
bab 7 jenuh
tidak terasa sudah 3 bulan aku tinggal di jakarta
arti nya pernikahan sudah hampir memasuki tahun ke 2, perasaan ku tidak kunjung tumbuh kepada diah, hubungan ku semakin hambar, hanya diah yang tidak berubah, dia tetap hangat dan terkadang memaksa ku untuk bermain di ranjang, aku tau diah begitu menginginkan anak dari ku, dari orang tua nya yang mulai mempertanyakan kapan diah hamil begitu pun dari orang tua ku
orang tua diah mekhawatirkan diah, dengan alasan yang tidak begitu aku mengerti dan dari orang tua ku yang mengkhawatirkan diri ku
pada saat aku di kostan ku, aku baru menyadari ada yang berubah dari diri ku, adik kecil ku, senjata perang ku tidak seperti biasa nya di pagi hari tidak bangun sama sekali.
" ahh mungkin pagi ini saja, besok akan aku pasti kan dengan jelas " itu lah dalam pikiran ku
keesokan pagi nya aku makin yakin bahwa senjata ku memang tidak bangkit.
padahal hampir 1 bulan aku tidak menggunakan nya, seharus nya peluru nya dalam keadaan siaga dan senjata ku, siap ku gunakan kapan pun
ku coba mengelus dan membelai nya agar senjata ku bangkit namun hingga aku lelah senjata sama sekali tidak bangkit
ku pendam rasa Khawatir ku, hingga saat bertemu dengan diah
aku kembali meminum obat kuat ku,
senjata ku bereaksi siap perang, diah penuh nafsu dan semangat juang, mencoba mengapai titik di mana yang ia harap kan, ketika titik itu ia capai semua nya menjadi sepi
berbeda dengan ku, antara pikiran dan hati yang tidak menyatu membuat ku tidak merasakan kenikmatan saat berhubungan
yang ku lakukan hanyalah kembali ke awal
suatu hari saat aku di kostan sendiri, aak andi menghubungi ku,
" ya aak. ada apa " tanya ku menjawab telpon nya
"dedek di mana " tanya aak andi
" dedek masih tempat kerja aak" jawab ku bohong
" hmmmmmm" kata aak andi terdengar keras di hp ku" dedek udah berapa minggu enggak pulang " tanya aak andi
aku diam tidak menjawab aku tau diah selalu menggunakan aak andi setiap kali bermasalah dengan ku, , saat diah sudah tidak tau lagi apa yang harus di lakukan nya.
saat diah berkunjung ke koastan ku aku menyibukkan diri ku dengan pekerjaan ku hingga larut malam
" dedek, kasian diah.... " saat aak andi ingin melanjutkan segera ku potong perkataan nya
" ia akk ntr, dedek pulang kok " kata ku dengan nada mengalah
hati dan pikiran melayang entah kemana. berharap aku mengalami kecelakaan hari ini. dan berakhir semua
di jalan tol jagorawi aku berharap dapat memacu kendaraan ku dengan kecepatan maksimum, namun!!!
" ahhhhhh ini bogor saat akhir pekan semua orang jakarta seakan memenuhi semua areal yang ada disini "
kendaraan ku tidak lebih dari 40 km/ jam itu di berapa titik ada di bawah nya
ku temui diah di mall botani, kebetulan diah sedang berbelanja di sana
saat melihat ku diah tersenyum lebar, segera ku dorong troli yang ada di dekat nya
" belanja apaan" ketika ku lihat troli masih belum ada isi nya
" belanja bulanan aak, ini sekalian juga buat mama" jawab diah
aku terbiasa menemani diah keliling saat ia sedang belanja kebiasaan ini sudah aku lakuin dari dulu menemani mama berbelanja. dan akhirnya inj juga menjadi hobbi ku saat lagi suntuk
walaupun terkadang hanya sekedar keliling tanpa membeli
"kak.." aku menoleh kebelakang saat ada yang memanggil
" eehhh aak.." seorang pria di belakang ku segera ia menyalami tangan ku
sebagai sesama pria Aku tidak cukup nyaman. dengan tatapan nya namun aku tidak tau itu apa, bagi ku tatapan nya tidak menyukai ku tapi apa yang tidak ia sukai dari ku, bertemu dengan nya baru lah saat ini, namun kata diah di hadir saat resepsi pernikahan kami
",aahhh aku tidak mengingat nya " pikir ku
pria itu bernama arif, sepupu dari diah umur nya 1 tahun di bawah diah, arif lah yang selama ini mengantar dan menjemput diah, soal pekerjaan pasti nya aku tidak tahu dan apakah arif sudah menikah aku pun tidak tau, andai bila dia menikah diah pasti akan membawa ku ke acara pernikahan nya namun entah juga kalau itu tempat nya jauh
arif menyerah kan sesuatu pada diah. setelah nya ia izin pamit pada kami
setelah keliling menemani diah belanja.kami segera mengunjungi orang tua ku dan menginap di sana
pernikahan ini hanya lah sebuah belengu yang memenjara kan diri ku,
pernikahan ini membelengu ku namun aku tidak bisa berbuat banyak yang bisa ku lakukan hanyalah berpura pura bahagia
pagi itu, aku lebih awal bangun aku tidak mengantar diah
setelah subuh lewat
__ADS_1
aku sudah keluar rumah, awal weekday aku cukup tau bagaimana kondisi jalanan baik tol dalam kota hingga menuju tempat ku kerja pasti macet parah
terkadang aku iri dengan beberapa temen kerja ku yang di mutasi ke luar kota jauh dari keluarga tidak juga bergelut dengan kemacetan
kadang aku berharap kapan aku di mutasi, ya mutasi kemana saja bagi ku tidak masalah
di tengah ke macetan ky putar lagu favorit ku
pikiran ku menembus masa lalu ku
saat itu fahmi tidak menjawab salah ku apa yang ada di menjauh dan melanjutkan sepeda nya
kami berdua hanya bercanda seadanya, tanpa pernah membahas masalah itu
yang kadang membuat ku berpikir kalau aku salah kenapa ia tidak pernah memberi tau salah ku apa.
dan sikap nya kepada ku saat bertemu tetap hangat
" lo berangkat jam berapa "tanya nya pada ku.
