Cinta Dara Muda

Cinta Dara Muda
Kenalan baru.


__ADS_3

Malam hari Rara pergi mengaji bersama Ana, sementara Mia mengaji di tempat lain. Rara sedang dekat dengan lelaki satu pengajian dengannya, namanya Robby, sama dengan nama teman Agung.


Robby orang yang biasa saja, tidak tampan, tidak putih, tapi sangat baik, suaranya lembut dan pandai mengaji, membuat Rara cukup nyaman jika mengobrol dengannya.


"Cie.. pacaran ya?" ejek Mei yang satu pengajian dengan Rara.


"Belum" jawab Rara.


"Belum? wih berarti ada harapan nih?" ejek Tari juga.


"Kamu suka sama Robby Ra? jelek gitu?" tanya Mei yang memang suka menghina orang.


"Iih jangan gitu, enggak boleh" jawab Rara.


"Iya-iya yang ngebelain calon pacar" Lagi-lagi Mei mengejek.


Sudah jam setengah 9 malam, semua sudah selesai mengaji dan kembali kerumah masing-masing.


Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Rio teman satu pengajian Rara datang menghampirinya dan sangat mengganggu Rara, Robby melihat hal itu dan mendekatinya.


"Ngapai yo, enggak usah gangguin cewek" ucap Robby sambil memegang bahu Rio.


Sebenarnya Rara tahu, kalau Rio suka kepadanya, walaupun sudah berkali-kali di tolak, tapi Rio selalu mendekatinya tanpa rasa canggung.


"Apa sih bi, gue mau nganter Rara pulang" jawab Rio.


"Enggak usah, loe pulang sama gue aja" jawab Robby sambil menatap Rara dan tersenyum.


Akhirnya Rara bebas dari Rio karena bantuan Robby, Rara cukup tenang kembali kerumahnya.


Dalam perjalanan.


"Loe kenapa sih bi, loe suka sama Rara ya?" tanya Rio yang berjalan bersama Robby.


"Sok tahu loe ini, loe kali yang suka sama Rara" jawab Robby.


"Emang iya gue suka sama Rara, tapi dia enggak mau sama gue"


"Haha, sukurin" Robby menjitak kepala Rio yang tubuhnya lebih pendek darinya.


*****


Rara sudah sampai dirumah, tiba-tiba ponselnya kembali berdering, Rara membuka pesan itu, lagi-lagi dari nomor tidak di kenal, Rara meladeni pesan itu dan mulai berkenalan dengannya.


Beberapa hari yang lalu, Rara putus dengan pacarnya, karena ternyata pacarnya berselingkuh dengan orang terdekat Rara, tapi fikiran Rara masih anak-anak hingga tidak begitu peduli dengan hubungan mereka.


Laki-laki kenalan baru Rara bernama Abdi, Abdi duduk di kelas 3 SMK, tapi fikirannya sudah cukup dewasa, hingga suatu hari Abdi mengajak Rara bertemu.


Rara menyetujuinya, sekarang Rara sedang dekat dengan dua orang laki-laki, entah siapa yang akan dipilih Rara.

__ADS_1


***


Besoknya Rara mendapat pesan dari Robby yang mengajaknya untuk pergi saat hari libur.


Rara menerima tawaran Robby, karena Robby bilang akan mengatakan hal penting kepada Rara, rasa penasaran itulah yang membuat Rara mau pergi bersama Robby.


Hari minggu tiba, Robby menjemput Rara di depan gang rumahnya, Robby tidak berani datang kerumah Rara karena belum ada kepastian tentang hubungan mereka.


Robby membawa Rara ke tempat yang biasa Rara kunjungi dengan Rama, disana Rara dan Robby memakan jagung bakar, suasana ramai membuat mereka tidak nyaman untuk bicara.


Robby mengajak Rara berpindah tempat, disana Rara masih menunggu apa yang akan di katakan Robby, tapi ternyata Robby hanya diam, sesekali hanya tersenyum.


Hari sudah sore, Rara meminta Robby untuk mengantarnya pulang, dalam perjalanan pulang, tiba-tiba hujan turun, Mereka berteduh di sebuah bengkel yang kosong karena sudah di tutup oleh pemiliknya.


Mereka duduk di kursi yang ada disana, Rara merasa sangat kedinginan, seketika Robby menggenggam tangan Rara, hati Rara terasa berdebar, berharap Robby akan mengatakan isi hatinya, karena Rara juga sudah menyukai Robby.


