
1 bulan sudah Nisa bekerja di perusahaan Arga ia bekerja dengan penuh tanggung jawab Dewa sebagai atasan langsung Nisa merasa banyak terbantu dengan kehadiran Nisa ia banyak memberi warna di lingkungan teman-teman satu divisinya.Selama bekerja ia mulai berteman banyak dengan rekan-rekan yang lain.
Siang itu Arfa sengaja menghampiri meja Nisa.
"Nisa nanti setelah makan siang aku tunggu di ruangan ada yang ingin aku bicarakan"
"ada apa pak... "
"nanti aja di ruangan sebentar lagi mau jam makan siang kamu mau bareng??"
"ehh.. enggak aku udah janji makan siang sama Ayu"
"ohh ya udah.. "
Setelah jam makan siang berlalu Nisa pun segera datang ke ruangan Arfa.
Nisa lalu mengetuk pintu ruang Arfa.
"permisi pakk.. "
"masuk nis.. " ucap Arfa
Saat Nisa masuk ia juga melihat Arga ada di ruang Arfa dengan tubuh yang menyender ke meja kerja Arfa sambil memasukan tanganya ke dalam saku celana sungguh pemandangan yang bikin hati Nisa bergetar.
Jujur Nisa akui secara fisik Arga memang laki-laki idaman semua wanita dengan tubuh tinggi yang atletis di tunjang wajah yang rupawan maka wanita mana yang bisa menolak pesonanya.Hanya satu kekurangannya dia terlalu dingin dan ketus dengan orang hanya segelintir orang yang bisa bercanda dan membuat dia tersenyum dan itu bukan dirinya.
"duduk nis.. jangan tegang begitu kaya yang baru pertama ketemu aja haa.. haaa.. " Arfa seakan tahu kegugupan Nisa yang bertemu dengan Arga di ruanganya.
"ada apa bapak memanggil saya..??.
" to the point aja yah,,, jadi gini Nis selama 3 bulan kedepan aku harus ke Kalimantan disana aja projek yang harus aku urus langsung nah aku ingin kamu menggantikan posisi aku sebagai asisten pak Arga hanya 3 bulan saja sampai aku beres disana, aku tunjuk kamu karna aku tau kamu bisa bertanggung jawab atas pekerjaan kamu,nanti sebelum pergi aku akan memberikan jadwal kerja pak Arga gimana kamu siap?? "
"yah harus siap dong lu kasih semua agenda pekerjaanku sama dia biar dia bisa cepat adaptasi inget saya orangnya ontime disiplin tinggi tidak suka bertele-tele apalagi lelet"
"galak amat sih lu,, mana ada yang mau jadi asisten direktur kalo galak kaya gini" umpat Arfa
"lu jangan samain Nisa sama gw kalo gw mah udah kebal tahan banting kerja sama lu mau diapain juga lah si Nisa dia kan anak baru yang ada lu bimbing dia supaya sesuai dengan cara kerja lu"
"bacot lu.. udah gw serahin semua sama lu gw Terima beres" Arga pun berlalu pergi ke luar dari ruang Arfa.
__ADS_1
"sorry nis si Arga memang gitu dia keras tapi sebenarnya hatinya baik aku harap kamu banyak sabar ya menghadapi sikap dia nantinya kamu akan sering bertemu dia menemani dia jadi jangan terlalu banyak di ambil hati semua omongan dia,ohh ya aku udahsiapin agenda jadwal keseharian dia dan yang paling penting dan harus kamu ingat dia ontime jangan sampai dia udah datang kamu masih di luar inget itu dia bisa murka oke.. "
"pak kenapa harus saya.. saya kan anak baru di sini takutnya saya banyak membuat kesalahan jujur saya takut berhadapan sama pak Arga"
"karna aku percaya kamu pasti bisa,, tolong nis bantu aku kali ini"
"iya Pak.. saya akan berusaha"
Nisa pun lalu keluar dari ruangan Arfa hatinya benar-be ar merasa galau dia sudah terlalu nyaman di divisi keuangan bersama rekan-rekan kerja yang lain juga pak Dewa sebagai atasanya langsung, kalau bekerja langsung sama pak Arga bukan kemustahilan ia akan sering kena damprat dari atasanya itu belum apa-apa aja udah di skak matt.
