
Di rumah
"kasian ya kak ,kak jeri" kata salsa
"iya dek , kakak baru tau loh kalau orang tua nya sudah pisah" ujar kak angga
"emangnya kak jeri gak pernah cerita gitu sama kak angga?" kata salsa
"engga dek , beneran deh" ujar kak angga
"berarti kak jeri emang menutup aib keluarganya kak , pandai juga ya kak jeri" kata salsa
"iya dek , tapi kalau jeri beneran nikah sama siapa itu kamu gimana dek?" ujar kak angga
"gak tau kak , baru aja sebentar kak jeri hadir tapi salsa harus berfikir bagaimana caranya untuk bisa melupakan kak jeri , sakit sih iya kak tapi mau gimana lagi coba? nikah kan gak boleh main-main , kalau kak jeri udah yakin ya salsa bisa apa?" kata salsa
"yang sabar ya dek , masih banyak kok orang baik diluar sana" ujar kak angga
"iya kak , semoga salsa dapat ganti yang lebih baik lagi" kata salsa
"aamiin , ya udah kakak mau lanjut nulis novel baru lagi ya" ujar kak angga
"novel baru? tentang apa?" kata salsa
"judulnya itu mencintai tak harus memiliki" ujar kak angga
"kek nya kok bagus sih , salsa mau jadi orang pertama yang baca novel nya kakak" kata salsa
"kalau itu ya pasti lah dek , tapi kakak tulis dulu ya" ujar kak angga
"siap kak , salsa tunggu ya" kata salsa
"siap deh" ujar kak angga
Kak angga pun langsung pergi ke kamarnya , sedangkan salsa masih stay di ruang tamu. Tiba-tiba bryan menelfon salsa
"sal , loe udah pulang?" kata bryan
"udah kenapa?" ujar salsa
"gue kesana ya" kata bryan
"ngapain? udah gak usah" ujar salsa
"hmm , okey" kata bryan
Salsa pun langsung menutup telfon nya , salsa juga langsung berdiri berjalan menuju dapur.
"bi , tolong buatin saya jus jeruk ya" kata salsa
"iya non , mau pakai es atau enggak?" ujar bibi
"enggak bi" kata salsa
__ADS_1
"iya non" ujar bibi
"saya tunggu di kamar ya bi" kata salsa
"iya non" ujar bibi
Salsa pun langsung berjalan menuju kamarnya , didalam kamar ia hanya membaca novel. Tak lama kemudian bibi masuk ke kamarnya untuk mengantarkan jus jeruk.
"ini non jus nya" kata bibi
"iya bi , makasih ya" ujar salsa
"iya non sama-sama" kata bibi
Bibi pun langsung keluar dari kamarnya salsa , salsa masih melanjutkan membaca novel. Pukul 15.30 wib , papahnya salsa dapat telfon dari kak jeri
"assalamualaikum om , papah saya mau ketemu sama om fajar" kata kak jeri
"boleh , tapi sebentar lagi" ujar papahnya salsa
"saya sama papah saya ke rumah om fajar sekarang ya" kata kak jeri
"jangan , kita ketemu di cafe lilac aja" ujar om fajar
"ohh iya om , saya kesana sekarang" kata kak jeri
"nanti aja gakpapa jer , mungkin sekitar jam 4 saya barus bisa keluar" ujar om fajar
"oh gitu , iya om" kata kak jeri
Dicafe lilac
Ternyata kak jeri sama papahnya sudah menunggu terlebih dahulu , tak lama kemudian om fajar datang.
"ini ayah kamu jer" kata om fajar
"iya om" ujar kak jeri
"apa kabar bro" kata om fajar
"sehat alhandulillah , keluarga gimana? aman?" ujar papahnya kak jeri
"iya alhamdulillah aman , ada apa ini tumben ngajak ketemu" kata om fajar
"tadi jeri cerita sama aku jar kalau kamu mau bantu bayarin hutang aku , itu gimana sama keluarga kamu? apa mereka gak masalah kamu bantu aku?" ujar papahnya jeri
"ya enggak lah man , kalau mereka tau yang aku bantu itu kamu pasti meraka tambah setuju ,istri aku sama anak pertama aku yang merencanakan semua ini" kata om fajar
"syukur alhamdulillah , insya allah kalau aku ada rezeki banyak nanti aku gantu uang kamu jar" ujar om lukman papahnya kak jeri
"udah gak usah dipikirin kalau itu , yang penting jeri gak terpaksa nikah" kata om fajar
"iya , aku sebenarnya gak setuju soal jeri di jodohin sama laura" ujar om lukman
__ADS_1
"kita buat rencana aja gimana man?" kata om fajar
"rencana gimana?" ujar om lukman
"jeri kan mau lamaran sebentar lagi , hutangnya jangan kamu bayar sekarang tapi kamu bayar saat acara lamaran sedang berlangsung" kata om fajar
"iya aku setuju sama om fajar" ujar jeri
"makasih ya jar , aku gak tau gimana jadi nya kalau jeri menikah sama wanita yang bukan pilihan nya" kata om lukman
"kalau sama salsa gimana jer? mau gak?" kata om fajar
"kalau itu gak usah di tanya om" ujar jeri tersenyum
"setuju gak man kalau jeri nikah nya sama anak ku , tapi jeri harus kerja dulu" kata om fajar
"kalau jeri suka , kenapa enggak?" kata om lukman
"kamu mau langsung kerja apa kuliah dulu jer?" kata om fajar
"gak tau om , kalau kerja sih emang udah kerja tapi kalau kuliah jeri gak tau" ujar jeri
"kamu udah kerja?" kata om fajar
"iya jar , dia maksa mau kerja di cafe" ujar km lukman
"jadi apa? barista?" kata om fajar
"enggak om , saya nyanyi" ujar jeri
"gak usah bingung sama biaya kuliah , nanti biar om sekalian bayarin" kata om fajar
"gak usah om , saya kuliahnya nanti-nanti aja" ujar jeri
"bener gak mau?" kata om fajar
"makasih om , tapi jeri mau cari uang sendiri untuk kuliah" ujar jeri
"ya emang gini lah sifat jeri , dia gak mau di paksa dan kalau mau apa-apa pasti usaha sendiri , jeri juga udah bilang sama saya kalau dia kuliah nya pakai uang sendiri , gak mau pakai uang dari orang tua nya jar" kata om lukman
"gak salah orang nih aku , kalau gitu aku lamgsung pulang ya man" ujar om fajar
"kok buru-buru sih , kan belum makan" kata om lukaman
"besok aja makan malam dirumah ku , ini nanti jam 7 aku ada meeting jadi aku harus pulang sekarang" ujar om fajar
"ohh gitu , ya udah hati-hati ya" kata om lukman
"iya , besok datang ya makan malam di rumahku" ujar om fajar
"iya tenang aja , pasti datang kok" kata om lukman
"ya udah , aku pulang dulu ya" ujar om fajar
__ADS_1
Om fajar pun langsung berdiri dan ia langsung pergi meninggalkan cafe lilac.