Cinta Ini Membunuh Ku Secara Perlahan

Cinta Ini Membunuh Ku Secara Perlahan
cinta ini perlahan membunuh ku


__ADS_3

masa kecil ku yang hilang


"adiiii" pangil mama ku


" ya mamm" jawab ku segera keluar kamar dengan pakaian santai ku di pagi itu


hari ini, hari libur yang cukup panjang sehingga aku dapat kumpul dengan orang tua ku


aku anak ke 4 dari 4 saudara. 2 wanita dan 2 pria


saudara ke 3 seorang pria aku memangil nya aak, jarak antara aku dan aak ku cukup jauh terpaut 10 tahun


terlebih dengan teteh anak 1 terpaut 20 tahun


" bagaimana dengan persiapan pernikahan kamu " kata mama


aku diam sesaat, perasaan ku melayang entah kemana rasa tidak nyaman tiba tiba hadir di hati ku


"undangan udah selesai mam" jawab ku


" mas kawin juga udah adi beli"


" kamu kayak tertekan bener" kata papa ku di sela sela obrolan


"kamu yakin dengan pilihan kamu" tanya papa ku


' yakin paaa" jawab ku dengan menundukan wajah ku dan membuang wajah ku keluar jendela


aku ingin menangis aku ingin teriak, namun aku juga tidak memiliki alasan untuk melakukan nya


dia wanita cantik, dia juga begitu tulus mencintai ku, berapa kali pun aku caci dia, ku campakan dia, berkali kali juga dia bertahan menemani ku,


rasa lelah saat bersama nya, membuat ku lelah untuk terus berlari menghindarim nya dan akhirnya aku menyerah dan menikahi nya


ku pacu sendirian mobil ku menuju kawasan ciletuh Sukabumi


lumayan jauh dari tempat ku di bogor, sesampai disana


ku lepaskan pandangan ku jauh ke laut


bersama angin yang berhembus aku harap semua beban hati ku terlepas disini, melupakan mu, menghapus semua jejak tentang mu agar aku sangup melangkah lebih jauh lagi


aku kehilangan jejak mu, saat aku mencoba bertanya!!! sedikit pun, tidak ada jawaban tentang mu yang ku dapat.


sebegitu benci kah kau dengan ku,


sebegitu jauh kah diri mu hingga tak mungkin ku gapai.


dalam hitungan waktu, dalam.bentangan jarak kau seakan tidak pernah ada di sini


aku anak ke 4 dari 4 saudara, ayah ku seorang perwira menengah di kepolisian, ibu ku seorang, ibu rumah tangga walaupun terkadang ia sering berbisnis kecil kecilan


ibu ku 100%asli sunda, Bogor. sementara ayah ku campuran sunda dan oku sumsel


aku tinggal di baranangsiang Bogor dari sekolah dasar hingga kuliah. itu lah gambaran sekilas tentang diri ku


dannn


ada sebuah kejadian saat usia ku baru menginjak 10tahun,


di rumah orang tua ku, terdapat 2 orang pembantu wanita dan 1 pria


aku sering memangil nya bik ati ia juru masak di rumah ku umur sekitar 40 tahun


dan bik eius ia juru bersih bersih termasuk mencuci dan dan setrika umur sekitar 30tahunan


mereka berdua tetangga sekitar rumah ku dan saat semua selesai mereka boleh pulang, walaupun terkadang sore mereka datang bila ada pekerjaan atau pun orang tua ku meminta nya


sementara 1 pembantu lagi, seorang pria aku sering memangil nya aak asep dan ia tinggal bersama kami


usia nya sekitar 20 tahunan mungkin lebih


ia tetangga dari kampung ibu ku cigombong, dengan 5 saudara dia anak ke 2 orang tua nya buruh serabutan, orang tua ku cukup baik, mempekerjakan ayah nya sebagai pengarap sawah milik orang tua ku, serta memperbaiki rumah orang tua nya menjadi layak huni, serta bantuan lain


aak asep pun disini sebagai pekerja merawat halaman, mencuci mobil orang tua ku serta menjaga rumah saat orang tua ku tidak ada, atau pun kalau ada pekerjaan kasar lain nya seperti kalau ada genteng yang bocor atau pun kalau ada lantai yang rusak.


aku sama sekali tidak tau apa yang di pikirkan nya saat itu.


saat itu aku pulang sekolah, dengan pakaian seragam putih merah ku, jarak antara rumah dan sekolah tidak lah terlalu jauh dan biasa ku tempuh jalan kaki bersama teman sebaya ku.


dengan melewati garasi aku akan sampai di pintu belakang,


melihat ku pulang aak asep yang awal nya berbaring di gazebo dan langsung duduk menatap ku dari jauh,


khas anak kecil ku letakan tas punggung ku dan membuka sepatu ku, saat itu aku sudah melihat ia menghampiri ku,


dan saat aku berdiri dengan tubuh kecil ku ia memeluk ku dari belakang


dan mencium semua aroma tubuh ku,


" aakk...udah geli ha ha ha ha ha" ya memang terasa geli di leher ku saat ia mencium di sana


