CINTA DIPESANTREN

CINTA DIPESANTREN
episode 10


__ADS_3

Jauh di sebuah rumah mewah, seorang pemuda sedang mengamuk didepan para sahabat sahabatnya.


Dikarenakan mereka gagal mencari tahu dimana keberadaan Lisa dan daerah dimana pesantren Lisa berada.


"Dasar brengsek, kalian bisa kerja tidak sih? cuma nyari pesantren saja tidak becus," ujar pemuda itu.


"Maaf bos, kami sudah mencari diseluruh jakarta tapi tidak ada," kata anak buah pemuda itu sambil membungkuk takutt.


"Kalo tidak ada dijakarta, cari diseluruh pesantren dijawa ngertii," bentak pemuda itu.


"Sudahlah dio jangan salahkan anak buahmu, lebih baik kita tanya pada dion tentang keberadaan Lisa!" sahabat dio memberi saran agar sahabatnya itu tenang.


Dio, pemuda yang sangat mencintai Lisa sudah frustasi mencari keberadaan Lisa.


Tak ada yang tau dimana tempat pesantren Lisa berada kecuali sahabat sahabat Lisa.


"Kalo begitu cepat kita harus nemuin dion," kata dio.


"Maaf bro tidak bisa sekarang." ujar evan sahabat dio.


"Memang kenapa hah?"

__ADS_1


"Dion tidak ada diindonesia, dia lagi keamerika jenguk neneknya yang lagi sakit." jelas Evan.


"Sial..sial, kalo gitu nanya kemal, iqbal, atau siapalah sahabat Lisa."


"Mereka semua tidak ada yang tau, kami sudah nanya sama mereka. kata mereka cuma Dion yang tau."


"Baiklah kita tunggu Dion si brengsek itu pulang,"


"Baiklah." jawab semuanya serempak.


Disisi lain Lisa yang sedang membaca kitabnya, tiba tiba mendengar suara dari ponsel dilemarinya.


"(hallo, Asalamualaikum.)"


"(Sialan lo, gimana pekerjaan lo di Amerika beres?)"


"(Beres donk, dua hari lagi gue pulang. gue akan nemuin lo dipesantren,)"


"(Ok. gue tunggu.)"


"(Siapp..,)"

__ADS_1


tutt... tutt.


" Sialan siDion, main mati'in saja hp tampa salam dulu," gerutu Lisa.


Setelah dapat panggilan dari dion sahabatnya, Lisa kembali melanjutkan membaca kitabnya.


Bukan hanya menengok neneknya diAmerika, Dion juga mengecek klub milik Lisa yang ada diAmerika. bukan hanya diIndonesia, Lisa sudah mempunyai banyak cabang klub malamnya diAmerika.


Berkat hasil uang tarohan mereka di balap motor liar, kini Lisa sudah menjadi seorang yang kaya raya tampa bantuan orang tuanya.


meskipun kedua orang tua mereka tidak mengetahui semua usaha Lisa.


Bagi Lisa kekayaan tidak udah dipamerkan, lambat laun juga mereka bakalan tahu semuanya.


Selesai Lisa membaca kitab, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. ia pun beranjak untuk segera tidur disamping sahabatnya. kini ia membiasakan diri untuk segera tidur sebab kini Lisa merasa dirinya lelah hati setelah lama dipesantren ia perlahan sadar dengan semua perbuatannya salah.


Kini dengan penghasilan usahanya ia juga menyuruh dion untuk mendonasikan kepada rumah panti yatim piatu dan panti jompo, ia juga membuka usaha kafe dan rumah makan untuk anak jalanan dan pengemis secara gratis.


Ia memperintahkan Dion untuk mengajak pemuda jalanan untuk diajak bekerja di kafe kafe milik Lisa. semuanya kebaikan Lisa tak ada yang tau kecuali Dion dan ketiga sahabatnya, yaitu kemal, iqbal dan Rahma.


Suara orang mengaji dari masjid pesantren membangunkan para santiwati termasuk Lisa dan Rahma, suara merdu milik Gus Raihan yang membuat para santriwati seakan melayang dan tergila gila sama gus Raihan. mereka rela bangun malam demi mendengarkan suara gus Raihan yang merdu, selain tampan dan teduh suara gus Raihan sangat merdu. semua mengaguminya kecuali Lisa.

__ADS_1


Lisa berpikir gus Raihan hanya orang munafik dan sok pamer, entah mengapa Lisa sangat membenci gurunya itu. emang ia tampan tapi mulutnya tak setampan wajahnya.


Entah sampai kapan Lisa akan terbebas dari pesantren itu..


__ADS_2