
"lisaaaaaaa.. bangun kamu" suara papa sambil menggedor pintu kamarku.
"dasar kamu pulang jam berapa semalam hah, buruan bangun kalo tidak papa akan dobrak pintu ini" teriak papaku lagi.
dengan terpaksa aku membuka pintu walaupun mata ini masih terpejam.
kreaaakk...
"iya papa ini lisa udah bangun" kataku sambil malas membuka mata.
papa hanya menghela napas seakan ada beban yang besar dipundaknya, emang sih siapa yang ga punya beban punya anak sepertiku.
oh iya kenalkan namaku alisa rahma wati.
emang setiap orang yang tau nama lengkapku pasti menyangka aku gadis lembut, penuh sopan santun.
tapi semua itu salah, aku gadis ya bisa dibilang urakan, tomboy,suka balap motor, dan yang paling penting aku jago berantem hehe.
siang itu sehabis mandi dan beres beres aku segera kebawah menemui orangtuaku.
"pagiii ma, pa" ucapku sambil mencium mama dan papaku.
__ADS_1
"ini sudah siang lisa, tidakkah kau berpikir haah. kau itu sudah dewasa apa tingkahmu akan tetap seperti ini" kata papa sambil geleng geleng kepala melihat tingkahku.
"udahlah pah makan dulu, nanti bicaranya habis makan" kata mama.
emang iya selalu jadi malaikat ku disaat papa marah padaku.
kamipun makan dalam diam.
habis makan aku pun langsun beranjak kekamar tapi papa menghentikanku tiba tiba.
"lisa tunggu papa dan mama mau bicara sama kamu" ucap papa.
"tunggu papa diruang keluarga kami mau bicara serius padamu sayang" imbuh mama ku dengan suara lembutnya.
"mau bicara apa sih mah, pah aku mesti pergi nih udah telat ditunggu teman" kataku tak sabar.
papa menghela nafasnya lagi sambil bicara "sayang kami sudah sepakat akan memindahkan sekolahmu" katanya sambil terus menatapku.
"loh emang kenapa dengan sekolahku pah semua baik baik saja" kataku.
"lisa kamu pikir papa dan mama tidak tau tingkah lakumu hahh, kami hanya ingin yang terbaik untukmu sayang"imbuhnya lagi.
__ADS_1
aku tersenyum sinis kearah papa dan berkata "kenapa hah kalian jengah dengan tingkahku, tidakkah kalian pikir kenapa aku jadi begini. kalian yang membuat aku jadi begini, kalian terlalu sibuk mencari uang sehingga kalian lupa sama anak sendiri" teriakku.
"cukup lisaa... kamu pikir kami bekerja untuk siapa hah untukmu, untuk memenuhi semua yang kau inginkan ngerti" bentak papa kepadaku.
"mas cukup pelan pelan saja mas jangan marahi lisa" kata mama sambir terisak memegang tangan papa.
"dengar lisa besok mau tidak mau kamu akan papa pindahkan kepesantren ngeri kamu" kata papa dengan suara sedikit keras.
"ooh jadi kalian mau sekalian membuangku, oke silahkan saja tak masalah untukku. tidak usah so mau mindahin sekolahku dengan alasan kebaikanku papa" kataku sambil tersenyum sinis pada papa.
"sayang bukan begitu maksud kami. kami hanya ingin kau jadi gadis yang sholehha, gadis yang bisa mengenal tuhan sayang" kata mama dangan suara lembutnya.
"ok terserah kalian. "ucapku sambil beranjak pergi mengambil kunci motor besarku.
" sayang dengarkan kami" ucap mama sambil menangis. "udahlah ma biarkan saja mungkin dia butuh waktu untuk memikirkan semua ini" kata papa.
" semua ini salah kita pah, andaikan dulu kita tak terlalu sibuk mungkin lisa tidak akan seperti ini" ucap mama sambil memeluk papa.
aku hanya mendengarkan mereka bicara sambil mengusap air mata ku. aku pun melajukan motor besarku dengan cepat.
Bremmm... bremmmmm...
__ADS_1
kulaju motor kesayanganku dengan cepat..