
Pagi itu seperti biasa Nisa berangkat ke kantor dengan sangat ceria entah kenapa hari ini dia benar-benar merasa semangat untuk pergi ke kantor kalo boleh jujur mungkin kehadiran Arga yang membuatnya selalu semangat memulai hari.
Setelah tiba di ruangan kerjanya seperti biasa nisa memulai aktifitas dengan membuka laptop yang selalu ia bawa merinci jadwal agenda pekerjaan Arga bosnya itu.
pukul 09.00 pagi terlihat Arga baru sampai di kantor hati Nisa terlihat sangat bahagia bagaimana tidak pujaan hatinya telah tiba di kantor.Nisa pun segera menghampiri Arga, ia pun segera mengetuk pintu ruangan Arga.
"selamat pagi pak"sapa Nisa dengan penuh keramahan
" pagi.."ucap Arga dengan senyum simpulnya walau hanya sebatas senyum simpul tapi membuat hati Nisa meleleh.
"hari ini hanya ada jadwal meeting dengan klien dari Bandung pak tepatnya pas jam makan siang"
"oke.. kabari lagi oh ya Arfa belum datang?"
"pak Arfa sudah pulang pak?tanya Nisa dengan wajah berseri-seri.
" kenapa kamu seperti bahagia bertemu dengan Arfa, apa karna tugasmu akan segera beralih lagi kepadanya?"
"bukan begitu pak.. cuma udah lama aja ga ketemu jadi senang aja bisa berjumpa lagi dengan pak arfa"
"ya udah selesai meeting kita makan siang bareng sama dia" ucap Arga dengan nada kesal.
"baik Pak"
Nisa merasa bahagia sekali bisa kembali bertemu dengan arfa laki-laki yang sudah di anggap nya menjadi kakak sekaligus penolongnya selama ini.
Pukul 12.00..
Tring...suara notifikasi dari handphone nisa terdengar di lihatnya pesan dari Arga.
"kamu tunggu di lobby kita sebentar lagi turun"
"siap bozzz.. "balasan chat dari nisa kepada Arga.
Tidak lama kemudian Nisa pun bergegas ke lobby hampir menunggu 10 menit akhirnya muncul juga pria-pria tampan dari dalam lift.
Decak kagum Nisa melihat pesona ketampanan dan kharisma seorang Arga dan Arfa.
"Hai nisa gimana kabarnya?"sapa Arfa
"udah jangan banyak basa-basa klien gw udah stay disana nanti lagi kali mau saling ungkap rasa rindu"
"sialan lu.. "ucap Arfa
Selama perjalanan dari kantor ke caffe tempat mereka meeting Arfa tidak henti-hentinya menggoda Nisa.
"lu dari tadi godain anak perawan mulu disana lu ga nemu anak perawan"
"banyak tapi gw kangenya sama anak perawan yang satu ini hee.. hee... "
Setibanya di area caffe Nisa Arfa dan Arga segera masuk.Hampir satu jam Arga melakukan meeting bersama klien.
Tanpa Arga sadari sedari tadi Nisa memandang dirinya ia merasa kagum kepada Arga cara bicara dan bawaan Arga memang mempesona maka tidak salah ia begitu mengagumi Arga CEO design interior yang patut di perhitungkan jiwa bisnisnya sungguh luar biasa.
__ADS_1
"ehmmmm... aduh air mana air tambah dong haus nih" goda Arfa sambil melirik ke arah Nisa.
Nisa pun yang tau sedang di goda Arfa hanya tertunduk malu sambil tersenyum.
"ohh ya denger-denger sering jalan bareng yah"
"siapa..??"
"ya elu sama nisa emang siapa lagi"
"ya jelas sering jalan bareng lah dia kan asisten gw sama kaya lu gimana sih elu"
Arfa melirik ke arah Nisa.
"'jadi ga ada yang lain-lain nih"
"maksud lu apa sih gw ga ngerti lain-lain apa?"
"iya itu... "
"Pak Arfa gimana kerja disana betah ga? Nisa dengan cepat memotong pembicaraan pribadi antara Arga dan Arfa siapa juga yang nyaman kalo di omongin di depan orangnya langsung.
