
masa kecil ku yang hilang
"adiiii" pangil mama ku
" ya mamm" jawab ku segera keluar kamar dengan pakaian santai ku di pagi itu
hari ini, hari libur yang cukup panjang sehingga aku dapat kumpul dengan orang tua ku
aku anak ke 4 dari 4 saudara. 2 wanita dan 2 pria
saudara ke 3 seorang pria aku memangil nya aak, jarak antara aku dan aak ku cukup jauh terpaut 10 tahun
terlebih dengan teteh anak 1 terpaut 20 tahun
" bagaimana dengan persiapan pernikahan kamu " kata mama
aku diam sesaat, perasaan ku melayang entah kemana rasa tidak nyaman tiba tiba hadir di hati ku
"undangan udah selesai mam" jawab ku
" mas kawin juga udah adi beli"
" kamu kayak tertekan bener" kata papa ku di sela sela obrolan
"kamu yakin dengan pilihan kamu" tanya papa ku
' yakin paaa" jawab ku dengan menundukan wajah ku dan membuang wajah ku keluar jendela
aku ingin menangis aku ingin teriak, namun aku juga tidak memiliki alasan untuk melakukan nya
dia wanita cantik, dia juga begitu tulus mencintai ku, berapa kali pun aku caci dia, ku campakan dia, berkali kali juga dia bertahan menemani ku,
rasa lelah saat bersama nya, membuat ku lelah untuk terus berlari menghindarim nya dan akhirnya aku menyerah dan menikahi nya
ku pacu sendirian mobil ku menuju kawasan ciletuh Sukabumi
lumayan jauh dari tempat ku di bogor, sesampai disana
ku lepaskan pandangan ku jauh ke laut
bersama angin yang berhembus aku harap semua beban hati ku terlepas disini, melupakan mu, menghapus semua jejak tentang mu agar aku sangup melangkah lebih jauh lagi
aku kehilangan jejak mu, saat aku mencoba bertanya!!! sedikit pun, tidak ada jawaban tentang mu yang ku dapat.
sebegitu benci kah kau dengan ku,
sebegitu jauh kah diri mu hingga tak mungkin ku gapai.
dalam hitungan waktu, dalam.bentangan jarak kau seakan tidak pernah ada di sini
aku anak ke 4 dari 4 saudara, ayah ku seorang perwira menengah di kepolisian, ibu ku seorang, ibu rumah tangga walaupun terkadang ia sering berbisnis kecil kecilan
ibu ku 100%asli sunda, Bogor. sementara ayah ku campuran sunda dan oku sumsel
aku tinggal di baranangsiang Bogor dari sekolah dasar hingga kuliah. itu lah gambaran sekilas tentang diri ku
dannn
ada sebuah kejadian saat usia ku baru menginjak 10tahun,
di rumah orang tua ku, terdapat 2 orang pembantu wanita dan 1 pria
aku sering memangil nya bik ati ia juru masak di rumah ku umur sekitar 40 tahun
dan bik eius ia juru bersih bersih termasuk mencuci dan dan setrika umur sekitar 30tahunan
mereka berdua tetangga sekitar rumah ku dan saat semua selesai mereka boleh pulang, walaupun terkadang sore mereka datang bila ada pekerjaan atau pun orang tua ku meminta nya
sementara 1 pembantu lagi, seorang pria aku sering memangil nya aak asep dan ia tinggal bersama kami
usia nya sekitar 20 tahunan mungkin lebih
ia tetangga dari kampung ibu ku cigombong, dengan 5 saudara dia anak ke 2 orang tua nya buruh serabutan, orang tua ku cukup baik, mempekerjakan ayah nya sebagai pengarap sawah milik orang tua ku, serta memperbaiki rumah orang tua nya menjadi layak huni, serta bantuan lain
aak asep pun disini sebagai pekerja merawat halaman, mencuci mobil orang tua ku serta menjaga rumah saat orang tua ku tidak ada, atau pun kalau ada pekerjaan kasar lain nya seperti kalau ada genteng yang bocor atau pun kalau ada lantai yang rusak.
aku sama sekali tidak tau apa yang di pikirkan nya saat itu.
saat itu aku pulang sekolah, dengan pakaian seragam putih merah ku, jarak antara rumah dan sekolah tidak lah terlalu jauh dan biasa ku tempuh jalan kaki bersama teman sebaya ku.
