
bab 2 p****ernikahan****
pesta ini telah lama di rencanakan, diah calon istri ku atau bisa ku sebut istri ku yang baru saja aku nikahi
tampak senyum bahagia di wajah nya, diah anak ke 3 dari 5 saudara ke 2 adik nya laki laki, dan ke 2 saudara di atas nya wanita
semua keluarga besar ku berkumpul disini mereka semua tampak bahagia namun hati ku !!!
hati ku terasa sangat kosong, walaupun tersenyum itu senyum terpaksa karena berapa kali aku di ingat kan oleh teteh ku untuk tersenyum pada tamu yang hadir
ada seseorang yang aku cari dan
mata ku mencari setiap orang yang datang mungkin kah ia hadir disini, bertanya, berharap
aku ingin menatap mu itu harap ku
tubuh ku yang lelah karena mempersiapkan diri untuk hari ini semakin. lelah karena hati ku sangat lelah berharap.
sedikit harapan itu hadir saat ku lihat
tante tati hadir disini , aku langsung memasang senyum terbaik ku saat melihat nya
" tante!! fahmi mana" tanya ku
tante tati tersenyum kecut melihat ku
" dia di masih di bandung!! " jawab tante tati
hati ku sangat kecewa dan diri ku semakin lelah
" ini ada titipan dari fahmi" kata tante tati menyelip kan sebuah kertas di tangan ku
mungkin amplop pikir ku,
" jangan disini buka nya, itu pesan nya" kata tante tati berbisik di telinga ku
"apa ini tante " tanya ku
" ntr juga tau " kata tante tati sambil tersenyum
aku sangat penasaran. namun sebisa mungkin ku tahan diri ku
setelah acara selesai acara reparasi, aku teduduk di kursi pelaminan
aku ingin menangis ku pejam kan mata ku agar tidak ada yang tau bahwa aku sangat lelah berpura-pura dengan keadaan ini
"dedek..." aak andi memangil ku
ku buka mata ku, dan langsung berdiri
"aakk" jawab ku
" senyum donk!! masa pengantin cemberut aja " canda aak andi
"selamat nya dekkk" sambil merangkul ku " jadi lah suami yang baik " kata aak andi selanjutnya sambil berjalan kearah diah istri ku
" titip adi ya, dia anak yang manja tolong sabar ya jagain nya " kata aak andi pada istri kusambil menyalami nya, aku hanya menatap aak andi
tidak lama setelah itu muncul keponakan ku yang paling besar
" oom akhir nya kawin juga ya " kata keponakan ku dia cowok baru kelas 2 sma jarak aku dengan anak teteh ku hanya 7 tahun
aku hanya tersenyum melihat ya
" selamat ya om " kata nya sambil memeluk ku
setelah semua kumpul acara photo keluarga berlangsung dan setelah nya
kami semua kembali kerumah, hari yang melelahkan itu lah pikir ku namun diah selalu merangkul tangan ku dia tampak sangat bahagia namun pikiran ku tertuju ke amplop yang du berikan tante diah
aku sudah tidak tahan ingin mengetahui isi amplop tersebut, aku masuk kamar mandi dan ku buka
ketika ku buka terdapat sebuah kata
"kau berhasil melangkah dengan meninggalkan sebuah luka dan kenangan selamat ya!! selamat menempuh hidup baru, semoga kau bahagia "
ku tatap langit kamar mandi, ku buang kertas itu, air mata jatuh ada perasaan sakit, kecewa
tapi aku tidak tau kenapa. sebenar nya tidak ada yang menyakiti ku, dan tidak ada pula yang membuat ku kecewa semua ini hanyalah karena harapan ku lah membuat terluka dan kecewa.
ya semua karena harapan ku. aku berharap ia datang dan aku berharap ia hadir
aku berjalan keluar dengan sempoyongan, dan akhir nya aku jatuh saat pintu kamar mandi terbuka
"brukkk"
" aakk !!" teriak diah panik
hati dan tubuh ku sudah terlalu berat untuk menanggung semua beban
dan !!!
