
Sudah satu bulan semenjak nisa bertemu dengan mantan dari atasanya Arga ia melihat sikap Arga yang semakin perhatian kepadanya tidak ayal segala perhatian Arga kepadanya membuat ia merasa bahagia.Wanita mana yang tidak bahagia di perlakukan spesial seperti ini perhatian Arga membuat Nisa benar-benar jatuh cinta kepada Arga.
Pagi ini Nisa sengaja membuatkan bekal buat Arga ia sangat menyukai masakan Nisa, dengan hati riang dan sambil bernyanyi Nisa menyiapkan bekal yang akan ia bawa ke kantor.
"oke done semua sudah siap waktunya aku mandi dulu"
Tepat pukul 07.30 Nisa berangkat ke kantor menggunakan ojeg online, setibanya di sana Nisa segera bergegas masuk ke ruanganya ia segera memeriksa laporan serta agenda Arga.
Tepat pukul 09.00 Nisa melihat Arga dan Arfa melintasi ruanganya ia pun segera beranjak membawa bekal itu untuk ia berikan kepada Arga.
"apa... "
Tiba-tiba Arfa terkaget mendengar Arga mengungkap sesuatu yang ia tidak tau.
"lu biasa aja ekspresinya kenapa harus kaya gitu"
"jadi selama ini bunga yang lu kasih ke Nisa itu bukan dari lu??"
"iya.. gw sengaja kasih itu ke Nisa karna gw tau Nisa suka bunga hampir satu minggu tiga kali dia kirim gw bunga, entahlah apa yang ada di pikiranya"
Tampak wajah Arfa dengan raut wajah kecewa ternyata pikiranya selama ini salah total ternyata sahabatnya itu sama sekali ga ada rasa sama Nisa.
"jadi lu sebenarnya ga ada rasa sama Nisa"
"rasa apa maksud lu.. gw cuma anggap Nisa sama kaya lu asisten gw emang lu pikir apa tentang hubungan gw sama Nisa"
"busyettt ga.. ga.. gw kira lu ada hati sama Nisa liat dari sikap lu yang perhatian sama dia,,"
"bangsat lu,, dia bukan type gw"
__ADS_1
"lalu perhatian lu selama ini sama dia apa?lu kasih rasa nyaman sampe baperin anak orang"
"jujur sebenernya gw nyaman bersama Nisa dia anaknya baik periang bisa bikin gw selalu happy nyaman dalam hal pekerjaan pun dia anaknya gesit dan cerdas tapi lu tau hati gw milik siapa gw memang salah sudah memberikan rasa nyaman kepada Nisa tapi sumpah gw ga ada rasa sama dia"
"maksud lu,,, Nisa hanya lu jadiin pelarian lu doang"
"lu jangan salah paham Arfa gw tau lu deket sama Nisa tapi jangan campurkan masalah pekerjaan dengan hal pribadi maaf gw memang salah ga seharusnya gw bersikap seperti ini sama Nisa, gw hanya butuh orang yang bisa mengerti gw paham gw selama ini yang selalu ada buat gw cuma aluna tapi semenjak dia memutuskan pergi dari hidup gw rasanya hati gw mati sekarang dia kembali lagi ingin rasanya gw membalaskan semua rasa dulu saat gw lagi sayang-sayangnya tapi dia malah pergi gw ingin dia merasakan sakitnya di tinggalkan di campakan tidak di pedulikan gw manfaatin kedekatan gw sama Nisa sebagai senjata gw balas sakit gw sama aluna"
Tampaknya Arfa sampai memijat kepalanya sendiri melihat sikap sahabatnya itu.
Di balik pintu ruangan Arga sudah tampak Nisa berdiri hatinya benar-benar hancur ternyata selama ini dia tidak lebih dari seorang pelampiasan pelarian bahkan boneka Arga untuk membalas rasa sakit hatinya kepada mantan kekasihnya.
Nisa merasa lututnya lemas dadanya terasa sesak air mata nya tanpa ia sadari jatuh membasahi pipinya.Dua kali sudah ia jatuh cinta dua kali juga hatinya harus merasakan sakit yang teramat sangat karna cinta.Nisa pergi meninggalkan ruangan Arga ia pergi menuju toilet dimana ia bisa mengeluarkan segala sesak di dadanya.
Di dalam toilet ia menangis sambil menutup mulutnya ia tidak ingin membuat gaduh isi kantor.Hampir 30 menit ia habiskan di dalam toilet setelah merasakan baikan ia membasuh mukanya ia menatap ke arah kaca ia melihat penampilanya yang acak-acakan mata sembab yang ga bisa ia sembunyikan.
Dengan segala pertimbangan akhirnya nisa memutuskan untuk pulang ke kosan ia ingin menenangkan hatinya.
"kamu kenapa nis.. apa perlu aku antar ke dokter"
"ga usah aku hanya butuh istirahat aja oke kalo begitu aku pamit pulang ya.. maaf merepotkan"
"ya ga apa-apa nanti aku bilang sama pak Arfa'
Nisa pun akhirnya pulang ke kosanya dengan sakit di hatinya.
Di kantor terlihat Arga menanyakan keberadaan nisa yang sampe jam 11.00 belum menampakan batang hidungnya.
"Arfa coba lu cek si nisa masa jam segini dia belum datang gw tunggu dari tadi ga muncul-muncul tuh anak"
__ADS_1
Arfa pun segera pergi ke ruangan Nisa.
"kemana nisa apa dia tidak masuk?"
"maaf Pak tadi nisa izin pulang sakit"
"sakit... sakit apa?
" saya tidak tau pak saat saya mau membantunya untuk ke klinik dia ga mau katanya hanya butuh istirahat aja"
"ya udah.. "
Arfa pun pergi keluar dari ruangan nisa.
"dia izin pulang sakit katanya"
"sakit apa?kenapa ga ngasih kabar ke gw ga tau ini kerjaan lagi banyak-banyaknya"
"lu tuh ga ada respek-respeknya sama bawahan dia sakit butuh istirahat alangkah baiknya lu tengok dia ke kosanya siapa tau dia butuh bantuan lu jangan cuma lu yang dia bantu"
"hari ini gw sibuk coba lu liat keadaan dia kalo perlu lu bawa ke dokter"
Arfa hanya menghela nafas panjang ya seperti inilah Arga manusia dingin yang tidak pernah peduli pada hal apapun termasuk pada orang yang selama ini sellau ada buat dia.
"gw pergi mau temui nisa gw takut dia kenapa-napa"
Arfa pun beranjak pergi meninggalkan Arga yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Arga hanya melirik sekilas ke arah Arfa.
__ADS_1
"dasar manusia aneh dia yang suka malah nuduh ke orang lain" batin Arga