******
Sudah 2 hari Arfa pergi ke Kalimantan semua pekerjaan sudah beralih kepada Nisa, pagi itu Nisa sudah bersiap pergi ke kantor tiba-tiba ojek online yang ia tumpangi mendadak mogok di jalan setelah di periksa ternyata busi'nya mati.
"neng ga bisa lanjut busi motornya mati gapapa kalau pindah aja"
"ohh ya udah pak,, ini saya bayar sesuai aplikasi aja via transfer ya pak.."
"gak usah neng kan saya juga ga sampai tujuan.. "
"ga apa-apa pak anggap aja udah rejeki bapak, kalau gitu saya permisi"
10 menit kemudian Nisa pun sampai di lobby kantor dengan setengah berlari ia segera masuk ke dalam lift.
Ruangan Juna ada di lantai paling atas ia membutuhkan waktu setidaknya 5 menit untuk berada di lift.
Saat keluar dari lift ia berlari ke ruangan Arga saat ia membuka pintu ia melihat Arga sidah duduk di kursi kebesaran ya.
"maaf Pak saya terlambat"
Arga tidak menjawab permintaan maaf dari Nisa ia hanya mendengus dengan kesal. Nisa tahu kalau atasanya itu marah karna ia terlambat.
"apa saja jadwalku hari ini?"ucap Arga dengan dingin
Nisa pun mebeberkan jadwal kegiatan Arga.
"kali ini saya maafkan lain kali tidak alasan"
"baik Pak.. saya minta maaf"
__ADS_1
Selama bekerja dengan Arga ia sedikit menjadi tahu kebiasaan Arga ia suka dengan kopi hitam tanpa gula ia juga suka makan di resto yang sama ia tidak suka banyak bicara dengan sembarang orang setiap jam makan siang Nisa harus selalu menemani Arga makan tanpa terkecuali, Arga juga suka sekali pergi ke sebuah caffe yang berada tidak jauh dari kantornya setiap ada meeting selalu di lakukan disana daripada di kantor dan masih banyak lagi apa yang Arga suka dan tidak suka.
"pakk maaf malam ini sepertinya saya tidak bisa ikut dinner meeting saya merasa kurang enak badan"
"kamu sakit?kalau sakit aku antar kamu ke rumah sakit"
"ga perlu pak saya cuma butuh istirahat aja setelah maka obat warung insha Allah baikan"
"obat warung gimana... ya udah aku antar pulang aja nanti kita mampir ke apotik beli obat kamu biasa beli obat aba??"
"sanmol pak.. tapi nanti saya beli sendiri aja"
"udah kamu diem aja biar saya yang beli sekalian beli makan kamu kan belum makan malam di take away aja ya supaya bisa langsung istirhat"
sesampainya di apotik Arga yang turun dari mobil ia membeli beberapa stok obat buat Nisa setelah itu ia membeli makan malam untuk Nisa tidak lupa ia juga mampir ke junimart untuk membeli beberapa camilan dan susu untuk Nisa.
"pakk maaf saya udah merepotkan"
"ga apa-apa kalo kamu sakit kelamaan nanti saya juga yang susah,, besok kalau kamu kurang enak badan bisa ngambil dulu cuti sakit"
'iya Pak terimaksih"ucap Nisa sambil melirik ke arah Arga. Jujur ia merasa sungkan diperhatikan oleh Arga
Sesampainya di depan pintu gerbang kosan Nisa, Arga ikut turun mengantar Nisa ke kamarnya.
"ini kosan kamu?"
"iya Pak.. maaf jika berantakan".
"kenapa ga sewa apartemen.. "
"sayang uangnya Pak,, saya cuma ingin berhemat supaya bisa nabung sekaligus bisa kirim buat ibu bapak di kampung toh kosan ini juga udah alhmdlh bagus"
Arga tampak menganggukan kepalanya.
"oke kalau begitu aku pulang dulu yang penting kamu sudah selamat sampai ke kosan jangan tidur terlalu malam inget obatnya di makan ya, aku pergi dulu"
"iya Pak sekali lagi terimaksih"
"iya sama-sama"
__ADS_1
#happy reading masih hambar ya.. tenang bentar lagi akan ada saat-saat cinta mulai bermekaran.. 😅😅