
AUTHOR POV
lisa terus melajukan motor kesayangannya dengan kecepatan penuh.
hingga tiba tiba ia mendengar suara ponselnya berbunyi.
Dreet..... Dreeet..
lisa pun menepi dan menghentikan motornya,
lalu menganbil ponselnya disaku jaket dan melihat siapa yang telepon. dilayar hpnya tercantum nama doni sahabatnya, ia pun segera mengangkatnya.
("hallo"), lisa menjawab ponselnya
("dimana lo kamp**t gue udah nunggu lo lama bener sih lo"), suara doni dari sebrang sana.
("dijalan") jawab lisa santai.
("buruan woy mau mulai nih")
(ia bawel)
tuut...
lisa mematikan hpnya dan langsung melajukan lagi motornya dengan kecepatan penuh.
sesampainya ditempat balap motor, ia pun turun dari motornya dan gabung sama teman temannya.
" darimana lo lama amat, emang jiwa balap lo udah menipis hah" ucap doni
__ADS_1
" biasa dapat ceramah dulu ama boyok gue, btw siapa yang nantangin gue hah" kata lisa
"noh lihat yang lagi nangkring pake jaket merah" ujar kemal sambil menunjuk seseorang.
" dio kaga salah kalian" ucap lisa bingung, pasalnya dio itu bucinnya lisa. setiap ketemu lisa pasti tak pernah lepas dari rayuannya cuma lisa tak pernah menanggapinya.
"hahh oke apa taruhannya" ujar lisa
"motornya sama uang 100 juta klo lo menang tapi" ucap ikbal menggantungkan ucapannya, ia ragu takut lisa marah dan ngamuk.
" tapi apa" lisa penasaran.
" tapi kalo lo kalah, lo harus mau jadi pacarnya dan nurutin semua keinginannya" lanjut doni. hanya doni yang tak takut sama lisa sebab pemuda itu sahabat lisa dari kecil ia tau apa pun tentang gadis itu.
lisa pun mengangguk paham, ia sudah bisa menebak jika lawannya itu dio.
" oke lo siap ayo kita ke start" kata radit
disitu dio sudah menunggu lisa dan tersenyum senang saat lisa sudah disampingnya.
" kau siap bebb..siap siap jadi pacar aku sayang" dio berkata sambil menujuk lisa.
lisa pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
wasitpun langsung memberi aba aba pada kedua lawan tersebut.
tiga....
dua....
__ADS_1
satu....
mulai...
lisa dan dio langsung melajukan motornya dengan kecepatan penuh, kejar kejaran pun terjadi. kadang dio didepan, kadang lisa didepan dan lisa tersenyum kala ada kesempatan yang membuatnya menang.
ia mengetahui kelemahan dio pada setiap tikungan, ia pun langsung menambah kecepatan penuh pada tikungan terakhir hingga dio kalah telak.
semua sahabat lisa bersorak melihat kemenangan sahabat mereka.
mereka langsung menghampiri lisa yang sudah menghentikan motornya.
doni pun berkata" kau emang tiada duanya lis" sambil merangkul lisa.
dio yang melihatpun langsung marah, ia kesal dan cemburu bila ada yang megang atau meluk lisa. dio langsung menghampiri mereka
" apa apaan lu maen peluk peluk bidadari gue haa" ketus dio sambir mendorong doni
lisa pun tersenyum dan menghalang doni agar jangan emosi.
" sudah mana tarohan lo cepat, gue kaga ada waktu buruan berikan" tanya lisa
" ini beb uang 100 juta tapi" dio menggantungkan ucapanya, ia tampak ragu untuk melanjutkannya.
lisa paham dio sayang banget sama motor itu sebab motor itu mirip sama motor punya lisa.
" sudah gue hanya perlu uangnya saja, gue kaga butuh motor lo" kata lisa sambil mengambil uang dan langsung memberikannya pada doni dan langsung melajukan motornya dengan cepat.
" mbeb kau emang terbaik, aku cinta padamu" ucap dio sambil teriak sebab lisa sudah melajukan motornya jauh.
__ADS_1
teman teman lisa dan dio hanya geleng geleng kepala melihat tingkah dio yang terlalu bucin sama lisa.