap wajah nya salsa sambil menangis. Tiba-tiba papah masuk ke kamar nya salsa lagi
"tadi adek kenapa kak?" kata papah
"gakpapa kok pah , tadi ada jeri" ujar kak angga
"jeri? kenapa? kok bisa buat adek sampai syok?" kata papah
"jeri bilang sama kakak kalau dia dijodohin orang tua nya , tiba-tiba adek keluar kamar dan mendengar semua pembicaraan kita berdua pah" ujar kak jeri
"oh gitu , papah minta tolong ya kamu jagain adek kamu" kata papah
"udah pasti pah , papah tenang aja" ujar kak angga
"papah kembali ke ruang kerja dulu ya" kata papah
__ADS_1
"iya pah" ujar kak angga
Papah pun langsung keluar dari kamarnya salsa.