Cinta Dara Muda

Cinta Dara Muda
Ketemuan.


__ADS_3

Rara yang masih terlelap tiba-tiba terbangun saat mendengar bunyi dering ponselnya yang cukup menusuk telinga, karena Rara meletakkan ponselnya cukup dekat dengan telinganya.


Rara mengucek matanya dan mengambil ponsel itu, saat hendak menjawab panggilan di ponselnya, tiba-tiba ponselnya mati, panggilan itu berakhir.


"Nomor siapa ini?" Rara cukup bingung karena ada nomor baru yang masuk ke dalam ponselnya.


Rara kembali meletakkan ponselnya, dan lagi-lagi ponsel itu berdering, tapi kali ini deringan dari sebuah pesan di terima.


Rara membuka pesan itu dan membacanya.


"Hai.." isi pesan itu.


"Siapa ini?" Rara menjawab pesan itu.


"Aku Indra, anak SATURNUS"


"Oh.. Dapet nomorku dari Tari ya?"


"Iya, kamu siapa?"


"Tanya aja sama Tari"


"Rara kan, aku udah tahu"


"Kalo udah tahu, kenapa nanya?"


"Hihi.."


Rara dan Indra melanjutkan chating-an mereka, tidak terasa hari sudah menjelang maghrib, Rara turun dari tempat tidurnya dan bersiap mengambil wudhu untuk segera melaksanakan sholat.


Setelah sholat, seluruh anggota keluarga makan malam bersama, menu makan malam hari ini cukup menggugah selera, ada sayur asam, ikan bakar dan sambal. Semua dengan lahap menyantap makanan yang di hidangkan.


Hari sudah semakin malam, semua anggota keluarga kembali ke kamar masing-masing untuk tidur, sementara Rara kembali berbalas pesan dengan Indra.


"Besok ketemuan yuk?" isi pesan Indra.


"Dimana?" jawab Rara.


"Terserah kamu aja"


"Ya udah, nanti aku kirim alamatnya"


"Oke.. Jam 11 ya"


"Emang kamu enggak sekolah?"

__ADS_1


"Enggak, bolos sehari enggak papa lah hehe"


"Hihh.."


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 00.00, Rara menyudahi chat mereka dan langsung terlelap dalam tidur.


Hari sudah pagi, Rara sudah mandi dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah, tugas yang selalu di kerjakan Rara saat pulang sekolah sewaktu masih duduk di sekolah dasar, kini sudah tidak lagi dilakukan, karena tetangga yang selalu memberi pekerjaan sekarang sudah pindah rumah.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.30, Rara bersiap-siap dengan berangkat kesekolah.


"Baru jam segini Ra, kamu udah mau berangkat?" tanya ibu Rara.


"Iya bu, Rara mau mampir ke rumah temen dulu, sekalian jemput Ana"


"Oh.. Ya sudah kalo gitu, hati-hati ya"


Rara berpamitan dan mencium punggung tangan ibunya, Rara menjemput Ana, hari ini Ana sudah sehat dan bisa kembali kesekolah. Ana sudah tahu kalau Rara ingin bertemu dengan Indra, karena sebelumnya Rara sudah mengirim pesan kepada Ana.


Mereka berangkat bersama, tiba-tiba ponsel Rara berdering, itu pesan dari Indra yang sudah sampai di tempat yang di tentukan, Rara, Ana dan Mia langsung menuju tempat tujuan.


Terlihat dua orang cowok, yang satu memakai seragam sekolah, sedangkan yang satu lagi memakai baju biasa sedang duduk diatas motornya yang berwarna merah.


Melihat tiga orang cewek sedang berjalan ke arah mereka, dua cowok itu menghampirinya, dan ternyata benar, cowok yang memakai seragam sekolah itu adalah Indra. Indra tidak terlihat rapi, bajunya terlihat sedikit kotor.


"Iya, aku abis main bola tadi"


"Oh.."


Indra mempunyai tubuh yang bisa di bilang mungil untuk seorang lelaki, kulitnya putih, dan memiliki tahi lalat di atas bibirnya.


"Wih.. kalian jodoh nih, sama-sama punya tahi lalat di atas bibir" ucap Ebi, teman Indra.