"adek cakep banget " itu kata nya saat itu


kesempatan itu selalu ia manfaatkan saat rumah dalam keadaan sepi hingga aku mulai terbiasa dengan perlakuan nya


waktu pun berlalu hingga aak asep mulai berani memasuki kamar tidur ku, baik itu malam maupun pagi hari

__ADS_1


di saat semua tidak ada penghuni nya,


maklum aak andi dia kuliah di Jakarta dan tinggal bersama teteh ku yang pertama


dan teteh ke 2 tinggal di bandung bersama dengan suami nya


merasa tidak puas dengan hanya mencium ku, ia pun menuju ke lebih jauh


untuk pertama kali nya saat ia membujuk ku untuk memainkan permen lolipop milik nya


awal nya aku merasa sangat jijik melihat nya


namun bujuk rayu dengan paksaan nya pun berhasil, dengan sangat terpaksa aku lakukan yang membuat ku tidak ada nafsu makan, dan itu membuat ku merasa tidak nyaman di rumah, terkadang saat pulang sekolah aku tidak tau harus kemana yang membuat tubuh ku terkadang menahan lapar dan lagi lagi terpaksa aku kembali kerumah


dan kejadian selanjut nya


siang itu


ia coba memasuki tubuh ku.


terasa sakit terasa panas yang membuat ku menangis, dan berteriak menahan kan sakit


dan hati ku benar berantakan saat itu, aku tidak tau apa yang terjadi dengan ku saat itu padangan ku gelap, pikiran ku kosong. dan aku lupa bagaimana keadaan ku.


saat aku sadar terasa sakit di bagian belakang ku. tulang ku terasa sakit saat aku gerakan, namun aku telah memakai pakaian lengkap


aku mencoba berjalan ke kamar mandi karena tubuh ku terasa sangat bau dan menjijik kan


di kamar mandi dengan rasa sakit ku bukan cd ku terdapat bercak darah menempel di sana. aku berlutut menangis sejadi jadi nya aku tidak tau kenapa menangis. ada perasaan hancur, ada perasaan hilang dari diri ku.


saat aku keluar kamar mandi jam masih menunjukan jam 3 sore


rumah ini terasa sepi


hingga aku terlelap kembali, dalam kelelahan dan kesakitan,


malam itu aku hanya berdiam diri di kamar sampai aak andi datang menemui ku,


" adek kenapa di panggil mama diam aja " tanya aak andi


aku diam hanya diam


aku takut benar benar takut celana yang ku pakai terasa basah


dan itu aku tau itu adalah darah ku.


sebenar nya sebelum kejadian ini teteh dieus pernah bertanya dengan nada curiga kenapa badan dan leher ku penuh dengan bercak merah, begitu pun dengan guru olah raga ku saat melihat di leher ku penuh dengan tanda merah


aku tidak mengerti hanya menjawab nyamuk.


dan saat aak andi memegang tubuh ku, ternyata aku demam


mama ku segera masuk ke kamar ku dan memengan kening ku


aku tau mama berapa kali malam itu masuk ke kamar ku dan meriksa suhu tubuh ku.


saat terdengar azan subuh. tidak seperti biasa nya aku mendengar suara mobil di nyalakan


" adii ganti dulu baju nya " kata mama


aku ganti semua pakaian ku dengan sedikit takut namun mama ku keluar dari kamar ku


dengan segera ku masukan pakaian kotor ke tempat nya. dan memang masih ada bercak darah di cd ku


" adek bisa jalan atau aak gendong" kata aak andi


" emang mau kemana " tanya ku


" mau nganter adek ke rumah sakit " kata aak andi


selama 1 minggu aku di rawat inap, dan selama itu aku tidak mendengar kabar tentang aak asep


setelah aku pulang aku baru tau ia melarikan diri dari rumah ku. namun orang tua ku tidak curiga sedikit kenapa ia melarikan diri, karena tidak ada 1 pun ada yang hilang dari rumah ku, kecuali masa kecil ku yang ja rengut .


kejadian itu mengubah semua perjalanan hidup ku, pergaulan ku, aku menjadi lebih pendiam, dan aku pun menarik diri dari pergaulan kecuali untuk tugas kelompok, aku baru keluar berbaur, dan aku pun mulai menutup diri


hingga menginjak masa sma, aku bertemu dengan seorang bernama fahmi,


ia merupakan pindahan dari jakarta rumah nya tidak jauh dari rumah ku, dan 1 sekolah dengan ku,


ibu nya istri ke 3 dan ia anak tunggal


awal kelas 1 aku hanya mengenal nya namun tidak terlalu akrab karena kita beda kelas


memasukin tahun ke 2 aku 1 kelas dengan nya dan kita pun mulai akrab di tambah dia cukup gaul. banyak temen cewek yang menyukai nya. dia ahli bermain basket, dia ahli bermain gitar, namun tidak ada rasa apa pun di hati ku


teman akrab ku tidak lebih dari 3 ikbal, Edwin, dan ari, walaupun aku berubah anak rumahan aku masih suka traveling dengan mereka.


