
Selesai mengerjakan skripsi nasha pun merasa lapar dan ia pun menuju dapur untuk memasak makanan.
"Biar saya aja mbak nasha" kata Bu ayu pembantu rumah nasha
"Oh gak usah bu, saya udah lama gak masak, saya udah pengen masak nih. Ee, bu ayu duduk aja biar saya yang masak."
"Tapi saya kan tugasnya disini masak mbak bukan duduk."
"Iya saya tau, tapi emang gak boleh kalau saya mau masak?
"Ee, gak papa si mbak"
"Yaudah bu ayu duduk, biar saya yang masak.
"Iya mbak"
Nasha memang sangat baik dengan siapa pun walau dengan pembantu sekalipun. Setelah selesai masak ia pun segera memakan masakkanya. Setelah itu ia pun segera bersiap siap untuk menunaikan ibadah sholat Magrib. Walau banyak tugas dan pekerjaan nasha tidak lupa untuk menunaikan sholat 5 waktu. selesai sholat nasha bersiap siap untuk tidur karena besok ia harus ke kampus.
"Oh iya, 2 hari lagi kan sidang skripsi berarti gue harus siap siap dari sekarang nih, jangan sampai sidangnya berantakan."
Nasha pun langsung bersiap siap untuk sidang skripsinya 2 hari lagi. Dan disaat nasha ingin mengambil pakaian untuk sidang skripsi, Hp nya berbunyi, dan ternyata yang menelpon adalah erland.
"Halo land, ada apa? tanyanya
"Nash, gue didepan rumah lo nih."
"Ha, depan rumah gue, lo mau ngapain?" nasha pun langsung berjalan menuju jendela kamar
"Ya gue mau ketemu sama lo, boleh kan."
"Yaudah bentar gue keluar, lo tunggu disitu."
"oke"
Nasha pun berjalan menuju pintu rumahnya dan erland sudah ada didepan pintu rumahnya dengan membawa bunga mawar yang indah.
__ADS_1
"Lo ngapain sih malem malem gini kerumah gue?"
"Gue akan jawab pertanyaan lo nanti, sekarang lo ambil dulu bunga dari gue."
Hah (nasha menghela nafas panjang)
"Lo ngapain sih bawa bunga kayak gini, lo kira gue kuburan apa dibawain bunga gini, mawar lagi."
"Lo tau gak sih mawar itu melambangkan cinta dari warna merahnya, ketajaman cinta dari durinya dan ceria dari daunnya."
"Lo ngegombalin gue?"
"Iya, kenapa?
"Gak nyambung tau gak gombalan lo."
"Yakan namanya juga usaha."
"Whatever, yaudah lah, gue kan udah terima bunga dari lo, nah sekarang lo jawab, lo ngapain kesini?"
"Ha? mau ketemu gue aja lo harus dateng kesini bawa bawa bunga, buang buang waktu tau gak?"
"Ya sebenernya gue kesini mau ngomong sesuatu ke lo."
"Mau ngomong apaan?"
"Duduk dulu kali."
"Iya, yaudah mau ngomong apa? jangan lama lama gue udah ngantuk."
"emmm, gue..., eee gue....! Gue sebenernya, gue..."
"Apaan sih gue gue, gue apa? yang bener ngomongnya."
"Lo mau..., lo."
__ADS_1
"Udah ah lama gue masuk aja."
"Eh tunggu dulu gue belum selesai ngomong, 5 menit aja."
"Hah (menghela nafas), lo dari tadi ngomong nya gak jelas gitu, kalo 5 menit lo ngomong masih gak bener gue tinggal masuk ya."
"Iya gue janji gak lama."
"Yaudah apaan?"
"Gue sebenernya...., emmmm gue...!"
Sampai 5 menit kemudian Erland belum juga berbicara. Dan membuat nasha kesal.
"Udah 5 menit, gue masuk."
"Nash, gue suka sama lo!"
Nasha yang sudah berbalik arah menghentikan langkahnya, karena kaget dengan kata kata Erland. Da. berbalik arah ke hadapan Erland
"Erland...., apa maksud lo? apa maksud lo ngomong kayak gitu?"
"Gue gak ada maksud apa apa, gue cuma bermaksud nyatain perasaan gue ke lo, Dan gue harap lo mau jadi pacar gue."
"Land, gue udah nganggap lo sahabat gue dan kenapa lo malah harus ngehancurin itu, gue gak akan mungkin suka sama sahabat gue dan gak akan land. Dan gue minta sama lo untuk enggak bilang itu lagi ke gue."
"Iya, gue minta maaf, gue cuma sahabat yang, yang gak bisa jaga persahabatannya dan gue malah ngehancurin itu, gue minta maaf Nash gue pergi."
"(apa gue terlalu keras bilang itu ke erland, gue jadi merasa bersalah udah ngomong kayak gitu, gue harus kejar Erland, gue harus jelasin maksud gue ngomong kayak gitu. Dalam hati)"
Nasha memang tidak memiliki perasaan sama sekali ke Erland, tapi ia juga tidak ingin menyakiti hati sahabat itu. Nasha memang wanita yang lembut.
SELANJUTNYA...
__ADS_1