
bab 6 keputusan
setidaknya aku telah menikah hampir 1.5 tahun dalam pernikahan ku, tidak banyak perkembangan yang terjadi dalam diri ku khususnya perasaan. yang ada perasaan jenuh bosan, dan rasa putus asa
aku jenuh dengan kepura puraan ku, akhirnya aku putus kan untuk mengekost di Jakarta. kebetulan selama ini aku memang kerja di sana setiap hari pulang pergi Jakarta Bogor
malam ini saat berdua aku sengaja pulang terlambat hampir 1 bulan ini, terkadang jam 9 malam aku baru sampai terkadang juga jam 10 malam lewat semua ini untuk menghindari aktivitas ranjang ku, terlebih hampir 3 bulan ini aku telah mengurangi aktivitas ranjang ku, saat ini aku benar benar sudah berada di puncak lelah ku.
walaupun terkadang diah meminta alasan ku adalah
" maaf dekk. aak capek banget!! lain kali aja ya" kata ku saat diah tengah merayu ku
walaupun diah memainkan senjata ku, menciumin nya senjata itu tidak akan bangkit sempurna
tubuh ku sudah tidak sangup menahan sakit saat diah selesai dengan keinginan nya
aku tidak mendapat kan apa apa, semua itu membuat kepala dan semua tubuh ku merasa kan tegang yang membuat ku sakit kepala tidak bisa tidur bila belum aku keluar kan dan bila ku paksa kan aku harus menahan perih sakit karena senjata ku menjadi memerah dan lecet
" dekk!!! aak Mau ngekost di Jakarta dekat dengan kerjaan aak " kata ku malam itu
" trus diah gimana aak"
" yaaa seminggu sekali aak usahain pulang lah " kata ku " untuk sementara ya adek bisa tinggal dengan mama dulu " jawab ku
" kalau tinggal disini diah enggak nyaman kalau enggak ada aak" kata diah
ya aku tahu mana ada menantu yang nyaman tinggal bersama mertua, apa lagi bila sang suami tidak ada
berpisah untuk sementara, aku berada di sini karena saudara dan orang tua ku meminta untuk tinggal disini, rumah orang tua ku terlalu besar hanya untuk mereka berdua
sebenar nya aku punya rumah sendiri di bojong gede namun aku tinggal kan hanya 1bulan sekali aku lihat
itu pun saat ada waktu
namun diah merasa terlalu jauh bila harus tinggal di sana dengan pekerjaan nya
" sementara aak enggak ada diah tinggal dengan mama aja dulu " maksud diah adalah mertua ku
aku diam sesaat aku berpikir untuk mencari alasan yang tepat yang dapat ku jelas kan pada orang tua ku
" ya besok aak akan ngomong ke mama " jawab ku
aku langsung tidur tanpa aktivitas ranjang walaupun diah meminta nya
ke esokan pagi nya saat sarapan aku belum bicara, namun saat selesai
ku hampiri mama dan papa ku saat itu sedang menonton acara tv
" ma, pa!!!! ada yang ingin adi omongi" kata ku
mama menatap ku sementara papa sibuk mencari berita di tv
" ma!! emmm adi mau ngekost di Jakarta kerjaan adi makin banyak " kata ku mama sedikit terkejut
"istri kamu gimana " tanya mama ku
sementara papa masih sibuk mendengar berita pagi
" diah untuk sementara tinggal dengan mama nya " jawab ku
" rumah tangga kamu kayak main masak masakan aja " kata papa ku
"bukan gitu papa!!! kerjaan. adi makin banyak" jawab ku " papa tau sekarang adi sering pulang malam"
papa diam sesaat mungkin tengah berpikir
" kamu bisa..."
" udah paaa" mama ku memutus omongan papa ku
" kamu mau ngekost di mana " tanya mama
" dekat dengan pekerjaan adi ma" jawab ku " seminggu sekali adi pulang " kata ku
" kamu itu sudah dewasa, berpikir! lah !! cari alternatif lain" kata papa ku sambil meninggal aku
" jangan kamu pikirin ya sayang " kata mama ku menghibur ku " udah!! sekarang kamu berangkat kerja "
entah apa yang di pikirin papa ku kesan tidak setuju dengan keputusan ku terlihat jelas
saat ke esokan hari nya papa tidak banyak bicara apa pun kepada ku hanya mama yang masih bertanya
" kamu udah dapat kostan nya " tanya mama ku pagi itu
" udah ma " jawab ku
" diah untuk sementara tinggal dengan mama nya ma " kata ku
" ia enggak apa-apa " jawab mama ku " sampai kan saja salam dari mama "
" ia mam!! nanti diah sampai kan " kata diah
" kamu kerja gimana " tanya mama
" tenang aja mama diah udah biasa pulang pergi sendiri " jawab ku
papa ku hanya diam, bahkan menjauh meninggal kan kami yang tengah sarapan
aku tau papa tidak setuju dengan keputusan ku, namun aku pikir ini lah terbaik saat ini, agar aku dapat memperbaiki suasana hati ku,.
saat akhir pekan. aku dan istri ku main ke rumah mertua ku
sebelumnya diah telah menjelaskan permasalahan kami berdua dan sambutan terhadap ku pun baik
orang tua diqh tidak banyak bertanya. dan malam ini aku nginep di rumah mertua ku
__ADS_1
" aak!! "
" apa " jawab ku
" mama nanya"
" nanya apa !!" jawab ku penasaran
" udah ngisi belum " kata diah
" terus kamu jawab apa !!"