"betah ga betah namanya kerja mau di tempatin di manapun harus mau"
"bagus.. bagus... " ucap Nisa sambil mengacungkan jempol, di saat mereka sedang mengibrol tiba-tiba dari arah belakang Arga muncul seorang wanita cantik tinggi semampai dengan rambut sebahu kalo di bilang ia lebih mirip ke wajah artis ibu kota yang sering muncul di tv.
"Arga.. "
Arga tidak mengindahkan panggilan wanita itu ia tetap fokus dengan ponselnya.
"Hai juga Fa gimana kabarnya udah lama ga berjumpa makin keren aja,, apa boleh ikut gabung?"
"oh ya silahkan.. " ucap Arfa
"Hai Arga... gimana kabarnya?"
"baik" jawab Arga dengan singkat
"Arga nanti malem ada waktu aku ingin bicara dengan kamu"
"aku sibuk,, kalo mau bicara sekarang aja"
"ehmm.. aku.. "
Arfa yang mengerti akan suasana canggung itu segera berdiri.
"ayo Nisa kita duluan aja masih banyak kerjaan di kantor"
"ahh iya Pak... "
"lu tunggu di mobil gw ga akan lama" ucap Arga dengan nada tegas.
"oke.. lun kita duluan ya"
__ADS_1
"iya.. "
Selama berjalan dari caffe ke area parkir Nisa sudah tidak sabar ingin segera menayakan siapa wanita yang bersama Arga.
"kak Arfa.... " belum selesai Nisa bertanya Arfa seolah tau apa yang akan di tanyakan Nisa.
"dia luna mantan kekasih Arga"
Deggg.. hati Nisa seakan mau copot mendengar wanita tadi mantan kekasih Arga, wanita cantik itu sangat jauh dengan dirinya mungkin kadar kecantikan dirinya tidak sebanding dengan dirinya.
"ohh mantan kekasih kenapa pak Arga seperti tidak suka"
"mungkin karna sakit yang luna tinggalkan terlalu dalam sehingga membuat Arga seperti itu"
"apa pak Arga sangat mencintai wanita itu"
Arfa melirik ke arah Nisa ia menelisik ke dalam mata Nisa.
"ah maaf seharusnya aku tidak banyak bertanya masalah pribadi pak Arga" Nisa pun segera memalingkan wajahnya ke arah lain
"apa kamu mencintai Arga??"
"hahh... ahh yang benar saja kak Arfa ini apa sih bertanya yang enggak-enggak"
"jujur saja Nisa apa kamu mencintai Arga"
Nisa hanya terdiam ia begitu malu mengatakan pada orang lain bahwa dirinya sangat mencintai Arga.
"maaf bukan aku mau ikut campur masalah hatimu tapi setidaknya jika kamu menyukai seseorang itu jangan di pendam utarakan saja"
"tidak.. tidak kak Arfa aku ga mau pak Arga tau tentang perasaanku tapi aku bingung selama ini pak Arga selalu mengirimi aku bunga tapi ia tidak pernah mengutarakan perasaanya padaku apa sifat pak Arga seperti itu kalo menjalin hubungan lebih kepada sikap daripada kata-kata??".
" kenapa ga kamu tanyakan aja biar lebih jelas daripada kamu hanya menduga-duga mungkin dia malu mengatakan perihal perasaanya padamu"
Nisa hanya terdiam.. "apa ia seorang pak Arga menyukai saya yang hanya gadis desa bila di banding dengan mantan pacarnya sepertinya saya bukan tipe wanita apakah Arga" ucap nisa sambil tertunduk lesu
"lalu selama ini dia selalu memberi kamu bunga itu tandanya apa kalo dia ga suka sama kamu jarang banget dia perhatian sama cewek"
"apa begitu kak.. ko aku ragu ya??"
"daripada kamu bimbang lebih biak kamu menanyakn langsung maksud tujuan Arga itu apa?"
"aku malu kak.. masa aku cewek menanyakan hal tabu begitu"
"itu bukan tabu nisa... wajar aja cewek minta kejelasan"
"entahlah kak yang pasti saat ini aku segan"
"kalo menurut aku... "
Belum selesai Arfa bicara tiba-tiba pintu mobil terbuka dan Arga pun masuk.
"sorry lama,, "ucap Arga
__ADS_1
"gue maklum namanya ketemu mantan hee. hee.. "
"brengsek lu cepet cabut"