Cinta Ini Membunuh Ku Secara Perlahan

Cinta Ini Membunuh Ku Secara Perlahan
cinta ini perlahan membunuh ku


__ADS_3

bab 8 terapi


terkadang aku lupa bagaimana cara hidup sesungguhnya, hanya untuk agar orang menyukai ku, mengakui ku keberadaan ku, dan menjaga perasaan mereka agar tidak terluka dan kecewa agar terus menyakiti diri ku, berusaha dengan susah payah, bertahan dengan rasa sakit


terkadang hidup seperti ini adalah kebodohan


apakah aku memiliki pilihan yang lain??


malam itu hanya untuk memenuhi ke inginan diah.


aku harus merasakan sakit dalam diri ku.


diah memaksa ku untuk berhubungan, kebetulan hampir 2 bulan aku tidak berhubungan, segera ku ambil obat kuat dan ku minum, segera ku rasakan reaksi nya


di awal terasa sama, namun. ada yang berbeda ku rasakan nafas sangat sesak dan makin lama semakin. terasa sesak, dada kiri ku terasa sakit ku berusaha berjalan ke arah tempat tidur ku, dengan kesadaran yang masih ku miliki


masih ku dengar perkataan diah


" aak, kenapa "samar ku lihat diah berlari ke arah ku


begitu sesak dan sakit nya dada kiri ku, rasa sakit nya terasa tembus ke belakang punggung ku, membuat ke sadaran ku kian hilang dan penglihatan ku menjadi gelap


entah berapa lama, saat aku sadar di samping ku ada aak andi


terasa pedas panas dan ada yang menganjal hidung ku


aak andi menatap ku


" berapa lama dedek pingsan " tanya ku


" bentar kok "


" kenapa di bawa kesini " tanya ku


" diah mana " tanya ku lagi


" beli obat "


" kenapa adek minum obat kuat " tanya aak andi


" entar aja bahas gituan aak "


"khaahhh !! adek tahu jantung adek kena"


aku terdiam. tidak tau harus berkata apa


aku sama sekali tidak menyangka aku akan berdampak seperti ini


3 hari aku sudah di perbolehkan pulang, atas saran dokter aku sama sekali tidak di perkenan kan mengkonsumsi obat kuat lagi


semua yang, ku lihat raut wajah mama dan papa sedikit kecewa selama di rumah sakit tidak banyak kata yang mereka ucapkan, hanya mengunjungi ku


begitu pun saat di rumah


aak andi menghampiri ku, saat aku berada di halaman belakang


" nih minum, " kata aak andi sambil menyadarkan obat yang harus ku minum beserta air


" kenapa aak nganter, diah mana " tanya ku


"diah lagi bersih bersih kamar"


" mau cerita nya kapan," tanya aak andi


"cerita apa " tanya ku balik


" sejak kapan minum obat gituan "


"sejak adek nikah "


" emang punya adek enggak bangun "


" enggak "jawab ku santai dengan tubuh ku sandar kan di sudut tiap gazebo


" kenapa adek enggak cerita ke aak "


" entah lah aak, mungkin dedek malu " jawab ku


aku seakan tidak peduli lagi dengan diri ku. bahkan saat ini pikiran bukan pada aak andi


pikiran melayang menjauh


" malu kenapa?? adek malu kenapa "


" yach ini kan tabu aak "


"tabu apaan adek, kan sudah besar " kata aak andi


" sekarang kedepan nya gimana " kata aak andi selanjutnya


" entah lah aak, adek bingung " kata ku


aku belum tahu apa yang akan aku lakukan, rasa nya tidak mungkin untuk berkata bahwa aku tidak bahagia dengan pernikahan ku, akan banyak pertanyaan yang akan mereka tanyakan jadi akan lebih baik nya aku diam


saat beranjak malam, baru aku sadari. mata diah sedikit bengkak


" adek nangis?? " tanya ku


" hmmmm " hanya itu aja jawaban nya


" nangis kenapa "


"diah merasa bersalah aak, diah minta maaf "


aku sedikit terkejut


" bersalah kenapa " tanya ku


" ya karena diah aak minum obat itu "


"itu keinginan aak, diah enggak maksa aak kok"


aku mencoba menenangkan hati nya


kalau ku pikir lagi memang aku yang meminum nya tetapi itu lebih karena kewajiban ku lah yang memaksa ku untuk melakukan nya


waktu berlalu,


diah tidak pernah lagi merayu atau meminta ku untuk bermain. di ranjang,


ahhh pikit hanya sesaat saja pikir ku, namun. ternyata aku salah


hingga 3 bulan diah sama sekali tidak pernah mengajak ku lagi bermain


walau di hati ku aku merasa tidak terganggu, namun ada penasaran di hati ku di cara apa diah melakukan nya


di ranjang ketika saat kami tidur berdua, diah tetap memeluk ku, diah tetap perhatian pada ku.