" ya belummm "
hmmmmmm.... gimana Mau ngisi kalau selama ini aku tidak pernah keluar di dalam
saat berhubungan selalu ku akhir dengan permainan tradisional ku, dan berapa bulan ini pun semakin kami melakukan aktivitas ranjang
" bilang aja, kita masih muda masih banyak waktu !!" jawab ku sambil mengecup kening diah, sambil tidur membelakangi diah
diah memeluk ku dari belakang dan
diah kembali merayu ku untuk mengajak bercocok tanam malam itu,
tetapi kembali aku tolak dengan alasan cangkul ku tidak cukup keras
berkali-kali dia mencoba nya namun keadaan tidak juga membaik
sebenar nya ada keinginan untuk bermain dengan diah apa lagi sudah berkali-kali aku menolak nya
yang ku khawatirkan adalah saat usai bermain aku tidak mendapatkan apa apa selain rasa sakit dan ini tidak pernah aku bicara kan apa pun pada diah. aku lebih memilih untuk menyembunyikan nya
aku sudah hampir 1 minggu tinggal seorang diri di Jakarta
saat diah menghubungi apa kah aku pulang minggu ini
aku menjawab masih banyak pekerjaan, aku sama sekali tidak menyangka diah mengambil keputusan untuk mendatangi ku
aku tau apa yang diah ingin kan,
hasrat diah yang selama hampir 1 bulan ladang pertanian tidak pernah aku datangi
aku mencoba memberikan alasan. bahwa ibu kost tidak mengizinkan perempuan masuk ke tempat kost,
namun diah tetap membulat kan tekat nya dengan membawa buku nikah kami
" khaaahhhh aku tidak bisa menghindar lagi "
malam itu sebuah taksi online berhenti tepat di kostan ku,
diah dengan pakain kerja nya masuk ke kamar kostan ku
aku telah berbicara dengan pemilik kostan bahwa istri ku akan menginap malem ini, pemilik kostan pun mengizinkan nya
ku tinggal kan sejenak saat diah membersihkan diri nya di kamar mandi
tidak ku datangi ladang ku, aku berdosa
bila ku datangi aku merasakan kesakitan, aku tidak sangup dengan rasa sakit itu
hubungan badan ini malah yang ada membuat ku trauma, saat kecil hingga saat ini yang ku tahu dari hubungan ini hanya lah sakit. berbeda dengan apa yang aku lihat saat film.
aku tidak tau lagi bagaimana cara menolak nya. ia adalah istri ku.
dan diah juga tidak bertanya kenapa aku tidak pernah meminta
ku ambil obat yang di bawa diah, aku sangat terpaksa memakan nya
dan ku harap aku berakhir malam ini
hanya 20 menit aku menunggu senjata ku pun siap tempur. lama seperti biasa hingga diah menyerah kesakitan sementara aku!!! sama seperti dulu tidak sampai tujuan ku
seperti yang ku duga dan seperti biasa nya
diah tertidur pulaa setelah ia pertempuran panjang kami malam ini
setelah membersihkan badan nya dan sedikit bermanja dengan ku ia tertidur
dengan kondisi badan yang menderita sakit di semua tubuh ku
aku menyiksa kembali diri ku,
tidak ada kah penderitaan yang lebih dari ini.
aku sama sekali di jalan buntu, berbagi cerita bagi ku bagaikan menjadi seorang lelaki pecundang, aku harus terlihat gagah, terlihat sempurna namun rapuh di dalam
dengan wajah lumayan, dengan jabatan bergengsi di perusahaan multinasional, dengan gaji lumayan, dan dengan istri yang cantik, oooohhh hidup ku sempurna di mata semua orang
namun aku gagal menata hati ku,
ke esokan hari nya aku pulang ke bogor bersama diah.
dengan mesra terkadang diah memegang tangan ku saat tangan ku ada di dekat nya
aku mencoba mampir ke tempat aak andi yang ada di kawasan sentul citi. kebetulan aak andi ada acara dan mengundang kami ke rumah nya
saat kami sampai mama dan papa sudah di sana, suasana tidak terlalu ramai karena ini acara keluarga
tidak lama setelah aku, teteh erni saudara tertua ku di Jakarta sampai
begitu juga dengan keluarga dari istri aak andi.