aku berharap semua ini dapat berjalan sebagaimana seharus nya sebuah pernikahan cukup lah luka ini rasa kecewa ini sampai disini
saat itu di tahun ke dua ku kuliah, aku sama dengan fahmi mengambil jurusan teknik sipil di kota tetangga, untuk kesana bisa aku tempuh dengan krl atau dengan kendaraan pribadi dan saat itu
hubungan kami semakin. akrab, tapi tetep pada batas yang wajar, hampir 1 bulan sekali fahmi selalu gonta ganti cewek, sementara aku bisa bertahan 3 bulan atau 6 bulan dan terkadang bertahan 3 bulan lebih dengan status jomblo ku.
namun entah kemana mana ia selalu mengajak ku, dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ku
" siapa pacar mu sekarang " tanya fahmi saat kami berdua nongkrong di sebuah pasar apong sentul,
" enggak ada " jawab ku
" dengan cewek lo kemarin kenapa putus " tanya nya
aku menatap nya
" kenapa!!!: tanya ku balik
" enggak kenapa kenapa pengen tau aja" jawab nya
" lo sering banget gonta ganti cewek" kata ku
" enggak !! aku orang nya setia " jawab nya
" khaaahhhh!!! gonta ganti cewek hampir tiap bulan lo bilang setia " tanya ku heran
:ia!!! gua enggak menganggap mereka pacar " jawab nya santai
" lo udah Grepek Grepek itu enggak pacaran" tanya ku heran
dia menatap ku dengan tajam, dan mendekat kan kepala nya dengan ku hingga nafas nya menerpa wajah ku
" siapa yang grepek grepek"tanya fahmi
aku menjadi salah tingkah
"lo yang sering grepek grepek cewek lo kan " tanya nya
" gua enggak pernah melakukan itu " jawab ku sambil membuang muka ku
"bohong lo" jawab nya ketus " jadi ngapain aja lo selama ini pacaran "
aku terdiam tidak berani menatap nya
" woyy jadi ngapain aja lo selama ini "
" yach paling gua jalan, makan bareng, nonton gitu aja " jawab ku dengan santai setelah aku berhasil menguasai perasaan ku
" lo juga ngapain selama ini gonta ganti cewek " tanya ku
" siapa yang pacaran" jawab nya dengan senyum sinis di wajah nya
' ia enggak pacaran tapi tidur dengan banyak cewek" kata ku
mata fahmi membesar menatap ku
" apa maksud lo " tanya nya
__ADS_1
" yaaaa !! lo tidur kan dengan cewek ??" tanya ku
" kalau ia kenapa!! lo marah!!!" tanya nya
hati ku tersentak mendengar jawaban nya
" ituuu hak lo kok" kata ku " udah ahh!! gua mau pulang " kata ku beranjak dari tempat duduk ku
tiba tiba ia berjalan di samping ku dengan merangkul khas teman
" gua setia kok!! gua belum pernah tidur dengan siapa pun " bisik nya di telinga ku walaupun aku percaya tapi hati ku terlanjur kecewa
" lo mau tidur dengan gua" tanya nya saat kami berdua di dalam mobil
"kapan " tanya ku
" emmm malam ini " jawab nya sambil membawa mobil keluar dari parkiran
" di mana "
" puncak " jawab fahmi
" lo mau bayarin vila ya" kata ku buat pasti kan siapa yang membayar vila
" nyokap gua ada vila di sana kok, lo tenang aja " jawab nya
aku tidak membayangin hal romantis apa pun untuk malam ini, dekat dengan nya itu sudah cukup buat ku,
perasaan nyaman ketika bersama nya, perasaan rindu saat jauh dari nya itu lah hati ku saat itu
saat itu juga aku belum tau banyak tentang hubungan sejenis walaupun aku korban dari predator penyuka anak anak
saat dengan nya aku lupa dengan masa lalu ku, aku dapat tersenyum. aku berani untuk berkumpul di tengah keramaian, walaupun akhir nya aku kembali sendiri lagi menghabiskan waktu di kamar ku saat jauh dari nya.
malam ini hanya kami berdua menghabiskan waktu di puncak bogor.
dengan gitar nya ia menyanyikan lagu andra and the backbone
" saat air mata membasahi bumi, yang tak akan bisa menghapuskan pedih
aku pun tak bisa saat kau meminta tuk bangkitkan lagi
" biarlah !!!"
