Cinta Dara Muda

Cinta Dara Muda
Bintang jatuh.


__ADS_3

Malam ini, Rara sudah membuat janji akan pergi bersama Abdi, Rara yang hanya gadis biasa mengenakan pakaian seadanya yang cocok dengan gayanya yang masih ABG.


Jam 8 malam, Abdi datang menjemput Rara, Tidak lupa Abdi meminta izin dan berpamitan kepada kedua orang tua Rara.


Mereka pergi menggunakan sepeda motor, dalam perjalanan mereka saling bicara dan mengobrol.


"Kita mau kemana dek?" tanya Abdi.


"Apa?"


"Kita mau kemana?"


"Enggak tahu, terserah kakak aja"


"Hm, ke rumah saudara kakak aja ya?"


"Iya, terserah kakak aja"


Abdi melajukan motor nya menuju rumah saudaranya yang bernama Bambang, Bambang sudah cukup dewasa bahkan sudah memiliki keluarga, tapi Rara tidak canggung untuk bergaul dengan siapa saja.


"Dek, di belakang rumah mas Bambang ada laut lho, kamu mau kesana enggak?" tanya Abdi ketika mereka sudah sampai di rumah Bambang.


"Ke laut? malem-malem begini?"


"Iya, enggak papa, deket kok"


Akhirnya Rara menyetujui, mereka pun pergi ke laut itu dengan berjalan kaki, karena jarak yang cukup dekat mereka tidak perlu menggunakan kendaraan.


Setelah sampai di laut, mereka duduk di tepi pantai, pemandangan malam itu sungguh indah, udara yang cukup dingin dan suara angsa yang ber-keok terdengar begitu indah bagai alunan musik.


Mereka saling memandang ke langit, langit malam itu sangat cerah dengan banyak bintang dan bulan yang bersinar terang.


Abdi memberanikan diri menggenggam tangan Rara, Rara sangat terkejut dan hendak melepaskan genggaman itu tapi Abdi menahannya.


"Dek, kakak mau ngomong sama adek"


"Ngomong apa kak?"


"Kita kan udah kenal lumayan lama, kakak juga udah kenal keluarga adek, sekarang kakak mau tanya sama adek, adek mau enggak jadi pacar kakak?"


Untuk sebentar Rara terdiam, dia tidak menjawab apapun pertanyaan Abdi.


"Dek"


"Eh iya, emm emang kakak beneran mau sama adek, adek masih SMP lho kak?"


"Hm, emang kenapa? bagi kakak adek udah dewasa kok"


Tidak lama, akhirnya Rara memberikan jawaban.

__ADS_1


"Iya, adek mau"


Abdi merasa sangat bahagia, di tengah kebahagiaan mereka itu tiba-tiba terlihat bintang jatuh, menambah suasana yang sangat romantis itu semakin indah.


*Hei hei


tau enggak sih, bintang jatuh ini terinspirasi dari pengalaman author sendiri lho, author mau berbagi aja sama para readers, kalo pengalaman seperti itu enggak cuma ada di drama dan film-film aja lho.. hihi...


Kini mereka resmi menjalin hubungan, hubungan kali ini membuat Rara tidak mudah dekat lelaki lain, karena ternyata Abdi begitu posesif dan pencemburu.


Terkadang Rara merasa lelah dengan hubungannya dengan Abdi, tapi Rara tidak akan mudah memutuskan hubungan itu, karena Rara sangat menyayangi Abdi.


Hingga suatu hari, Abdi semakin posesif bahkan saat sedang bersama ponsel Rara berdering dan ternyata sebuah pesan dari teman laki-laki Rara, Abdi langsung mengambil ponsel itu dan menelepon si pengirim pesaan.


Abdi marah kepada lelaki itu bahkan sampai mengancamnya, Rara sangat kesal denga kelakuan Abdi, sifat Abdi yang seperti itu membuat Rara harus kehilangan banyak teman.


"Kak, kenapa sih kakak posesif banget sama aku, mereka itu temen aku kak" ucap Rara kesal.


"Aku enggak mau ya dek kamu deket-deket sama cowok laen"


"Tapi mereka kan cuma temen, Rara malu kak waktu di sekolah mereka selalu nyinggung Rara"


Abdi diam sejenak, dia menatap wajah Rara yang rupanya benar-benar sangat kesal kepadanya.