Sampai hujan reda, nyatanya Robby tidak mengatakan apa-apa, dan mereka kembali kerumah masing-masing.


*****


Setelah beberapa hari sejak hari itu, Rara mulai menjauh dari Robby, Rara sangat kesal karena Robby hanya menggantung hubungan mereka yang tidak jelas.


Malam hari, Rara berjanji akan bertemu dengan Abdi, Rara datang bersama Ana, sementara Abdi datang bersama temannya bernama Iyan.


Mereka berbincang seperti orang yang sudah kenal cukup lama, dari kejauhan Robby melihat hal itu, tapi dia pergi begitu saja.


Esok malamnya Rara pergi mengaji bersama Ana, sepulang mengaji Rara mengajak Rara bertemu di suatu tempat, Rara menyetujuinya dan datang bersama Ana.


"Emang kenapa?" Rara balik bertanya.


"Enggak papa sih, nanya aja"


"Oh, iya lah punya cowok, yang aku tungguin enggak peka sih" jawab Rara.


Robby hanya terdiam mendengar jawaban Rara, dia tersenyum dan memberi selamat kepada Rara.


Setelah Robby pergi, Mei dan Tari datang menghampiri mereka.


"Ra, kamu udah jadian sama Robby? cie cie.." ejek Mei.


"Pacaran apanya, dia itu enggak jelas, aku kesel tahu" jawab Rara sewot.


Tari dan Mei terlihat bingung mendengar jawaban Rara, Rara mengerti kebingungan mereka, dan mulai menceritakan kejadian kepada mereka.


"Ih, Robby itu nyebelin ya, bukannya ngomong malah diem aja" ucap Tari.


"Biarin aja, mungkin emang dia enggak suka sama aku" jawab Rara.


Merekapun memisahkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah Rara mulai kembali berbalas pesan dengan Wahyu, Rara suka terhadap sifat Wahyu, begitu juga dengan Abdi.

__ADS_1


Rara semakin dekat dengan Abdi, bahkan Abdi berani datang kerumahnya dan akrab dengan keluarga Rara.


Sepertinya Abdi mulai menyukai Rara, tapi Abdi bukan orang yang terburu-buru dalam mengambil keputusan, Abdi masih ingin melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan Rara.


Rara juga demikian, kali ini Rara bersikap sabar menunggu Abdi, Rara tidak terburu-buru untuk mencari pengganti Abdi, mereka saling sabar dan menunggu.


Disekolah.


Hari ini Rara kesekolah bersama Mia dan Ana, Mia bercerita kalau dia sudah putus dengan Rizal, Mia bercerita kepada Rizal kalau kekasihnya datang dan memarahinya.


"Bagus kalo gitu Mi, jangan mau sama cowok kaya gitu, apalagi ada ceweknya yang gila" ucap Rara.


"Iya Ra, sekarang aku lagi deket lagi sama cowok laen" Mia nyengir.


"Ya udah, semoga cowok yang baru baik ya, aku juga sama lagi deket sama cowok laen hihi".


Tiba-tiba Agung datang dan menyela obrolan mereka.


"Kamu udah punya cowok lagi Ra?"


"Iya, emang kenapa?"


"Cepet amat, playgirl kamu ini?" ucap Agung sedikit kesal.


"Hi, kamu itu yang playboy, temen aku aja kamu deketin?"


Agung terkejut mendengar ucapan Rara dan mencoba mengelak.


"Maksudnya apa?" tanya Agung.


"Ana udah cerita kali kalo kamu deketin dia, iya kan?"


Agung tersenyum mendengar pertanyaan Rara.


"Haha, cemburu ya?"


"Ih, enak aja ngapain cemburu sama kamu, kamu itu kasian, Ana nolak kamu kan?"


Seketika Agung terdiam dan pergi meninggalkan Rara dan Mia didalam kelas, Agung melihat Ana yang sedang berada di kantin bersama Mei dan Tari.


"Na, kamu kok cerita sih kalo aku nembak kamu?"


Ana tersenyum mendengar pertanyaan Agung.


"Iya lah cerita, kamu kan mantan dia, aku enggak enaklah kalo ngambil mantan dia, makanya aku cerita" jawab Ana.


"Tapi kok kamu juga bilang, kalo kamu nolak aku?"


"Emang kenapa sih, gitu aja repot, yuk Tari, Mei, pergi" Ana, Tari dan Mei segera keluar dari kantin.

__ADS_1


Sementara Agung hanya melihatnya dari jauh tanpa berkata apa-apa lagi.


__ADS_2