CINTA DI BATAS ASA

CINTA DI BATAS ASA
perhatian Arga part 2


__ADS_3

Keesokan harinya seperti yang sudah Arga duga Nisa tidak bisa datang ke kantor di kosan ia terbaring lemah, semalaman badanya menggigil panas kepalanya terasa pusing dan perut mual. Dari subuh Nisa sudah mengirim chat kepada Arga bahwa ia izin tidak bisa masuk kerja karna sakit.


Setelah meminum obat yang kemarin Arga beli di apotek Nisa langsung tidur entah berapa lama ia tertidur karna tiba-tiba ia mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamar kosanya. Dengan sedikit sempoyongan Nisa membuka pintu,saat pintu di buka dengan mata menyipit ia melihat pak Arga ada di hadapanya.


"Bapak.... "


"ayo siap-siap kita ke dokter"


"hah... saya ga apa-apa pak cuma butuh istirahat aja"


"ga apa-apa gimana muka kamu pucet pasi gitu udah makan belum?"


"udah pak.. "


"makan apa?"


"ada makanan sisa semalam yang bapak belikan"


"ya ampun Nisa... kenapa kamu ga hubungi saya kan saya bisa nyuruh orang bawain makanan ke kosan kamu, udah saya tunggu di luar kamu tinggal pake jaket saya antar ke dokter ga usah ngeyel mumpung saya lagi baik"


"iya Pak.. "


Tidak berapa lama Nisa dan Arga pun sampai di sebuah klinik yang dekat dengan kosan Nisa.


Setelah melakukan pemeriksaan dokter mengatakan kalau Nisa hanya demam biasa karna kecapean dan tidak teratur makan.


"ini resep yang harus di tebus jangan sampai telat makan dan kecapean, bapak tolong di bantu istrinya supaya teratur menjaga pola makanya" ucap dokter wanita itu.


"hah.. ehhh dok maaf beliau bukan suami saya tapi bos saya di kantor"


"ohh maaf.. "


"tidak apa dok kalau begitu kami permisi dulu" ujar Arga mantap, ia pun langsung berdiri dan membantu Nisa untuk berjalan.


"sini pegang tangan saya kalau kamu masih pusing"


"ehmm.. ga apa-apa pak saya bisa jalan sendiri maaf sudah merepotkan"


"udah ga apa-apa sini saya bantu kamu jalan"

__ADS_1


Akhirnya Nisa pun berjalan beriringan bersama Arga dengan memegang lengan Arga.Ada perasaan yang masuk ke dalam sanubari Nisa ia merasa tenang dan nyaman bisa memegang lengan Arga. Harum tubuh maskulin Arga sungguh membuat Nisa mabuk kepayang.


"ya Allah ga kebayang gimana kalau yang jadi istrinya atau kekasihnya punya pasangan kaya pak Arga dekat denganya benar-benar bikin hati porak poranda begini, istigfhar Nisa kamu jangan berpikir yang enggak-enggak mikir kamu hanya bawahan dia bos kamu,dia tampan kamu B aja dia kaya kamu miskin ehh enggak miskin tapi alhmdlh cukup tapi setidaknya jangan berharap yang enggak-enggak"


Sepanjang perjalanan ke parkiran mobil Nisa terus melamun sampai ia tidak sadar kalau ia terus berjalan melewati mobil Arga.


"Nisa... Nisa... kamu melamun atau apa?itu mobil saya sudah terlewat"


"ahh maaf Pak... maaf saya tidak fokus" Nisa sungguh merasa malu pada Arga bisa-bisanya ia melamun mengkhayal tentang laki-laki di sampingnya.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil Arga melajukan kendaraanya dan mampir ke sebuah dan mini market.


Setelah sampai di kosan Nisa ia membawa belanjaan yang ia beli di kini market..


"Nisa.. ini saya udah beliin beberapa makanan dan buah-buahan untuk beberapa hari kedepan nanti makananya nyusul saya pesan lewat aplikasi aja, maaf saya ga bisa lama-lama masih banyak pekerjaan di kantor kalau ada apa-apa cepet hubungi saya jangan sungkan kalau ada waktu nanti saya kesini lagi jenguk kamu"


"terimakasih banyak pak,,, maaf saya sudah banyak merepotkan"


"jangan di pikirin yang penting kamu cepet sehat saya kelimpungan ga ada kamu di kantor, kalau begitu saya pergi dulu cepet sehat ya"


Arga pun pergi meninggalkan Nisa. Jujur demi apa hati Nisa bener-bener ga karuan mendapatkan perhatian yang begitu luar biasa dari bosnya.


