
"Namanya Andi ya lin? kalau iya namanya andi, benar saya yang minta dia datang kecafe, saya akan kecafe sekitar 15 menit lagi, kamu suruh dia tunggu sebentar ya lin, dan tolong beri dia pelayanan yang baik dan buatkan dia makanan khas cafe kita ya lin" ucap nasha dari balik telpon genggamnya.
"Baik bu, saya akan laksanakan perintah ibu, maaf mengganggu waktunya" ujar linda ramah.
Sambungan telepon pun mati, nasha bergegas mengganti pakaiannya, ia bersiap siap untuk interview andi, walau andi belum mempunyai ijazah SMA, tetapi nasha memberikan kesempatan kepada remaja tersebut untuk bisa mengembangkan cafenya.
Nasha memang bisa membuat seseorang yang dekat dengannya jantungan karena kebaikannya, nasha seperti malaikat yang datang untuk menebarkan kebaikan kepada setiap orang yang dekat dengannya, tak heran bila nasha mempunyai banyak teman dan banyak laki laki yang menginginkan menjadi kekasih hatinya.
Nasha hanya baru berpacaran dengan erland, karena nasha tidak ingin berpacaran disaat berusia 20 tahun tetapi sekarang ia sudah sudah berusia 21 tahun dan ia tau mana yang baik dan mana yang buruk, membuat orang tuanya bangga dengan cara berfikir anak perempuan satu-satunya itu.
Ketiga orang yang melihat nasha keluar dari kamar terpanah melihat nya, dengan rambut yang terurai dan style yang casual membuatnya terlihat cantik dan mempesona.
"Nash, lo mau kemana udah rapi gitu? tanya nachita yang tadi melihatnya ternganga.
"Gue mau ke cafe dulu ya...ada andi mau ngelamar kerja, gue harus interview dia" ucap santai nasha.
"Oh, jambret yang kemaren..." ucap nachita yang agak tidak suka.
__ADS_1
Hussst (ucap nasha menampis ucapan nachita).
"Kalian mau ikut?" ajak nasha yang melirik mereka satu persatu dengan senyuman yang terukir diwajah cantiknya.
Dua laki laki itu hanya terdiam sambil melihat nasha dari ujung rambut hingga ujung kaki sampai tidak berkedip sekali pun. Nasha terheran dengan tingkah kedua lelaki itu yang menatapnya seakan ingin menerkam.
"Eh, jangan diliat terus, entar cair" ucap nachita yang membuat dua laki laki itu tersadar dan mengedipkan matanya, sambil melihat nasha dengan raut wajah malu.
"Kalian kenapa ngeliatin aku kayak gitu? aku aneh ya pakai pakaian kayak gini, aku ganti aja ya..." nasha yang sudah memalingkan wajah kepintu kamar terhenti karena dihentikan oleh kedua laki laki itu.
"Don't nasha, you so beautiful, very very beautiful " ucapan danielle membuat nasha bahagia dan menghentikan niatnya untuk mengganti pakaian.
Pujian mereka membuat nasha sangat bahagia, karena penampilannya diterima oleh ketiga sahabatnya, nasha merasa puas dengan dandanannya, nasha akan terus tampil dengan balutan busana casual.
"Guys I'll go first, so come or not? if not I'm going alone" tawaran nasha untuk yang kedua kalinya.
"Next time nash, i have to go back to the hotel, sorry nasha" ujar danielle tidak bisa ikut dengan nasha pergi kecafe.
"Oh, ya okay mas danielle no problem, kalau kalian berdua mau ikut sama aku gak?" tanya nasha kembali kepada nachita dan erland yang belum memutuskan.
__ADS_1
"Kita pulang aja deh nash, takut ganggu lo nanti waktu interview, gakpapa kan kalo kita enggak ikut?" jawaban nachita yang tidak ingin ikut karena ia tidak ingin mengganggu konsentrasi nasha nantinya.
"Iya gakpapa, ee tapi gue berangkat duluan ya gpp gue takut andinya nunggu kelamaan" ucap nasha ingin segera berangkat kecafe untuk menemui andi.
* * *
"Kamu disuruh tunggu sama bu nasha, kamu duduk disitu dulu ya, bu nasha masih dalam perjalanan kesini" ucap Linda mempersilahkan remaja tersebut untuk duduk, dan menunggu kedatangan nasha.
"Iya bu makasih?" jawaban singkat andi yang nampak agak gerogi dan gelisah karena ia takut dengan nasha, karena Andi belum mengetahui kalau nasha hanya orang biasa bukan dari kalangan intelegen.
15 menit lewat akhirnya nasha dengan diantar pak tio supir pribadinya, yang sama seperti dengan bu ayu, ia menganggap pak tio adalah ayahnya sendiri, pak tio dan bu ayu sepasang suami istri.
Nasha merasa disaat orang tuanya tidak bisa datang kerumah ia tetap merasakan kasih sayang dari kedua orang tua, nasha pun keluar dari pintu mobil mewahnya dan berjalan menuju pintu kaca yang berada dihadapannya.
"Selamat siang semuanya..." sapa nasha untuk membuat semua yang ada disitu bersemangat, termasuk para pelanggan.
"Siang..." jawab mereka bersamaan.
Ia pun melangkah menuju tempat dimana andi duduk, dengan raut wajah tegang andi yang menundukan kepala semakin merasakan keringat dingin yang mengalir ditubuh nya.
__ADS_1
SELANJUTNYA...