hingga memasukin tahun 3, aku terpisah dengan kelompok ku, dan di sini lah aku mulai akrab dengan fahmi


hati ku yang tertutup, mulai terbuka, hati ku yang begitu beku mulai mencair


ada beberapa teman cewek yang menyatakan perasaan nya dengan ku tidak sedikit pun hati ku tergerak untuk pacaran


namun saat dengan nya aku menemukan keyamanan, hati ku mulai merindukan saat aku jauh dari nya.


padahal rumah ku tidak jauh dari nya hanya 500m namun ia sering menghubungin ku

__ADS_1


dan aku pun sering keluar malam hanya berdua dengan nya


namun sampai berpisah dengan nya aku tidak pernah melakukan hubungan kotor dengan nya


saat itu kami mengadakan acara setelah ujian nasional, di sebuah tempat di Cidahu Sukabumi


ada seorang cewek yang cukup dekat dengan ku, banyak yang mengira aku pacaran dengan nya, dia bernama puput


saat hari menjelang kelompok kami berjumlah 8 orang semua berpasangan


2 orang teman ku agus dan fahmi bermain gitar, terdapat api ugun kecil di tengah kami di samping nya ada seorang cewek bernama dewi yang cukup nempel dengan nya


melihat itu hati ku sedikit cemburu namun aku tepis kan di tambah di samping ku ada puput yang juga nempel dan sedikit romantis di sering memberikan makanan ke mulut ku.


ku lihat tatapan tajam fahmi ke arah ku, irama gitar nya menjadi tidak senada dengan lagu yang di bawa nya


ya aku dan puput sibuk dengan canda kami berdua, sambil tertawa bersama


tiba tiba gitar yang fahmi pegang pun di lepaskan nya dan ia meninggal kan tempat itu, yang membuat semua yang ada di situ termasuk aku terkejut


setelah hilang di kegelapan, aku menyusul fahmi di belakang nya


ia berdiri menatap jauh kedepan yang tampak gelap hanya lampu lampu kota du ujung yang sangat jauh yang terlihat berkelap kelip


suasana malam yang mulai dingin aku hampiri dia


kami berdiam sesaat


" kenapa lo kesini!" tanya fahmi


" entahlah!" jawab ku


ya aku juga tidak tau kenapa mengikuti nya


" lo pacaran dengan puput" tanya nya


"enggak !!"jawab ku singkat


" mesra banget " kata nya


aku tidak menjawab hanya terdiam


"lo hanya ngasih harapan kedia " aku diam


dia menoleh ke arah ku


di lepas kan nya nafas yang cukup kuat hingga aku mendengar helaan nafas nya


" lo cakep!!!" perkataan membuat ku terkejut dan menatap ya


" dan itu bukan alasan lo untuk menyakiti perasaan orang atau pun memberikan harapan " kata nya tajam dan tegas


" siapa yang memberi harapan!!" kata ku


"lo!!!" kata nya " sikap lo itu membuat dia berharap " kata nya lagi


" jauhi dia kalau lo enggak ada perasaan " aku membuang wajah ku ke samping namun fahmi kembali menyerang ku dengan kata kata


" atau lo memang suka dia "


" aku enggak ada perasaan apa pun " jawab ku tegas


" jauhi dia " kata nya


kami berdua diam


aku larut dalam pikiran ku sendiri


sempat terpikir apa mungkin fahmi menyukai puput


namun tidak ada keberanian untuk aku menanyakan aku takut jawaban nya adalah ia


entah hati ku tenang saat dua ada di dekat ku. aku tau ia sering melirik ke arah ku namun aku tidak tau apa yang ia pikir kan


"kau pacaran dengan dewi" tanya ku


" ia...!!" hati ku sakit banget mendengar nya aku kecewa


"oooo selamat ya..." jawab ku


" udah lama " jawab nya santai


tanpa sengaja saat aku melirik mata kami bertemu


" kenapa lo liatin gw gitu" kata nya


" enggak ahhh, lo itu kenapa liatin aku kayak gitu " jawab ku


aku tersenyum sendiri sambil membuang muka


kami berdua pun kembali bersama ke tempat yang lain berkumpul


aku duduk kembali di samping puput dan begitu juga dengan fahmi


terdapat 3 tenda yang kami bawa


2 untuk cewek 1 untuk cowok

__ADS_1


hingga saat sore pun kami kembali ke bogor


__ADS_2