3 hari sudah Nisa tidak bekerja setiap hari Arga selalu menyempatkan mampir ke kosan Nisa untuk sekedar melihat kondisi Nisa.


'gimana udah baikan..?"


"alhmdlh pak insha Allah besok udah bisa mulai bekerja maaf cuti sakitnya sampai berhari-hari"


"udah jangan di pikirin kalau kamu sehat saya juga jadi tenang,kalau sekarang kita keluar bisa ga nyari makan ke caffe atau resto gimana mau ga?"


"bapak belum makan?"


"belum dari siang meeting ga kelar-kelar jadi ga sempet makan"


"ohh ya udah kalau gitu saya siap-siap dulu bapak bisa tunggu di depan aja"


Setelah siap Arga dan Nisa pun berangkat menuju sebuah caffe.


Sesampainya disana Arga memilih tempat smocking area.

__ADS_1


"kamu mau makan apa?"


"terserah gimana bapak aja"


Arga pun akhirnya memilih menu steak dan orange jus.


"kalau sedang di luar panggil aja Arga" ucap Arga sambil membuka kemasan rokok dan menyalakanya.


"ga apa-apa kan saya merokok"


"tidak apa-apa pak.. " Nisa melihat Arga begitu terlihat dewasa dan menawan dengan gaya menghisap rokok.


2 jam sudah Arga dan Nisa menghabiskan waktu bersama di caffe.


"udah malam kita pulang sekarang, besok kamu mulai masuk kerja kan?"


"insha Allah masuk pak"


Arga pun mengantar Nisa kembali ke kosanya, setelah sampai Arga berpamitan kepada Nisa untuk pulang ke apartemenya.


Di kosan Nisa tidak berhenti memikirkan Arga melihat dari sikap dia memperlakukanya ia merasa Arga seperti menaruh hati padanya.


"apa aku yang geer ya di perhatiin Pak Arga kaya gini ko berasa hati berbunga-bunga apa aku mulai menyukai pak Arga atau apa aku mulai mencintai pak Arga jadi ga sabar buat besok kerja" Nisa pun senyum-senyum sendiri memikirkan perasaanya.


Tidak lama kemudian Nisa melihat ada notice pesan dari Arga hanya untuk mengatakan jangan terlalu malam tidurnya karna besok harus kembali kerja.


"ahh... pak Arga meleleh hatiku selalu di perhatikan seperti ini" ucapnya sambil mengelus dadanya sendiri.


Keesokan harinya Nisa pergi bekerja dengan semangat selain karna pekerjaan yang sudah menumpuk juga ia akan bertemu dengan Arga setiap hari setiap waktu ia akan selalu bersama Arga karna emang kini ia menjadi asisten Arga menggantikan Arfa yang sedang di luar kota.


sudah pukul 10.00 pagi ia tidak melihat Arga,entah apa yang terjadi hanya saja Nisa menjadi merasa ga tenang ia sesekali melihat ke arah ruangan Arga jangan-jangan Arga sudah masuk dan ia tidak menyadarinya tapi biasanya Arga akan selalu memanggil dirinya menanyakan agenda harianya.


Tidak berselang lama pukul 11.00 siang terlihat Arga datang dengan membawa bucket bunga mawar putih.


"siang Nisa... ini buat kamu" Arga pun memberikan bunga itu kepada Nisa, sontak saja Nisa merasa bahagia di kasih bunga dari bos yang di sukainya.


"serius pak ini buat saya?"


"iya,, itu buat kamu tolong sekarang ke ruangan saya apa saja agenda saya hari ini? ucap Arga sambil berlaku ke ruanganya.

__ADS_1


Sebelum Nisa membawa notebook ke ruangan Arga ia sedikit menghirup wangi bunga mawar putih tiba-tiba ia sadar di sela-sela bunga terselip sebuah kertas kecil saat ia membuka kertas itu Nisa merasa terkejut dengan kata-kata yang tertera di dalam kerta itu.


" l love you sayang"


__ADS_2