CINTA BEDA NEGARA & USIA

CINTA BEDA NEGARA & USIA
#9 CURAHAN HATI NASHA


__ADS_3

Pagi harinya, waktu menunjukkan pukul 04.50


nasha terbangun dari tidurnya. ia bergegas untuk mandi dan sholat Subuh.


Nasha masih memikirkan bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan erland, sedangkan ia sama sekali tidak memiliki perasaan kepada erland.


"Ya Allah, tunjukan jalan keluar dari masalah ini, hamba tidak ada maksud untuk membuat sahabat hamba merasa ia tidak dicintai oleh hamba. Hamba berharap ada jalan keluar dari masalah ini tanpa ada yang hatinya terluka."(Doa Nasha)


Setelah sholat subuh nasha bergegas untuk berangkat ke kampus karena ia adalah panitia pelaksana seminar, dengan seminar ini nasha bisa mendapatkan nilai tambahan, selain sebagai panitia ia juga berkesempatan menjadi motivator pengusaha muda sukses. Dan akan ada tamu undangan yang berjaya dibidang ekonomi.


"Bu ayu, saya berangkat ke kampus dulu ya"


"Sarapan dulu mbak biar gak lemes dikampus, dan pas seminar gak laper"


"Gak usah bu, saya buru buru."


Nasha menjawab dengan raut wajah yang sedang memikirkan sesuatu. Dan membuat Bu ayu merasakan kesedihan di wajahnya.



"Mbak, mbak nasha lagi ada masalah ya, ada masalah apa mbak bok ya cerita sama ibu"

__ADS_1


Nasha sudah menganggap bu ayu adalah ibunya sendiri, nasha selalu bercerita tentang masalah yang dihadapinya, tentang masalah ditempat kuliahnya, ia selalu bercerita.


Nasha yang merasa sudah tidak sanggup untuk menahan semua masalah ia pun langsung memeluk tubuh bu ayu dengan sangat erat sambil meneteskan air mata yang sudah membendung di matanya. Ia pun nangis dipelukan Bu ayu.


"Bu...nasha udah gak kuat bu, nasha memang wanita yang bodoh."


"Mbak, mbak nasha kenapa? mbak nasha tenang dulu."


Bu ayu pun menyuruh nasha tenang dan duduk.


"Saya enggak tau harus ngapain, masalah ini masalah yang bener bener rumit buat saya bu, saya bodoh udah ngambil keputusan yang belum tentu bisa nyelesaiin masalah saya"


"Memangnya, masalah mbak nasha apa? sampai sampai mbak nasha gak tau harus ngelakuin apa"


"Mbak nasha yang sabar, enggak semua yang kita inginkan bisa berjalan mulus, pasti semua ada rintangannya dan sebut saja ini tantangan yang harus mbak nasha jalanin. Mbak Nasha gak usah takut tantangan ini gak untuk selamanya, ini cuma sepintas dan akan berakhir dengan cara apapun. Tapi kalau mbak nasha jalanin ini dengan tabah, insyaallah akan ada jalan keluar untuk permasalahan mbak nasha ini. dengan cara yang tidak membuat perasaan siapapun terluka"


"Makasih Bu, saya memang tidak pernah salah untuk menceritakan masalah saya ke Bu ayu"


"Iya sama sama mbak, tapi mbak harus sarapan biar nanti kuliahnya gak lemas, ya"


"Iya Bu, tapi sarapan di kampus ada di bekalin aja bu"

__ADS_1


"Oh iya kalau gitu, tunggu sebentar ya mbak"


Nasha merasa lega sudah menceritakan masalahnya dengan bu ayu, Bu ayu mempunyai segudang jalan keluar yang tidak membuat nasha takut untuk menjalani harinya. Nasha pun terus tersenyum bahagia dengan pendapat bu ayu.



"Ini bekalnya mbak nasha, jangan lupa dimakan ya"


"Iya bu ayu, bu ayu tenang aja nanti aku makan sampai tempat tempatnya"


"Mbak nasha bisa aja"


"hahaha, yaudah aku mau berangkat dulu, takut telat"


"Iya, hati hati nyetirnya ya mbak"


"Iya Bu, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Nasha berangkat menggunakan mobil pribadinya, ia tetap menyetir dengan aman, karena ia tidak ingin terus menerus larut dalam kesedihan, karena ia ingat dengan perkataan mamanya untuk tidak larut dalam kesedihan karena membuat kita menyiksa diri, dan harus bisa melewati nya dengan sabar dan tabah.

__ADS_1


SELANJUTNYA...


__ADS_2