"ya kayak biasa " kata ku
fahmi hanya tersenyum dengan menatap ku.
" kenapa!!! lo mau nganter " tanya ku
" kalau di bolehi"
" ya boleh aja" jawab ku " lo libur !!! "
" enggak!!!" jawab nya
"teruss!!"
"gua kangen seseorang " jawab fahmi
hati ku berdetak ingin ku tanya kan tapi aku jawabannya
aku penasaran siapa orang itu namun tidak ada keberanian buat ku bertanya
" woiii" tangan fahmi melambai di depan mata ku
"hmmmm"aku tersenyum seolah tidak mendengar apa yang di kata kan nya tadi
"lo kenapa "tanya ku saat ia membaring kan badan nya di trotoar
" enggak kenapa kenapa "
aku yang duduk di dekat nya hanya mendengar nya
"tapiii!! setelah bertemu dengan nya ternyata dia bego kayak dulu" kata fahmi kesal
siapa kah yang dia maksud, aku tidak mengerti, siapa orang itu aku juga pengen tau
aku pulang ke rumah ku, aku mempersiapkan diri ku untuk tampil terbaik di hadapan fahmi.
padahal kami berjanji jam 8 tapi jam 7 lewat aku telah siap
entah aku sangat bersemangat di pagi ini
sebentar bentar aku lirik jam tangan ku, 5 menit terasa begitu lama
ahhh apa yang terjadi dengan diri ku, aku duduk santai di teras rumah ku,
sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan rumah ku, ku lihat jam 7:20
apakah dia sama seperti ku, tidak sabar ingin bertemu
fahmi turun dengan pakain kemeja yang cukup rapi
ketika dia melihat ku,
" lo sudah siap!!! gua pikir mandi aja belum lo!!!"kata fahmi
" yachh kan enggak enak ntr lo nunggu " kata ku
" ya udah kalau lo udah siap cabut " kata fahmi
" emang Mau kemana " tanya ku heran
" yachh kan lo mau ke kampus "
" yachh jam segini ke pagian lah " kata ku protes
" yach udah mau kemana dulu "fahmi mengalah
" ya udah cabut aja lah kalau gitu" kata ku
__ADS_1
" kemana "
" ya ke kampus lah "
" lo aneh! tadi bilang nya ke pagian "
" yach nongkrong aja di kampus juga enggak masalah " kata ku
untuk memperlambat waktu aku sengaja mengajak fahmi untuk lewat jalan biasa
" kenapa " tanya fahmi ketika kami di mobil
"enggak kenapa kenapa!! macet banget " kata ku
saat mata ku ketangkap basah memandangi wajah nya
"ya kan lo yang minta lewat sini " kata fahmi
" ia kalau lewat tol malah kepagian" kata ku
diam sesaat akhir nya aku berani kan lagi untuk meminta no nya
" berapa no lo" kata ku sambil memegang hp ku
" kenapa lo pengen tau " tanya nya dengan pandangan nya tetap ke jalan
" emang enggak boleh " tanya ku
" enggak!! " jawab nya
"kenapa enggak boleh " tanya
" karena lo tidak peka dan karena lo bodoh " jawab nya yang membuat ku tersinggung
" maksud lo!!" suara ki sedikit menunggu
" kenapa lo marah " tanya nya sambil memandang ku
aku ingin segera turun dari mobil dan kebetulan saat itu mobil sedang berhenti karena kemacetan
namun tangan ku di cengkram nya dengan sangat kuat
" lo Mau kemana " tanya nya sambil tersenyum
" udah lepasin aja!! gua mau turun disini " kata ku
"khaaahhhh ya udah nih no gua " kata nya
" enggak usah " kata ku
dengan tetap memandang ku, fahmi diam, tatapan nya sangat tajam, tangan nya mencengkram tangan ku dengan kuat, aku merasa terintimidasi pada saat itu
" ya udah berapa " kata ku mengalah
kami berdua diam cukup lama namun mata melirik ke arah diri nya
aku tidak tau apa yang di pikir kan nya,
" mama cerita tentang lo " kata fahmi
" cerita apa " tanya ku
" yachh tentang lo maksa mama minta no gua" kata fahmi
" oooo itu " kata ku " paling juga lo ganti no lagi kan " kata selanjutnya
" hmmmm mungkin " kata nya
" segitu nya lo menghindar dari gua " kata ku pengen teriak
" salah gua apa " tanya ku
ku tunggu namun fahmi diam
" lantas kenapa lo nemuin gua sampe rela nganter gua " tanya ku
" gua pikir lo sudah berubah " Jawab nya
" berubah !!!"
" ia!!" kata fahmi " lo mending jujur dengan diri lo sendiri apa yang ingin lo lakuin dengan gua " kata nya sambil
memandang ku
" maksud lo apaan !!" tanya ku
" khaaahhhh capek gua lihat lo" kata nya
__ADS_1
aku sama sekali tidak mengerti apa maksud fahmi
namun sekarang aku mengerti tanpa nya aku kesepian, banyak yang ingin ku lakuin saat dengan nya, bercanda dengan nya. bahkan mungkin bercerita tentang apa yang terjadi dengan keadaan ku sekarang, berkata bahwa aku tidak bahagia dengan pernikahan ku