
Setelah mengantar Nissa kembali ke rumah Arga arfa dan Dewa langsung pulang ke hotel mereka melakukan meeting zoom di kamar Arga 1 jam kemudian meeting pun selesai.
"Gw ga bisa lama-lama tinggal disini banyak kerjaan yang harus gw urus besok gw balik ke Jakarta salah satu di antara lu harus ada yang stay disini untuk memantau proyek disini" ujar Arga dengan tegas.
"kalau gitu gw butuh satu staf yang bisa bantu gw disini, gimana kalau Nisa aja yang jadi staf gw yakin dia bisa bantu daripada nongkrong di warung sambil nunggu wisuda"arfa tampak bersemangat mempromosikan Nissa..
" mau lu aja pengen deket-deket sama dia"ujar Dewa sambil menimpuk Arfa dengan bantal soffa
"berisik lu berdua...terserah deh gimana lu aja atur gimana baiknya gw mau semuanya berjalan sesuai rencana, ya udah lu berdua balik ke kamar masing-masing ngapain juga masih disini gw mau istirahat"
"bentar donk baru juga jam berapa...ngomongin Nisa serius lu ga ada niat buat deketin dia?
" gw bukan tipe cowok gampang jatuh cinta gw akui dia cantik manis ya sekedar itu aja ga lebih lagian gw masih belum bisa membuka hati gw buat siapapun hati gw masih terlalu sakit mungkin ada rasa trauma, dalam pandangan gw cewek itu semua sama"tampak Arga melamun menerawang sosok seseorang yang sudah mengkhianatinya.
"move on dong bro jangan samakan Nisa kaya dia gw percaya Nisa wanita baik-baik sholeh dan jiwa sosialnya tinggi walaupun dia bukan orang berada tapi dia suka berbagi menolong itu nilai plusnya"
"kalau lu suka kenapa ga lu pacarin dia" Arga merasa kesal kepada Arfa dia tahu Arfa dan Dewa sedang berusaha mendekatkan dia dan Nisa..
"ahh dasar ****** lu.. udah gw cabut ke kamar, WA lu nasehatin tuh si ****** bilang sama dia moveon"
Arfa pun beranjak pergi dengan muka kesal
"kenapa dia.. marah-marah ga jelas" ucap Arga dengan wajah tanpa dosa
"lagi dapet kali,, udah ah gw juga cabut mau istirahat sampe berbusa gw nasehatin lu juga percuma ga akan masuk intinya lu moveon ga,, masih banyak cewek baik di luar sana" Dewa pun akhirnya pergi ke kamarnya.
Di dalam kamar Arga tampak merenung bukan ia tidak menyadari kalau kedua sahabatnya sedang mendekatkan dirinya dengan Nissa hanya saja perasaanya masih belum bisa moveon dari masa lalunya, hatinya terlalu sakit bila mengingat cinta di masa lalunya di khianati oleh orang yang sangat di cintainya, ia hanya membentengi dirinya agar tidak merasakan lagi sakit di hatinya.
Pagi itu Arfa sudah berada di rumah Nissa setelah ia menghubungi Nisa menawari pekerjaan freelance sembari menunggu wisuda dan tawaran itupun bersambut dari Nissa.
"maaf pagi-pagi udah nongkrong disini banyak kerjaan yang harus kita selesaikan kamu siap kan" ujar Arfa dengan penuh semangat.
"siap kak.. ayo lest go"
"ehh bentar pamit dulu sama ibu bapak kamu"
"mereka udah berangkat tadi pagi"
"ohh ya udah lest go.. "
__ADS_1
Arfa pun mengemudikan mobilnya ke jalan raya.
"kita mau kemana kak..?"
"hari ini kita akan ketemu sama pemilik matrial yang akan menyuplai bahan bangunan untuk di proyek perumahan sekarang kita cari sarapan dulu di luar kamu belum sarapan kan?"
"belum ka,, tadi kak Arfa datangnya kepagian aku kira agak siangan dikit"
"hee... hee.. maaf mengejar waktu soalnya si bos Arga ingin laporannya beres siang ini soalnya dia mau pulang ke Jakarta hari ini"
"ohh begitu ya... "
Arfa pun menepikan mobilnya di sebuah caffe yang menyajikan bubur ayam.
Saat mereka keluar dari mobil Nisa melihat ada Arga dan Dewa yang sedang sarapan bubur disana.
"itu kak Dewa sama pak Arga"
"iya.. kita akan sarapan bareng disini sekalian aku jemput kamu soalnya kita akan langsung kerja biar ga bolak balik"
"mas buburnya 2 komplit"
"gw sama Dewa balik duluan setelah kerjaan lu disini selesai lu langsung balik jangan di tunda-tunda kita masih banyak kerjaan bukan cuma proyek perumahan disini doang yang harus lu urus gw sama Dewa setelah sampai Jakarta langsung terbang ke Palangkaraya kita punya klien besar disana kita di minta membuat design mall besar kalau projek ini goal cuan ratusan juta sebagai DP awal udah di depan mata,,gw gak mau buang-buang waktu"
"nyerepet aja nih si bos kalau soal kerjaan.. iya gw usahain cepet kelarin makanya gw ajak Nisa buat bantu gw"
Arga selewat melirik ke arah Nisa dari tadi Nisa terlihat hanya diam menyimak mereka berbicara.