dengan melewati garasi aku akan sampai di pintu belakang,
melihat ku pulang aak asep yang awal nya berbaring di gazebo dan langsung duduk menatap ku dari jauh,
khas anak kecil ku letakan tas punggung ku dan membuka sepatu ku, saat itu aku sudah melihat ia menghampiri ku,
dan saat aku berdiri dengan tubuh kecil ku ia memeluk ku dari belakang
dan mencium semua aroma tubuh ku,
" aakk...udah geli ha ha ha ha ha" ya memang terasa geli di leher ku saat ia mencium di sana
"adek cakep banget " itu kata nya saat itu
kesempatan itu selalu ia manfaatkan saat rumah dalam keadaan sepi hingga aku mulai terbiasa dengan perlakuan nya
waktu pun berlalu hingga aak asep mulai berani memasuki kamar tidur ku, baik itu malam maupun pagi hari
__ADS_1
di saat semua tidak ada penghuni nya,
maklum aak andi dia kuliah di Jakarta dan tinggal bersama teteh ku yang pertama
dan teteh ke 2 tinggal di bandung bersama dengan suami nya
merasa tidak puas dengan hanya mencium ku, ia pun menuju ke lebih jauh
untuk pertama kali nya saat ia membujuk ku untuk memainkan permen lolipop milik nya
awal nya aku merasa sangat jijik melihat nya
namun bujuk rayu dengan paksaan nya pun berhasil, dengan sangat terpaksa aku lakukan yang membuat ku tidak ada nafsu makan, dan itu membuat ku merasa tidak nyaman di rumah, terkadang saat pulang sekolah aku tidak tau harus kemana yang membuat tubuh ku terkadang menahan lapar dan lagi lagi terpaksa aku kembali kerumah
dan kejadian selanjut nya
siang itu
ia coba memasuki tubuh ku.
terasa sakit terasa panas yang membuat ku menangis, dan berteriak menahan kan sakit
dan hati ku benar berantakan saat itu, aku tidak tau apa yang terjadi dengan ku saat itu padangan ku gelap, pikiran ku kosong. dan aku lupa bagaimana keadaan ku.
saat aku sadar terasa sakit di bagian belakang ku. tulang ku terasa sakit saat aku gerakan, namun aku telah memakai pakaian lengkap
aku mencoba berjalan ke kamar mandi karena tubuh ku terasa sangat bau dan menjijik kan
di kamar mandi dengan rasa sakit ku bukan cd ku terdapat bercak darah menempel di sana. aku berlutut menangis sejadi jadi nya aku tidak tau kenapa menangis. ada perasaan hancur, ada perasaan hilang dari diri ku.
saat aku keluar kamar mandi jam masih menunjukan jam 3 sore
rumah ini terasa sepi
hingga aku terlelap kembali, dalam kelelahan dan kesakitan,
malam itu aku hanya berdiam diri di kamar sampai aak andi datang menemui ku,
" adek kenapa di panggil mama diam aja " tanya aak andi
aku diam hanya diam
aku takut benar benar takut celana yang ku pakai terasa basah
dan itu aku tau itu adalah darah ku.
sebenar nya sebelum kejadian ini teteh dieus pernah bertanya dengan nada curiga kenapa badan dan leher ku penuh dengan bercak merah, begitu pun dengan guru olah raga ku saat melihat di leher ku penuh dengan tanda merah
aku tidak mengerti hanya menjawab nyamuk.
dan saat aak andi memegang tubuh ku, ternyata aku demam
mama ku segera masuk ke kamar ku dan memengan kening ku
aku tau mama berapa kali malam itu masuk ke kamar ku dan meriksa suhu tubuh ku.
saat terdengar azan subuh. tidak seperti biasa nya aku mendengar suara mobil di nyalakan
" adii ganti dulu baju nya " kata mama
aku ganti semua pakaian ku dengan sedikit takut namun mama ku keluar dari kamar ku
dengan segera ku masukan pakaian kotor ke tempat nya. dan memang masih ada bercak darah di cd ku
" adek bisa jalan atau aak gendong" kata aak andi
" emang mau kemana " tanya ku
" mau nganter adek ke rumah sakit " kata aak andi
selama 1 minggu aku di rawat inap, dan selama itu aku tidak mendengar kabar tentang aak asep
setelah aku pulang aku baru tau ia melarikan diri dari rumah ku. namun orang tua ku tidak curiga sedikit kenapa ia melarikan diri, karena tidak ada 1 pun ada yang hilang dari rumah ku, kecuali masa kecil ku yang ja rengut .
kejadian itu mengubah semua perjalanan hidup ku, pergaulan ku, aku menjadi lebih pendiam, dan aku pun menarik diri dari pergaulan kecuali untuk tugas kelompok, aku baru keluar berbaur, dan aku pun mulai menutup diri
hingga menginjak masa sma, aku bertemu dengan seorang bernama fahmi,
ia merupakan pindahan dari jakarta rumah nya tidak jauh dari rumah ku, dan 1 sekolah dengan ku,
ibu nya istri ke 3 dan ia anak tunggal
awal kelas 1 aku hanya mengenal nya namun tidak terlalu akrab karena kita beda kelas
memasukin tahun ke 2 aku 1 kelas dengan nya dan kita pun mulai akrab di tambah dia cukup gaul. banyak temen cewek yang menyukai nya. dia ahli bermain basket, dia ahli bermain gitar, namun tidak ada rasa apa pun di hati ku
teman akrab ku tidak lebih dari 3 ikbal, Edwin, dan ari, walaupun aku berubah anak rumahan aku masih suka traveling dengan mereka.
