
"Maa sangat sedih melihat kelakuan tante nuri ibu boby dan cika yang begitu salah paham padahal mereka tidak memiliki hubungan apa apa tetapi ibu boby begitu merendahkan maa"
Maa yang sedang rebahan dan menangis dan memikirkan kata-kata tante nuri.
Ya ampun mengapa ya masalah ku selalu aja ada ya Tuhan buka lah hati yante nuri dan sadarkan dia bahwa aku tidak punya salah apa apa ujar maa dalam hati sambil menangis tak lama kemudian maa mendapat telpon dari pak boby.
"Tuttutttttttttuttutttttttt..."suara telpon maa bunyi"
Pak boby ngapai dia nelpon aku jawab gak ya nanti kalo aku jawab tante nuri bisa marah tapi kalo gak aku jawab mana tahu ada yang penting "maa bingung harus ngapain"
ya udah lah aku angkat aja ujar maa.
Halo...ada apa pak ujar maa kepada pak boby.
Kamu boleh gak datang ke taman sore ini didekat rumah kamu ada yang ingin saya sampaikan kepada kamu ujar boby kepada maa.
Maaf pak saya tidak bisa kalo memang penting sampaikan saja dari sini pak saya tidak bisa ketemu dengan bapak lagi ujar maa.
Maa aku gak bisa mengatakan dari sini kita harus ketemu ya pokoknya aku tunggu kamu di taman dekat rumah kamu bye sampai ketemu nanti ujar boby dan memutuskan telponan mereka.
Apa apa sih ini aku belum siap ngomong udah di matiin memang dasar cwok sombong egois ujar maa.
"Maa bersiap siap untuk pergi ke taman dengan keadaan ragu dia takut ketahuan dengan mamanya boby"
Ya udah lah lagian aku dah kenyang dengan perkataan mamanya boby jadi aku gak perlu takut lagi ujar maa dalam hati lalu pergi ke taman.
Boby yang bersiap siap ketaman aku yakin maa pasti datang ujar boby dalam hati.
ya udah lah aku pergi aja.
Boby kamu mau kemana ujar mamanya.
Mah boby bukan anak kecil lagi yang harus mama awasin setiap hari boby juga tahu kok mencari jalan boby ujar boby kepada mamanya.
__ADS_1
Mama yakin kamu mau ketemu dengan gadis desa itu kan ujar mama boby.
Mah coba mama jangan pernah merendahkan seseorang walaupun maa itu gadis desa tapi dia cantik baik dan pintar ujar boby kepada mamanya.
Kamu gak usah bela dia di depan mama mama tetap tidak setuju dengan hubungan kalian ujar mamanya boby.
Terserah mama boby pergi dulu"menyalami mamanya laku pergi"
"Maa yang udah nyampe duluan di taman tidak melihat boby dan maa sangat kecewa boby membohongi ya"
Kok pak boby gak ada dia yang ngajak ketemu dia juga gak datang dasar ya lelaki egois seenaknya membuat janji tapi tidak di tepati ujar maa.
Siapa yang tidak menepati janji ini aku datang stop mengatakan aku lelaki egois dan sombong aku itu lelaki baik kamu yang kurang akrab sama aku jadi wajar kalau kamu mengatakan aku sombong ujar boby.
Ya udah sekarang kamu bilang kamu ngapain ngajak aku ketemuan ujar maa.
Ia udah kita duduk dulu disini"mereka pun duduk"maa aku dan cika itu gak ada apa apa kami itu ingin di jodohkan dan aku ingin minta tolong sama kamu mama dan cika berpikir kalo kita pacaran aku mau kamu jadi pacar pura pura aku supaya mama tidak menjodohkan aku Kepada cika ujar boby.
Ok gini aja kamu tidak memiliki pekerjaan dan kamu masih butuh duit untuk keperluan kuliah kamu gimana kalo aku gaji kami sebesar 3 jt perbulan jadi kamu bekerja sama aku dan aku gaji kamu gimana lumayan buat uang saku kamubmasa keperluan kamu kamu harus minta ke tante kamu ujar boby.
"Betul juga aku udah numpang sama tante dan aku gak mungkin minta uang saku ke tante lagi ya udah aku terima aja tawaran pak boby lagian mamanya juga menganggap kami pacaran dan lumanya kerjaanya walaupun begitu susah ujar maa dalam hati"
Ok pak boby aku terima tapi dengan satu syarat aku gak mau terjadi sesuatu dengan aku jika ada yang melakukan kejahatan terhadap aku yang dilakukan cika atau mama pak boby pak boby yang bertanggung jawab ujar maa.
Ok jadi karena kita Udah dil aku ingin kamu besok malam ikut makan malam bersama ku tetapi kamu harus berpenampilan yang sangat cantik dan kamu harus ke salon besok sore aku jemput kamu ujar pak boby.
Ok ujar maa.
Baiklah saya pergi dulu saya harus kekantor ada yang harus saya kerjakan dan satu lagi jangan panggil saya pak boby panggil aja boby ujar boby.
Ia pak boby ehh maksudnya boby ujar maa.
"boby pergi dan meninggalkan maa sendiri di taman itu"
__ADS_1
Aku bingung apakah aku bisa melawan tante nuri dan cika tapi aku butuh uang untuk biaya hidup aku ya udah lah aku pasti kuat ujar maa lalu pergi meninggalkan taman itu dan pergi ke toko kue tante ya.
"Sesampainya di toko kue maa Melihat tantenya sedih"
Tante kamu kenapa tante kok sedih gini tante Kenapa mbak d ujar maa.
Tante dah tahu siapa yang udah buat toko kue tante jadi sepi ujar tante susan.
Siapa tante? tanya maa.
Windi musuh tante mulai SMA dia dari dulu sampai sekarang suka sekali mencari masalah sama tante padahal dulu dia sudah merebut pacar tante dan sekarang dia menghancurkan bisnis tante ujar susan sangat sedih sambil menangis.
Yang sabar tante kita tetap harus kuat biarin mereka melakukan kejahatan kepada kita dan kita gak perlu membalas kejahatan mereka ujar maa.
Ia kamu betul kita tidak perlu membalas dendam kepada orang yang telah melakukan kejahatan kepada kita karena balas dendam tidak akan ada ujungnya ujar tante susan.
Oh ia kamu bantu bantu di dapur saja ya maa biar tante yang di depan melayani kamu juga capek baru pulang kuliah ujar tante susan.
Ia udah maa kebelakang dulu ya ujar maa kepada tante susan laku pergi ke dapur.
Maa di dapur bersama siska yang sedang memasak kue.
mbak... boleh nanya gak? ujar maa kepada mbak siska.
Boleh nanya apa ujar mbak siska.
Windi itu siapa sih? tanya maa.
Windi itu musuh tante kamu waktu SMA sampai sekarang udah ahk..gak mau bahas masalah orang takut dosa mbak kerja dulu ujar mbak siska.
Aku jadi penasaran aku akan cari tahu siapa windi dan mengapa dia masih sampai saat ini menjadi musuh tante susan ujar maa dalam hati.
Bersambung~
__ADS_1