
"Pagi harinya susan berangkat lebih pagi dan dia ingin menemui windi dan ingin menyelesaikan masalahnya dan dia ingin memberitahukan bahwa dia tidak jadi menikah karena calon suaminya meninggal dunia karena kecelakaan dan dia memutuskan untuk tidak mencari pasangan hidup lagi"
Maa tante duluan pergi yah ujar susan kepada keponakannya.
Ia tante lagian maa juga mau berangkat kuliah ujar maa trima kasih ya Tuhan tante ku sekarang udah kembali tersenyum dan semangat ya kembali lagi ujar maa dalam hati.
"Susan pergi dan ingin ketemu dengan windi mereka udah janjian di kafe"
Sesampainya di kafe~
Akhirnya kamu datang juga susan aku udah lama banget tidak bertemu dengan mu tapi sayang aku juga tidak mau ketemu dengan orang yang udah menikung aku dan pergi menikah diam diam dan itu sahabat aku sendiri ujar windi dengan marah.
Windi kamu salah paham bukan aku yang menikungmu mas fajar tidak pernah mencintai mu dan aku dengan mas fajar tidak jadi menikah ujar susan.
Tidak jadi menikah"Windi tertawa terbahak-bahak dan sambil mengeluarkan air matanya" syukur lah dan mas fajar sadar bahwa kamu itu tidak pantas dengannya dan yang pantas itu aku oh ya sekarang dimana tempat tinggal mas fajar? tanya windi.
Mas...fajar..."Susan menangis dan tidak sanggup menahan air matanya" ujar susan.
Dimana mas fajar malah nangis aku ingin bertemu dengannya dan aku ingin beritahu bahwa aku siap menikah dengannya karena kalian gagal menikah ujar windi dengan senang.
Mas fajar udah meninggal tiga tahun yang lalu saat kami mau menikah ujar susan dengan sedih sambil mengeluarkan air matanya.
Kamu... pasti bohong supaya aku dan mas fajar gak ketemu dan kamu bilang mas fajar meninggal Kenapa kamu setega ini susan sama aku ujar windi sambil menangis tidak terima mas fajar meninggal.
Ayok ikut aku ujar susan.
"Susan membawa windi ke tempat dimana fajar di makam kan agar windi bisa terima kepergian fajar dan susan mau setelah windi mengerti dan mereka bisa sahabatan lagi"
Windi disinilah fajar sekarang tinggal dan kamu harus bisa menerima kepergian fajar ujar susan.
Fajar.... kenapa kamu meninggalkan aku aku tahu kamu tidak pernah mencintai aku setidaknya kamu menghargai perjuangan dan perasaan aku ujar windi dalam hati.
Pasti kamu yang udah membunuh fajar ia kan ngaku kamu ujar windi yang menuduh susan membunuh fajar.
__ADS_1
Windi...kamu keterlaluan banget bicara seperti itu aku tidak mungkin membunuh calon suami aku ujar susan dengan tegas.
Dan aku gak percaya dan Kenapa mas fajar secepat ini meninggalkan, ujar Windi.
Dulu~
Sebelum mas fajar berangkat kerja,dia ingin singgah ke rumah aku tetapi aku udah berangkat kerja dan mas fajar ingin mengejar ku dan mas fajar menabrak truk tangki padahal pernikahan kami tiga hari lagi ujar susan.
Dan sampai sekarang aku belum bisa melupakan mas fajar dan aku belum menemukan jodohku, ujar susan.
Dan aku tetap tidak memaafkan mu karena kamu tetap menikungku dari belakang ujar windi dan windi tidak mau memaafkan sahabat ya itu lalu pergi meninggalkan Susan sendiri di makam ya fajar.
"Susan menangis sekencang-kencangnya dan ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya tetapi dia berpikir lagi untuk bangkit dia tidak bisa seperti orang lemah dan dia tetap semangat dan akan membuktikan pada windi bahwa tuduhannya itu salah"
Windi kamu memang keterlaluan dan tidak mau mendengarkan aku ok aku juga akan buktikan kepada kamu bahwa aku bisa hidup walaupun teror mu selalu ada dan membuat usaha ku bangkrut dan aku akan bangkit lagi ujar susan dengan tegar.
"Susan meninggalkan makam dan kembali ke rumah dan ia ingin ketemu dengan maa dan dia akan membuka usaha baru bersama keponakannya"
Sesampainya di rumah~
"Maa langsung bergegas untuk membuka pintu"
Tante dah pulang dari mana saja tante? tanya maa kepada tantenya.
Sini kamu duduk disini ujar susan ingin mengatakan sesuatu kepada maa.
"Maa duduk di samping susan"
Tante ingin membuka usaha baru lagi dan walaupun windi datang dan menghancurkan usaha tante tante gak akan peduli karena tante yakin suatu saat dia pasti bosan karena aku gak mau sedih terus menerus dan aku akan kembali bangkit lagi, ujar susan kepada maa.
Maa sangat senang dan bahagia mendengar tante mau bangkit lagi dan membuka usaha baru lagi maa yakin tante windi juga sadar bahwa apa yang dia lakukan itu sebenarnya salah dan aku akan membantu tante membuka usaha baru tante ujar maa.
Tante senang banget memiliki keponakan yang begitu perhatian sama tante dan kamu harus bagus kuliah supaya bisa membanggakan orang tua kamu di kampung, ujar susan.
__ADS_1
Pasti tante ujar maa "sambil memeluk susan dan susan membalas pelukan maa dan merasa seperti punya anak sendiri".
keesokan harinya~
Keponakan windi datang kerumahnya dengan keadaan sedih dan pura pura menangis supaya windi iba melihat cika dan mau membantu cika untuk menjauhkan maa dengan boby.
Tuktuktuktuk...tante...buka pintunya tan...ini cika ujar cika teriak teriak memanggil windi.
"Windi membuka pintu dan melihat tamunya adalah cika dan windi menembak pasti mau minta bantuan giliran minta bantuan datang giliran senang gak pernah mengigat tantenya pas susahnya datang ujar windi dalam hati dan sifat Windi dan cika tidak beda jauh datang hanya saat perlunya saja"
Loh...kok kamu menangis cika ujar Windi.
Tante... cika memeluk tantenya dan mengeluarkan air matanya untuk mencari perhatian tante windi.
Ayok kita masuk dulu kedalam ujar windi.
dan Windi membawa cika keruang tamu untuk cerita Kenapa dia menagis sampai datang ke sini.
Kamu kenapa Cika? tanya Windi.
Tante boby tidak mencintai aku karena gadis desa itu tantenujar cika.
dan gadis desa itu menikungku dan boby tidak mau lagi bersama ku tante ujar cika pura pura menangis.
Cika persoalan cinta kamu sama seperti cinta tante dan aku akan bantu kamu menyingkirkan gadis desa murahan itu ujar windi. Dia tidak tahu bermain main dengan siapa kalay boleh tahu siapa nama gadis itu? tanya Windi kepada keponakannya yang sama licik seperti dia.
Maa suryanto itu namanya tante dan dia kuliah jurusan arsitek orangnya cantik sih tante dan pintar dan dia mendapatkan beasiswa di kampus karena dia sangat pintar ujar cika.
tante tidak peduli dia seperti apa tetapi dia sekarang musuhku dan akan ku musnahkan ujar Windi dan aku akan menerornya.
Terima kasih tante cika senang karena windi mau membantunya.
"Cika yang sangat licik yang tidak beda jauh dengan tantenya tertawa terbahak-bahak karena dia menemukan orang yang akan menghancurkan maa"
__ADS_1
Bersambung~