"biarlah semua !!!!"
di kegelapan malam di puncak bogor
kita berdua !!!
duduk di tempat
di tempat yang sama
menghirup udara!!!
udara yang sama
menatap langit!!!
menatap langit yang sama
hati ku begitu tenang, begitu damai
tuhan!!! aku tidak tau tentang rasa ini. aku pun tak mengerti akan perasan ku
padahal rasa ini, perasaan. ini adalah milik ku
"lo sudah ngantuk " kata fahmi di samping ku
" belummm" jawab ku
entah apa yang kau rasakan saat bersama ku, aku tak tau
sebagai mana aku pun tidak pernah tau tentang rasa yang kau rasakan saat kau jauh dari ku
" lo begitu lugu, lo terlalu polos dii" kata fahmi tiba tiba memandang ku
"ohh yahh, coba buka disini "
" lo apaan sihh" kata ku sedikit malu
" khaaahhhh!!! diii kata nya udah biasa colii" kata fahmi
" apa...!!" jawab ku ikut berbaring di teras samping vila menatap jauh ke angkasa yang gelap
" dingin.." kata nya
diam sesaat hingga
" lo tauuu enggak kenapa malam yang gelap itu indah dilihat "
" entah lah gua enggak tau"
" itu karena ada bintang!!! bintang terlihat indah karena gelap malam berbeda tapi saling melengkapi "
" itu ya..." jawab ku
'hmmm ia...!!! hati ku begitu damai hari ini...andai gua mati malam ini!!! gua rela kok"
" lo ngomong apaan sihh" kata ku sambil duduk
" kenapa!!! lo takut enggak ada gua ya" mata nya menatap ku sambil tetap berbaring
" enggak lucu tau gakk" jawab ku
fahmi hanya tersenyum
" itu kan andai kan dii"
ya aku takut kehilangan nya, dan andai memang saat itu aku mati
aku tak perlu mengalami hal yang tak penting seperti saat ini
"kalau lo ngantuk masuk aja lah di sini dingin "
" thx perhatian lo!! gua bukan anak kecil kok"
sesaat kami hanyut dalam pikiran kami masing masing.
hingga mara kian berat, aku pun izin untuk tidur
saat aku terjaga aku lihat fahmk tidak ada di dekat ku,
ku lihat jam di hp jam 1 malam
keliling aku mencari nya,
rupa nya ia tidur di sofa panjang yang ada di ruang tengah
, ku pandangi wajah nya yang tengah tertidur,
entah kenapa ia tidur di sini
padahal ranjang di kamar terlalu besar bila hanya untuk ku.
"miii !!!" aku mencoba membangun kan nya
"hmmmmm" jawab nya
" lo kenapa tidur disini " mata nya sedikit terbuka
"enggak kenapa kenapa "jawab nya dengan wajah kantuk nya
"lo mau tidur, tidur aja di kamar, biar gua tidur di sini " kata nya
" lo gimana sihh!! kata nya mau tidur bareng " kata ku
mata nya tajam menatap ku, tangan nya bergerak se akan ingin menarik ku ke dalam pelukan nya
__ADS_1
namun akhir nya ia membalikan badan nya membalikan badan nya membelakangi ku
" lo kenapa sih " kata belum mengerti
aku duduk di sofa yang di dekat nya
kesunyian di antara kami berdua hingga ku lihat kepala fahmi sedikit bergerak hingga mata kami saling menatap
" lo kenapa tidur sini" kata ku saat mata kami saling bertemu
"lo tidur lah di kamar!! biar gua tidur di sini " kata fahmi
" lo ngajak tidur bareng!! tapi lo malah tidur di sini, gimana sih" kata ku
" ehhhhmmm khaaahhhh " melepas kan nafas dengan sangar keras hingga dapat ku dengar
"lo enggak takut dengan gua" kata nya
" takut kenapa " jawab ku
"lo itu bego yaa!!!" kata fahmi membuat ku sedikit terkejut
sambil kembali tidur
" lo kenapa sih mii!! " kata ku makin tidak mengerti
tiba tiba ia bangun memukul ku dengan bantal guling yang ia bawa
"lo tidur lah di kamar kata gua" kata nya dengan nada tinggi "tidur lah sana!! "
akhir nya aku tidur sendiri malam itu
hingga subuh saat ku lihat jam 5 subuh, fahmi sudah terlebih dulu bangun dan ia tampak rapi di atas meja telah siap untuk sarapan pagi
fahmi tampak acuh seakan tidak peduli dengan kehadiran ku
setelah menunaikan kewajiban ku sebagai seorang hamba kami berdua pulang
sepanjang perjalanan fahmi tidak banyak cerita hanya diam yang membuat ku serba salah
hari itu dia masih menjemput ku di rumah seperti biasa, dan lagi lagi fahmi hanya diam aku mencoba membuka pembicaraan jawaban nya pun hanya " hmmmm, ya...." tanpa menoleh ke arah ku.