__ADS_1


saat akhir pekan aku bersama diah berkunjung ke rumah orang tua ku


inj setelah berapa hari lalu menghubungi aku aku menginap malam ini.


saat pagi ku lihat ada aak andi ikut sarapan bersama kami


setelah sarapan aku dan diah di ajak turut serta bersama mama dan aak andi menuju ke Sukabumi tepat nya daerah cisaat,


sesampai ke tempat yang di tuju, suasana masih terbilang pagi,


kami ke sebuah rumah dan di sambut oleh seorang pria muda bertanya maksud tujuan kami


aku di minta pria itu untuk masuk ke dalam sebuah kamar setelah ku sampai maksud dan tujuan kami


" punya saya tidak bangun aak" kata ku saat di kamar ber dua


" udah berapa lama " tanya nya


" udah sejak nikah 2 tahun lalu aak"


" sebelum nya "


" sebelum nya normal aja "


aku pun di minta berbaring di tempat tidur yang di sediakan di kamar


badan ku di pijit. terasa sakit semua


1 jam lebih aku di pijat, setelah selesai aku sempat di beri ramuan untuk ku minum


singkat cerita, aku sering kesana seorang diri atau pun berdua dengan diah, terkadang aku sempat kan diri untuk jalan jalan usai terapi.


namun yang ku rasakan sedikit sekali perubahan nya, hanya bangun di waktu pagi, itu pun tidak sekeras saat aku masih sendiri


hubungan ranjang ku pun semakin dingin, diah tidak sehangat dulu lagi,


aku pikir diah mulai lelah, namun semua itu kami sembunyikan dari keluarga masing masing.


aku pun semakin. di sibuk dengan pekerjaan ku, itu yang ku lakukan untuk mengusir rasa jenuh ku.


tidak terasa rumah tangga ku memasuki 2tahun 6 bulan. seharus nya kami telah memiliki anak.


namun kenyataannya jauh berbeda


aku berpikir bagaimana dulu aku sangat berharap pada seseorang bahkan hingga saat ini aku berharap dapat bertemu dengan nya walaupun sesaat


mungkin suasana hati ku akan berbeda


saat itu aku menuju bandung dengan seorang wanita teman ku dia bernama reni, seorang mahasiswi dari pulau Sumatera cukup cantik, putih khas melayu, badan nya pun mungil


sesampai di bandung aku dengan menggunakan alamat yang di berikan fahmi menuju ke kostan nya


ini kali pertama aku kesini.


saat melihat ku fahmi tersenyum lebar dan ia memeluk ku


" akhir nya sampai juga lo " kata nya pada ku


" masuk " kata fahmi mempersilakan ku masuk


dan aku pun mengajak reni untuk masuk,


ada yang berubah dari fahmi senyum yang begitu kelihatan seketika berubah saat melihat reni duduk di dekat ku.


" gue pikir lo sendiri " kata nya sambil memberikan air mineral gelas pada ku


tapi yang ku lihat fahmi hanya acuh tak acuh menangapi ku


aku merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, hingga suasana menjadi cangung sesaat


" lo laper enggak" tanya fahmi membuka percakapan


" yachh laper lah, " saat ku lihat jam tangan ku, hampir jam 12 siang


" ya udah gua cari makan dulu, lo ber dua ngobrol aja di sini " kata fahmi


" ya gua ikutan lah, biarin aja reni disini sebentar " kata ku


" enggak masalah kan lo sendirian disini " tanya ku pada reni


"ya enggak masalah, " kata reni


" lo mau makan apaan " tanya ku pada reni


" ya terserah aja lah " kata reni


ku ikuti langkah fahmi dengan mempercepat langkah untuk sejajar dengan nya


" lo mau pamer depan gua " kata fahmi


"pamer apaan " tanya ku belum mengerti


" ituu bawa cewek segala kesini " kata fahmi


" gua dengan reni temenan doank" kata ku " kan udah gua jelasin tadi temen gua " kata ku lagi