"Ah.. Masih kecil udah ngomongin jodoh" jawab Indra.


Setelah pertemuan itu, Rara, Ana dan Mia berpamitan, karena mereka harus berangkat sekolah, Indra dan Ebi pun pulang.


"Dia ganteng juga Ra," ucap Ana.


"Iya, terus? mau diapain?" jawab Rara.


"Jadianlah" sahut Mia.


"Nanti donk, jual mahal dulu haha"


Mereka sampai disekolah, tiba-tiba Tika menghampiri Rara dan menyampaikan salam balasan dari Hendi. Rara merasa cukup senang, lampu hijau sudah akan menyala untuknya mendekati Hendi.

__ADS_1


Tapi semua tidak berjalan mulus, salam balasan itu hanya terjadi satu kali, dan Rara memdengar kabar kalau Hendi sudah punya pacar, Rara sedikit kecewa, tapi mau bagaimana, mungkin Rara bukan tipe cewek yang disukai Hendi.


Rara masih menjalani hubungan pertemanan dengan Indra, hingga suatu hari Indra mengungkapkan perasaannya, Rara dan Indra pun pacaran.


Tapi lagi-lagi hubungan itu hanya sebentar, maklum masih anak sekolah, sehingga hubungan putus nyambung adalah hal biasa buat anak seumur mereka.


Setelah hubungan mereka putus, tapi tali pertemanan masih mereka jalani, Rara menganggap mantan kekasih bukanlah musuh, terutama jika hubungan mereka berakhir secara baik-baik.


Lagi-lagi Rara memiliki kekasih, seorang anak SMK yang cukup tampan parasnya, namanya Rama. Rara dan Rama menjalin hubungan yanh cukup lama dibanding dengan kekasih Rara yang lain, Rama yang sikapnya sedikit lebih dewasa bisa membuat Rara nyaman.


Rama sering mengajak Rara berkencan, walaupun bukan kencan yang mewah seperti dalam film, tapi itu sudah membuat Rara bahagia, berbeda saat Rara menjalani hubungan dengan Agung dan Indra, mereka hanya bertemu disekolah saja, sementara Indra selalu mementingkan berkumpul dengan teman-temannya saja.


Malam ini Rama mengajak Rara pergi ke sebuah taman hiburan, disana teman-teman Rama sudah menunggu dengan pasangan masing-masing, Rama memiliki teman seorang pembalap, dan malam ini adalah perlombaan bagi temannya itu.


Mereka menikmati udara dingin malam itu, Rara sangat senang bisa melihat balapan motor secara langsung, Rama tersenyum melihat tingkah Rara yang masih ke kanakan itu.


"Kenapa kamu liat aku kaya gitu sih?" Rara menundukan kepala nya saat melihat Rama yang terus memandanginya.


"Kamu cantik ya, coba lepas ikatan rambut kamu, pasti lebih cantik" jawab Rama sedikit merayu.


Tangan Rama mengelus kepala Rara, dia menyentuh ikatan rambut Rara dan melepasnya hingga membuat rambut panjang Rara terurai indah.


"Nah kan, lebih cantik" puji Rama.


Rama masih memandang wajah Rara, dan wajahnya semakin mendekat ke wajah Rara, mata Rara terbelalak dan mulai berfikir yang aneh-aneh.


"Aduh... Mau apa dia, kenapa wajahnya semakin dekat" guman Rara dalam hati.


Wajah Rama semakin mendekat, bibirnya sedikit maju hendak mendarat di bibir Rara, melihat hal itu, Rara memalingkan wajahnya dan Rama merasa terkejut.


"Kamu kenapa sih?" ucap Rama.


"Jangan gitu donk, aku kan masih kecil hihi.." Rara tersenyum.


Rama pun ikut tersenyum, dia mengusap kepala Rara dengan lembut, akhirnya mereka kembali fokus pada balapan yang ada di depannya.


Malam semakin larut, Rama segera mengantar Rara pulang.


"Kamu enggak mampir dulu" ucap Rara.


"Enggak usah, udah malem, enggak enak sama ibu kamu"


"Oh ya udah, hati-hati ya"


Rama menghidupkan mesin motornya dan segera pergi meninggalkan Rara, Rara menatapnya sampai Rama sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2