ketika di kampus ia langsung pergi meninggalkan ku, begitu pun selanjutnya ketika di kelas yang biasa nya ia duduk di samping ku
kini ia menjauh,
waktu pulang pun berlangsung aku tidak menemukan mobil nya dan ku putus kan untuk naik krl pulang.
sepanjang perjalanan sampai ke rumah aku mencoba mengingat semua kejadian di villa malam itu
semua kata kata nya aku mencoba mengingat nya,
" aku yang terlalu polos, terlalu lugu, aku yang bego di saat ia marah "
" ahhhhh, pertengkaran malam itu dia memaksa untuk tidur sendiri dan aku sendiri di kamar "
sebelumnya semua baik baik saja hingga aku beranjak untuk tidur meninggalkan ia sendiri
dengan sejuta pertanyaan aku datang ke rumah nya
sesampainya di sana mobil nya motor nya semua ada di sana dan aku yakin ia ada di rumah
setelah turun daru motor tidak sengaja aku melihat seorang duduk menyendiri dengan gitar nya sambil menyayikan lagu
itu lagu dari jikustik berjudul puisi
" fahmi..." sapa ku
fahmi menoleh ke arah ku, dengan terkejut
namun tidak ada jawaban
aku duduk di ayunan yang ada di hadapan nya
dia melirik ke arah ku..namun itu sesaat
fahmi beranjak untuk meninggalkan ku
" gua salsh apa sihhh" tanya ku dengan nada kesal
" lo enggak peka ya" itu lah jawabnya
" enggak peka apaan " tanya ku lagi
" ya sudah lah, ternyata gua menyukai orang yang salah" kata fahmi
" pulang lah gua capek, gua mau tidur " kata nya lagi
" salah gua apa!!! " tanya ku lagi " kalau gua salah gua minta maaf " ksta ku lagi
dengan gitar masih di tangan nya fahmi mendorong tubuh ku hingga ke dinding cengkraman tangan kanan nya cukup keras mencengkram bahu ku.
aku benar benar terpojok dan hanya bisa menatap nya, mata kami bertemu wajah nya begitu dekat dengan wajah ku
namun ia kembali mendorong tubuh ku menjauh dari nya
" pulang lah sebelum aku khilaf " kata nya dengan keras
aku membalikan badan ku menatap nya namun
dia pergi meninggalkan ku yang makin tidak mengerti apa yang terjadi dengan nya
ke esokan hari nya setelah ku tunggu cukup lama
akhirnya aku berangkat sendiri menuju kampus ku di depok
lagi lagi dia duduk menjauh dari ku.
namun saat di parkiran
" adii " panggil nya fahmi menghampiri ku
terasa cangung terasa ada sesuatu yang menganjal hati nya
namun aku menunggu apa yang ia ingin kata kan
" gua minta maaf, mulai besok gua enggak di bogor lagi"
bagaikan teraliri listrik tubuh diam kaku
namun. dengan segera dengan cepat aku bertanya
" lo mau pindah kemana " tanya ku " apakah ini karena masalah gua " kata ku
" enggak, gua enggak kuat dekat dengan lo" kata nya
" apa maksud miii" tanya ku
aku tidak menemukan jawaban nya
" lo pindah kemana " tanya ku
" ke bandung " jawab nya
" kapan "
" pulang dari sini "
" boleh gua ikut " kata ku
dia hanya diam melihat ku
" ntr gua kabarin lah saat udah di sana " kata berjalan meninggal ku
entah dia melihat atau tidak air mata ku menetes yang memaksa ku masuk ke dalam mobil ku.
setelah kepergian nya hari hari ku semakin sepi,
saat ku hubungin no nya tidak aktif sama sekali.
__ADS_1
ku datangi tante tati di tempat usaha nya.
namun tante tati belum bersedia memberikan informasi kepada ku