hingga memasukin tahun 3, aku terpisah dengan kelompok ku, dan di sini lah aku mulai akrab dengan fahmi
hati ku yang tertutup, mulai terbuka, hati ku yang begitu beku mulai mencair
ada beberapa teman cewek yang menyatakan perasaan nya dengan ku tidak sedikit pun hati ku tergerak untuk pacaran
namun saat dengan nya aku menemukan keyamanan, hati ku mulai merindukan saat aku jauh dari nya.
padahal rumah ku tidak jauh dari nya hanya 500m namun ia sering menghubungin ku
__ADS_1
dan aku pun sering keluar malam hanya berdua dengan nya
namun sampai berpisah dengan nya aku tidak pernah melakukan hubungan kotor dengan nya
saat itu kami mengadakan acara setelah ujian nasional, di sebuah tempat di Cidahu Sukabumi
ada seorang cewek yang cukup dekat dengan ku, banyak yang mengira aku pacaran dengan nya, dia bernama puput
saat hari menjelang kelompok kami berjumlah 8 orang semua berpasangan
2 orang teman ku agus dan fahmi bermain gitar, terdapat api ugun kecil di tengah kami di samping nya ada seorang cewek bernama dewi yang cukup nempel dengan nya
melihat itu hati ku sedikit cemburu namun aku tepis kan di tambah di samping ku ada puput yang juga nempel dan sedikit romantis di sering memberikan makanan ke mulut ku.
ku lihat tatapan tajam fahmi ke arah ku, irama gitar nya menjadi tidak senada dengan lagu yang di bawa nya
ya aku dan puput sibuk dengan canda kami berdua, sambil tertawa bersama
tiba tiba gitar yang fahmi pegang pun di lepaskan nya dan ia meninggal kan tempat itu, yang membuat semua yang ada di situ termasuk aku terkejut
setelah hilang di kegelapan, aku menyusul fahmi di belakang nya
ia berdiri menatap jauh kedepan yang tampak gelap hanya lampu lampu kota du ujung yang sangat jauh yang terlihat berkelap kelip
suasana malam yang mulai dingin aku hampiri dia
kami berdiam sesaat
" kenapa lo kesini!" tanya fahmi
" entahlah!" jawab ku
ya aku juga tidak tau kenapa mengikuti nya
" lo pacaran dengan puput" tanya nya
"enggak !!"jawab ku singkat
" mesra banget " kata nya
aku tidak menjawab hanya terdiam
"lo hanya ngasih harapan kedia " aku diam
dia menoleh ke arah ku
di lepas kan nya nafas yang cukup kuat hingga aku mendengar helaan nafas nya
" lo cakep!!!" perkataan membuat ku terkejut dan menatap ya
" dan itu bukan alasan lo untuk menyakiti perasaan orang atau pun memberikan harapan " kata nya tajam dan tegas
" siapa yang memberi harapan!!" kata ku
"lo!!!" kata nya " sikap lo itu membuat dia berharap " kata nya lagi
" jauhi dia kalau lo enggak ada perasaan " aku membuang wajah ku ke samping namun fahmi kembali menyerang ku dengan kata kata
" atau lo memang suka dia "
" aku enggak ada perasaan apa pun " jawab ku tegas
" jauhi dia " kata nya
kami berdua diam
aku larut dalam pikiran ku sendiri
sempat terpikir apa mungkin fahmi menyukai puput
namun tidak ada keberanian untuk aku menanyakan aku takut jawaban nya adalah ia
entah hati ku tenang saat dua ada di dekat ku. aku tau ia sering melirik ke arah ku namun aku tidak tau apa yang ia pikir kan
"kau pacaran dengan dewi" tanya ku
" ia...!!" hati ku sakit banget mendengar nya aku kecewa
"oooo selamat ya..." jawab ku
" udah lama " jawab nya santai
tanpa sengaja saat aku melirik mata kami bertemu
" kenapa lo liatin gw gitu" kata nya
" enggak ahhh, lo itu kenapa liatin aku kayak gitu " jawab ku
aku tersenyum sendiri sambil membuang muka
kami berdua pun kembali bersama ke tempat yang lain berkumpul
aku duduk kembali di samping puput dan begitu juga dengan fahmi
terdapat 3 tenda yang kami bawa
2 untuk cewek 1 untuk cowok
__ADS_1
hingga saat sore pun kami kembali ke bogor