CINTA DI BATAS ASA

CINTA DI BATAS ASA
Perasaanku


__ADS_3

Tiga bulan sudah sejak kejadian Arga memberinya bunga setiap hari juga Nisa selalu membawa sarapan pagi untuk Arga, tapi sejak pernyataan cinta di kertas itu Arga sama sekali tidak pernah mengatakan langsung kalau dirinya mencintai Nisa.


Setiap hari Nisa berangkat kerja dengan penuh semangat dia merasa hatinya begitu berbunga-bunga sikap Nisa yang lebih dominan kepada Arga cenderung membuat ia geli sendiri.Bukan hanya urusan pekerjaan terkadang urusan pribadi pun Nisa selalu siap membantu.


Setiap hari Arfa yang sedang di Kalimantan selalu persaanmemantau hubungan Nisa dan Arga lewat orang suruhanya, ia ikut bahagia melihat sahabatnya kembali bangkit dari kisah cintanya di masa lalu.


Seperti pagi ini Nisa membawa bekal untuk Arga dan ia sengaja menyimpanya di meja kerja Arga.


"Nisa ini bekal kamu yang bawa lagi?tanya Arga kepada Nisa.


" iya Pak.. "ucap Nisa sambil tersenyum malu-malu


" jangan keseringan seperti ini dong saya jadi ga enak merepotkan kamu terus"


"ga apa-apa pak saya senang melakukanya"


"ya tapi saya ga enak kalau begini setiap hari"


"anggap saja itu sebagai ucapan terimaksih saya kepada bapak yang udah sering memberi saya bunga jadi di kosan saya banyak bunga-bunga harum setiap harinya"


"ya udah,, sekarang apa saja agenda saya hari ini"


Nisa hanya tertegun melihat ketampanan wajah bosnya ini.


"wanita mana yang tidak akan meleleh setiap hari selalu di beri bunga-bunga cantik apalagi di selipin kata cinta penuh dengan romantis, tapi kenapa sampe saat ini pak Arga belum mengatakan langsung kalau ia mencintai aku, kenapa harus melalui bunga yang ia beri apa karna ia malu atau apa ya, atau emang kalau laki-laki dingin itu kaya gitu ekpresi mengatakan cintanya ahh jadi bingung"batin Nisa.


"Nisa... Nisa..."sapa Arga sambil melambai-lambaikan tanganya di depan wajah Nisa


"ahh.. eh.. iya pakk"


"kebiasaan kamu kalau udah ngelamun gini ga liat situasi"umpat Arga kesal


" maaf Pak...iya jadwal bapak hari ini bla.. bla.. bla.. "


"oke siang ini kita meeting di Descona caffe kamu atur pertemuan saya dengan perwakilan perusahaan X kita harus bisa meyakinkan mereka supaya tender proyek apartemen mereka jatuh ke perusahaan kita"


"baik pak"


Waktu pun beranjak sore setelah meeting selesai Nisa langsung pulang ke kosanya tanpa kembali lagi ke kantor.Di sepanjang perjalanan Arga tidak berhenti memuji kinerja Nisa karna telah membantu memenagkan tender proyek apartemen itu.


Nisa kita rayakan kemenangan ini sambil makan malam sekarang kamu siap-siap nanti jam 19.00 saya jemput lagi kamu ke kosan.


"iya siap pak.. "ucap Nisa penuh semangat siapa juga yang akan nolak di ajak makan malam sama bos gateng.

__ADS_1


"saya suka pembawaan kamu yang ceria, oke sampai ketemu nanti"


"iya pak,, terimakasih sudah mengantar saya pulang"


"iya sama-sama"


*******


Waktu sudah menunjukan pukul 18.30 terlihat Nisa sudah siap dengan gaun panjang yang modis di padu dengan makeup tipis membuat aura kecantikan Nisa terlihat begitu sempurna.


di depan cermin Nisa senyum-senyum sendiri melihat dirinya bagaimana tidak yang ia pikirkan adalah Arga mengajaknya makan malam sambil menyatakan perasaanya langsung.Selama ini Arga hanya menyatakan lewat bunga dan sebuah pesan singkat di kartu ucapan.


Tidak lama kemudian Arga pun tiba di depan gerbang kosan Nisa, dengan santai ia menyenderkan tubuhnya di depan mobilnya sambil menyalakan rokok.


Sambil menunggu Nisa keluar dari kosanya, tidak berapa lama Nisa pun keluar dari kosanya ia begitu terpana melihat Arga yang sedang bersender di mobil sambil menghisap rokok.


