
"Lis.. udah siap yu kita berangkat para ukthi sudah pada nunggu" ucap rahma.
"iya yu buruan gerah gue pake baju ni mulu dari pagi" ujar lisa
merekapun lanngsung berangat dan menemui santriwati lainya.
sesampainya mereka dipasar.
"ayo sini lis aku cariin baju untuk kamu" ajak rahma.
"hhmm" lisa hanya menjawab dengan dehemanya.
lisa berjalan sambil melihat ponselnya,tampa ia sadari tiba tiba.
bruggg...
lisa menabrak seorang pria.
"maaf" ujar pria tersebut sambil mengambil barang barangnya yang jatuh tampa melihat lisa.
"lain kali lihat lihat dong" bentak lisa.
tapi sedetik kemudian ia melongo dan menutup mulutnya air matanya pun tiba tiba mengalir begitu saja.
"lisa"ucap pria itu.
"revo" setelah menyebut nama pria itu lisa pun langsung berlari menyusul rahma yang telah jauh.
pria yang ditabrak lisa adalah revo mantan kekasih lisa yang dulu ingin melecehkan lisa,.
yang ingin lisa lupakan 6 tahun lalu,kini hadir disaat lisa sudah sedikit melupakannya.
__ADS_1
"lisa tunggu" teriak revo. tapi semuaanya tak didengar oleh lisa.
Lisa terus berlari hingga sampai disebuah taman, ia pun berhenti dan duduk dibangku taman sambil memeluk lututnya.
ia tak memperdulikan orang orang yang menatap heran kepadanya.
hingga seseorang menepuk bahunya baru ia tersadar dari tangisnya.
" lis aku cariin kamu ternyata kamu disini" kata rahma.
"Rahma gue pengen sendiri, tolong tinggalin gue" ujar lisa.
Rahma pun menghela nafasnya, sebenarnya ia melihat semua kejadiannya dan mengetahui jika revo masuk pesantren yang sama dengan mereka.
tapi iya tak menyangka akan secepat ini mereka bertemu.
" dengar lis, memaafkan itu lebih bisa bikin hatimu tenang" kata Rahma.
"lo ngomong kaya gitu karna ga pernah apa yang gue rasakan, sebaiknya lo pergi tinggalin gue pengen sendiri" bentak lisa.
"baiklah kembalilah kepesantren jika hati dah pikiranmu sudah tenang" Rahma berkata dengan lirih.
Lisa pun menyadari jika dirinya sudah membentak rahma, ia langsung menarik tangan rahma yang akan berdiri.
"maafin gue, gue ga bermaksud buat bentak lo" kata lisa.
rahma pun tersenyum lalu memeluk lisa.
"iya tak apa apa aku ngerti ko" ucap rahma
"sudah jangan nangis lagi, aku beli baju dulu untuk kamu. setelah itu aku kemari lagi" lanjutnya.
__ADS_1
" iya, eh tapi ingat aku ga mau baju yang kampungan ya" kata Lisa.
"ist... lagi sedih aja masih mikirin baju kamu" ujar rahma sambil memanyunkan bibirnya.
setelah itu mereka tertawa bersama.
"udah ya aku masuk ke pasar dulu, asalamualaikum" kata Rahma.
"walaikum salam" jawab lisa.
setelah rahma selesai membeli baju dan perlengkapan sholat untuk lisa, mereka pun kembali kepesantren bersama.
hari pun sudah semakin sore dan masuk sholat magrib, para santri diharusnya sholat berjamaah dimasjid pondok pesantren.
tidak terkecuali lisa, ia sudah siap walau pun harus diceramahi dulu sama rahma.
"yuk lis kita berangkat" kata rahma.
"hmm" ujar lisa.
ramha pun tertawa melihat sahabatnya kesal.
"udah dong marahnya, ntar cantiknya ilang" ucap rahma sambil terus tertawa.
" kamu cantik banget kalo pake hijab, aku berdoa semoga kamu istikomah dan berhenti jadi preman" lanjutnya.
"ist udah deh ayo berangkat, jangan sampe gue marah terus gue masukin lo ke karung" kesal lisa.
"emang aku beras di masukin ke karung" ucap rahma.
" emang sama" jawab lisa sambil tertawa dan langsung berlari.
__ADS_1
"Lisaaa, awas kamu ya " teriak rahma sambil berlari mengejar lisa.