"Maafin kakak ya dek, kakak janji enggak akan kaya gitu lagi"


***


Esoknya, di sekolah.


Rara berangkat sekolah bersama Mia dan Ana, dalam perjalanan mereka saling berbagi cerita satu sama lain, Mia menceritakan tentang pacar barunya, Ana menceritakan kalau dia sedang menyukai teman sekelas mereka, dan Rara dia bercerita tentang romantisnya saat dia dan Abdi meresmikan hubungan mereka.


"Ah, so sweet amat Ra, kaya sinetron aja" ucap Ana.


"Iih serius tahu, enggak percaya banget"


"Iya-iya percaya kok sama Rara mah, Rara kan enggak bisa di tentang"


Mereka tertawa bersama,


Masa remaja di bangku SMP memang sangat mengesankan buat mereka.


Setelah sampai sekolah, mereka masuk kedalam kelas dan duduk di bangku masing-masing, mereka tertawa bersama teman-teman yang lain, anak laki-laki memainkan gitar yang mereka bawa di dalam kelas, sementara anak perempuan hanya mengobrol tentang pacar masing-masing.


Tapi lain dengan Ana, dia terlihat sangat murung dan sedih, melihat hal itu, Rara, Mia, Tari dan Mei segera mendekatinya.


"Ana, kamu kenapa?" tanya Tari.


Ana hanya terdiam.

__ADS_1


"Na, cerita dong sama kita, kamu kenapa?"


Akhirnya Ana mau menjawab pertanyaan mereka.


"Kalian tahu enggak sih, sebenernya aku ini udah jadian sama Ivan"


"Apa?!!" mereka terkejut bersamaan.


"Kok bisa, bukannya Ivan pacaran sama Ati?"


"Iya, aku jadi yang kedua, Ivan bilang aku harus sabar sampe dia sama Ati putus" jawab Ana.


"Ya ampun, jadi kamu jadi yang kedua maksudnya?" tanya Tari.


(Saat itu belum ada istilah pelakor ya readers, karena peristiwa ini di gambarkan pada tahun 2009).


Ana hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Tari.


"Ya udah sabar ya Na, kita enggak akan bilang siapa-siapa kok" ucap mereka bersamaan.


Ana terlihat tenang, karena dia bisa berbagi masalahnya dengan teman-temannya.


Beberapa hari kemudian.


Mereka kembali bersekolah, Tari kembali menanyakan perihal hubungan Ana dan Ivan, tapi jawaban Ana masih sama, kalau Ivan masih berhubungan dengan Ati.


Tari sangat kesal dengan jawaban Ana, terlebih lagi saat Tari melihat Ivan sedang duduk berdua bersama Ati.


"Cowok kok sok ganteng banget sih, enggak mikir perasaan orang laen" ucap Tari menyindiri Ivan.


Ivan dan Ati melihat ke arah mereka, tapi Ivan hanya tersenyum seolah tidak bersalah, begitu juga dengan Ati, dia hanya tersenyum karena tidak mengerti apa maksud dari perkataan Tari.


Jam istirahat tiba, Ivan berencana mengajak Ana bertemu di belakang sekolah, Ana dan Ivan bertemu disana, mereka tidak tahu kalau Rara, Mia, Tari dan Mei sedang membuntuti mereka.


"Na, kok kamu bilang-bilang sih sama mereka kalo kita pacaran?" tanya Ivan.


"Emang kenapa? aku capek Van jadi yang kedua" jawab Ana.


"Sabar kenapa sih, cewek kok enggak sabaran" jawab Ivan kesal dan pergi meninggalkan Ana.


Saat hendak masuk kelas, Ivan terkejut melihat ada empat orang sahabat Ana yang sedang berdiri di hadapannya.


"Cowok enggak malu banget ya, daripada gitu mending putusin Ana" ucap Tari.


"Iya, sok ganteng" lanjut Mei.


"Dasar cowok enggak bener" sahut Mia.


Sementara Rara hanya diam, dia menghampiri Ana yang masih berdiri di tempat, Ivan tidak menjawab kata-kata mereka dan pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2