Nisa merasa kalau Arga laki-laki angkuh dan penuh ambisi dia sama sekali tidak menyapa dirinya berbeda dengan Dewa dan Arfa yang besikap baik dan hangat.
"Selamat bergabung Nisa semoga bisa bekerja sama,,saya anggap kamu sedang magang di perusahaan saya setidaknya bertanggung jawab lah terhadap pekerjaan ini,, karna saya tidak membedakan gaji karyawan lama dengan yang magang" ucap Arga dengan sedikit ketus sontak saja ucapan Arga sedikit menyinggung hati Nisa.
Tapi ia berusaha tenang dengan sedikit menahan nafas.
"ya gak gitu juga kali ga,, Nisa kan baru mulai belajar jadi wajarlah kalau Nisa beradaptasi dulu jangan langsung sat set sat set... "
Arga pun tidak menjawab pembelaan dari Arfa ia hanya sibuk meminum kopinya sambil merokok dan bermain ponsel...
"yang sabar ya neng Nisa punya bos galak kaya dia harus banyak stok sabar nanti juga kamu akan terbiasa dengan sikap ketusnya kita aja nih berdua sampe bangkotan gini tiap hari diketusin sama dia malah kita dari kecil selalu di judesin nih orang"
__ADS_1
"brengsek lu..mengumpat gw di depan orangnya tampak Arga melempar kotak tisu yang ada di depanya Arga tertawa terbahak-bahak ia senang bisa menjahili Sahabatnya. Nisa hanya banyak diam sambil melihat tingkah laki-laki yang ada di hadapannya.
Jujur di antara Dewa Arfa dan Arga.. Nisa lebih memperhatikan Arga sikap judes galak dan ketusnya membuat dirinya sedikit tertarik untuk lebih mengenal sosok pria yang ada di hadapanya wajahnya tampan seperti aktor Korea dengan mata sedikit menyipit bibir tipis hidung mancung dan tubuh atletis dengan gurat otot-otot di lengan dan rahangnya menambah keseksian didirinya.Tanpa ia menyadari Arfa melihat Nisa yang memperhatikan Arga ia pun segera menedang kaki Arga dari bawah meja sambil memberi kode dengan lirikan matanya. Ketika Arga melihat kode lirikan Arfa dia pun melirik ke arah mata Nisa yang mana akhirnya mata mereka bertemu Nisa ketahuan sedang menatap Arga.
Nisa terlihat salah tingkah ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain wajahnya nampak merah seperti menahan malu.
'oke kalau begitu gw cabut dulu keburu siang nanti siang gw kirim laporan ya lewat email"
Akhirnya Arfa dan Nisa beranjak pergi meninggalkan Dewa dan Arga.
"perasaan gw ko yakin kalau Nisa suka sama lu ga"
"gw gak peduli... " Arga pun beranjak pergi meninggalkan Dewa.
"gw sumpahin lu bakalan jatuh cinta sama si Nisa "
******
Sudah satu minggu ini Nisa bekerja dengan Arfa ia merasa nyaman bekerja dengan Arfa dia tidak pelit ilmu apa yang Nisa tidak tahu dengan telaten Arfa akan mengajarinya walau baru seminggu tapi Nisa sudah bisa di andalkan.Dia bekerja dengan baik dan penuh dedikasih yang tinggi rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan benar-benar membuat Arfa angkat jempol.
"Nisa aku yakin kamu bisa langsung kerja di kantor Arga ga perlu di testing-testing segala aku yang akan merekomendasikanya langsung sama Arga kinerja kamu benar-benat luar biasa kamu seperti nyang sudah berpengalaman bekerja padahal wisuda aja belum"
Nisa tersenyum mendengar pujian dari Arfa ia hanya ingin membuktikan kepada Argan kalau ia bisa di andalakan dan bisa bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaanya.
"Lusa aku balik ke Jakarta gaji kami udah aku transfer ke no rekening kamu coba di lihat"
Nisa pun segera membuka mbanking mikiknya matanya langsung membelalak melihat nominal rupiah yang ia dapat.
"kak,, ini kebanyakan aku kerja cuma satu minggu masa dapat gaji segini banyaknya"
"itu Arga yang ngasih bukan aku dia puas dengan hasil kerja kamu,,, next setelah kamu lulus wisuda kamu bisa langsung datang ke kantor."
"serius kak.. "
"iya serius.. "
Tampak wajah Nisa berbinar bahagia bagaimana tidak ia sudah di tawari pekerjaan walaupun ijazah belum ada di tangan.
Ingin rasanya ia segera lulus dan mengejar impian ke kota metropolitan.
__ADS_1
#happy reading guys.. 🥰jangan lupa dukungannya ya❤❤