istri ku diah sibuk membantu istri aak andi, di temani dengan saudara dari istri aak andi sementara aku kumpul bersama aak andi, teh erni dan papa sementara mama sedang berada dengan ibu mertua aak andi
di tengah perbincangan kami
__ADS_1
teh erni bertanya tentang diah
"diah belum hamil dek" tanya teh erni
" belum tehh" jawab ku
" rutin enggak di datangi " tanya teh erni
tiba-tiba papa menyela di antara pembicaraan kami
" gimana Mau rutin, lah adek kamu di mana istri nya di mana "kata papa ku dengan nada tinggi
" emang dedek di mana " tanya teteh ku
" di Jakarta teh " jawab ku
" santai teh ini juga masih baru, belum 2 tahun kan " kata aak andi
"lah dedek pindah " tanya teteh terkejut
" ngkost di Jakarta teh seminggu sekali pulang kok" jawab ku
papa ku pergi meninggalkan kami setelah mama memangil untuk kumpul bersama mereka
" papa khawatir dengan dedek " kata teh erni ketika papa tidak ada di dekat kami lagi
" khawatir kenapa teh, adi udah besar " kata ku
"umur mama berapa saat dedek lahir " kata teh erni
" enggak tau teh 40 lebih kayak nya "
" untuk cewek itu udah ketuan dek " kata teh erni
" waktu hamil dedek!! mama masih minum pil kb" kata teh erni
" kok bisa hamil teh " tanya ku heran
"bisa jadi hamil!! biasa nya mama suntik pindah ke pil, jadi butuh penyesuaian jadi hamil " jelas teteh ku
aku diam mendengarkan nya
" mama waktu lahir dedek juga cesar " kata teh lagi
aku dan aak andi mendengar kan kisah dari teh erni
" teteh kok bisa tau " tanya ku
" teteh kan udah tamat sma saat itu jadi tau lah " kata teteh ku
ia ya!!! beda ku dengan teteh sangat jauh nyaris 20tahun. bila usia mama ku menikah 20 makan saat aku lahir umur mama 40 tahun
" saar dedek lahir papa periksa semua badan dedek takut ada yang kurang "
" fisik dedek juga beda dengan andi" kata teteh
" beda nya teh " tanya ku
" dedek waktu kecil sering sakit saat kecapean, abis main malam nya demam " teteh mengingat kan aku saat masih bocah
aku sebenarnya tidak mau mengingat masa masa kecil ku karena itu pasti mengingat kembali kejadian pelecehan itu
namun aku hanya diam mendengarkan teh erni cerita
" karena itu papa khawatir, takut kalau adek enggak punya anak " kata teteh erni
" kenapa enggak di gugurin aja teh waktu itu, "
" khaah kenapa di gugurin" kata aak andi " enggak ada dedek donk " kata aak andi selanjutnya sambil merangkul pundak ku.
"hamil mama 4 bulan masuk ke 5, jadi udah besar "
" kok mama enggak bisa tau kalau hamil "tanya ku heran
" kalau biasa kb suntik, haid emang suka telat datang " jelas teh erni
" mama pikir mungkin telat biasa aja, ya tau juga papa waktu lihat perut mama beda " kata teh erni
pembicaraan ini pun terhenti saat acara di mulai
aku baru tahu kenapa papa begitu protektif dengan ki selama ini.
saat ku pulang malam, saar aku terlalu lelah saat ada kegiatan sekolah dulu
papa paling banyak protes, dia sering memarahi ku dulu aku merasa di perlakukan berbeda dengan aak andi yang du berikan kebebasan,
sementara aku sedikit di atur, ya di samping aku memang lebih sering di rumah saja setelah kejadian itu
papa memang memberikan perhatian nya dengan cara yang berbeda namun ia tetap lah papa ku
setelah acara selesai ku hampiri dan ku cium pipi ke 2 orang tua ku.
dan aku pun pamit pulang ke rumah mertua ku
aku tengah berpikir entah apa yang akan aku lakukan kedepan nya, membiarkan ini berjalan seperti biasa hingga waktu yang menjawab
atau kah aku harus ada keputusan
saat malam tiba
diah memeluk ku dengan manja, aku mencoba membalas nya dengan ala kadar nya
tanpa nafsu tanpa hasrat hanya sekedar basa basi karena dia istri ku,
entah apa yang ku ingin kan dari perjalanan pernikahan ini, entah apa yang ku harap kan dari istri ku.
__ADS_1
saat diri nya tertidur ku pandangi wajah nya, terpikir oleh ku, kenapa aku menikahi nya, apakah karena ia mencintai ku, atau kah karena aku membutuhkan nya
aahhh mungkin karena sudah jodoh ku