Hati Nisa di buat gak karuan dah dig dug berdebar hebat, ia melihat Arga sosok laki-laki dewasa yang sempurna selain wajah yang tampan Arga juga fhasionable banget.


"udah siap.. " ajak Arga


"ya pak.. " dengan malu-malu Nisa masuk ke dalam mobil, di sepanjang perjalanan wajah Nisa tampak memanas ia benar-benar di buat grogi oleh Arga.


"malam ini kamu cantik banget nis.. " ucap Arga memecah kesunyian


"iya kamu cantik banget"


"bapak juga keren"ucap Nisa malu-malu


"masa sih,,, nis menurut kamu saya ini gimana?"


"gimana apanya pak?"


"jangan panggil bapak kalo di luar"


"terus harus manggil apa?"


"ya bisa panggil aja Arga jangan ada embel-embel bapak berasa kaya udah tua hee.. hee.. "


baru kali ini Nisa melihat Arga tertawa senyumnya benar-benar membuatnya terpesona dengan deretan gigi putih yang bersih dan rapih hidung mancung bibir tipis sensual.


"ya Allah andai laki-laki yang di samping aku ini jodohku betapa aku akan menjadi wanita paling bahagia semoga engkau mengijabah doaku amin" batinnya.


"kebiasaan kamu kalo lagi di ajak bicara suka melamun"

__ADS_1


"ah iya maaf Pak,, bapak eh kak Arga tanya apa tadi?"


"tadi saya tanya menurut kamu saya bagaimana?"


"ya menurut saya kak Arga baik ganteng orangnya"


"kalo ganteng saya juga tau tapi kalo baik kayanya enggak, saya bukan tipe orang yang gampang akrab sama orang"


"itu menurut kak Arga selama saya mengenal kak Arga memang kalo pertama bertemun image dingin sombong kaku sangat dominan di kak Arga tapi setelah lama mengenal saya melihat kaka Arga orangnya baik ramah nyaman aja cuma pembawaan ya aja seperti orang emosian hee.. hee"


"gitu ya,, jadi kamu nyaman kalo sama saya?


" ya begitu pak"


"kamu sudah pacar nis?"


"ga pak saat ini single"


"bearti dulu kamu pernah punya pacar kalo sekarang single"


"dulu waktu sekolah SMA saya pernah punya mantan satu pak tapi saya ga tau dia kemana tiba-tiba ninggalin gitu aja"


"masa iya wanita secantik dan sebaik kamu di tinggalin rugi banget tuh mantan kamu"


"entahlah pak saya juga gak tau,, tapi saya sudah melupakanya buat apa mengingat-ngingat mantan ga berguna juga saya hanya mau fokus dengan masa depan saya siapa pun jodoh saya nanti saya ingin dia yang setia"


"ya.. ya..yang setia itu yang susah di cari"ucap Arga lirih pandangannya seperti sedang menerawang mengingat masa lalu.


Tidak terasa mereka pun sampai di salah satu restoran mewah.Nisa tampak terpana karna baru pertama kali ia masuk ke dalam restoran yang mewah.


Setelah mereka duduk dan memesan makanan Nisa dan Arga pun kembali bercerita tentang kehidupan mereka.Apa yang Nisa tunggu-tunggu tidak juga terjadi Arga sama sekali tidak menyatakan perasaanya setelah sekian panjang mereka ngobrol tidak sepatah katapun Arga mengungkapkan perasaanya kepadanya.


"apa orang dewasa itu seperti ini ya tanpa menyatakan langsung tapi sering jalan bareng apa sudah di anggap berhubungan tapi kalo ga ada pernyataan cinta bagaimana bisa di angap hubungan apa aku jalani aja apa adanya lalu bunga yang setiap hari ia kirim dengan kata-kata l live you itu gimana?apa dia cuma beraninya ungkapin lewat pesan aja ga bisa bicara langsung apa mungkin dia malu ahh pusing"batinya.


Arga pun memesan makanan paling spesial dan terenak di restoran itu.


Sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.00 mereka pun akhirnya pulang Arga mengantar Nisa kembali ke kosanya sementara ia sendiri pulang ke apartemenya.


Di kosan Nisa langsung merebahkan ti uhnya di atas kasur ia menatap langit-langit kamarnya sudah tiga bulan Arga selalu memberinya bunga tapi sampai saat ini ia tidak pernah mengatakan langsung apa aku harus menanyakan langsung kepadanya biar tidak simpang siur seperti ini tapiaku malu, aku harus gimana hatiku benar-benar ga bisa ditahan lagi hatiku selalu bergetar bila bertemu denganya.


"Kak Arga l love you aku sangat-sangat mencintaimu"


Teriak Nisa di dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2