" ngapain lo ajak kesini kalau bukan pamer " tanya fahmi


"ya sekedar temenin gua jalan aja enggak ada maksud lain " jawab ku " lo enggak suka kalau gua ngajak reni " tanya ku


" ia.!! gua suka lo sendiri kesini " kata fahmi


"ok!! gua minta maaf "


fahmi hanya diam kami pun sibuk memilih makanan yang ada di warung makan yang tidak jauh dari kostan fahmi


sepanjang perjalanan pulang setelah membeli makanan kami tidak banyak berbicara


aku sibuk dengan pikiran ku.


setelah usai makan ini, aku pun berencana pulang


setelah usai makan dan istirahat sejenak tepat jam 1 aku pulang


fahmi hanya mengantar ku sampai di pintu pagar kostan nya tidak ada kata hanya menatap ku


sikap yang dingin ini menjadi beban pikiran ku,


aku menyesali keputusan mengajak reni ke bandung, berharap kehangatan dalam pertemuan ku dengan fahmi pun kandas


setelah 1 bulan berlalu aku kembali ke bandung menemui fahm.


kini aku sendiri


saat tiba di kostan nya, seorang pria membuka pintu nya


umur nya di bawah ku mungkin masih sma.

__ADS_1


dengan hanya memakai boxxer beetelanjang dada, ku lihat ada merah di dada dan leher nya namun segera ia tutupin dengan sebuah kain.


" cari siapa " tanya nya cukup cakep keren, putih badan nya


" emmmm fahmi ada " kata ki, ada rasa panas di hati ku, terasa sesak dada ku, namun aku tidak mengerti kenapa, perasaan ku meledak ledak perasaan marah perasaan kecewa


tetapi otak ku berkata hati ku mencoba menenangkan diri ku, kenapa dengan perasan ku, kenapa aku harus marah. kenapa harus kecewa


fahmi keluar dari kamar mandi


sikap nya keglagapan saat melihat ku


segera ku tinggal kan tempat itu aku tidak tau harus berbuat apa dan kenapa aku harus marah kenapa aku harus kecewa


tangan ku di pegang dengan kuat oleh fahmi aku ingin menepis nya tapi tidak bisa


dan menarik ku masuk ke dalam kamar nya


ku lihat bocah itu sedang siap siap untuk pergi. kamar nya tanpa berantakan


setiap bocah itu pergi fahmi menutup pintu kamar nya dan duduk di dekat ku


" gua dengan dia enggak ada hubungan apa apa kok"


aku tidak peduli karena aku tidak bertanya


" dia adik temen gua sekedar numpang semalem disini"


" emang kenapa dengan teman lo. kok bisa nginep disini "


" temen gua di ujung kostan nya dia tinggal kost ber2 jadi udah penuh "


:" ouuhhh gitu " kata ku


" lo lihat aja di.ujung kostan nya " kata fahmi


" kenapa dua sampe nginep di sini "


" sekarang lagi ujian masuk "


" kenapa lo jelasin ini ke gua " tanya ku


" ya lo curiga ma gua " kata nya


" yang curiga siapa ???"


" terus kenapa lo lari " tanya fahmi


" ya karena enggak mau ganggu ke asikan lo aja "


"la itu kan curiga " kata fahmi " gua sudah bilang dengan lo..!! gua mau melakukan nya hanya dengan orang yang gua sukai " kata fahmi


" ya kan gua enggak tau hati lo, mungkin. aja lo suka dia kan "


kata ku sambil berdiri, namun sebelum aku berdiri sempurna tangan ku di tarik fahmi hingga terjatuh menimpa diri nya


" apa apaan..." sebelum selesai aku bicara bibir fahmi menempel di bibir ku,


dengan cepat ku dorong tubuh nya hingga aku menjauh


" lo apaan " tanya ku


" ini kan yang kau ingin kan " kata nya


" lo gila apa " kata ku sambil terus mengusap bibir ku


fahmi pun dengan segera menindih tubuh ku, tenaga ku tidak cukup kuat untuk mendorong nya.


hingga bibir ku kembali menjadi sasaran nya


aku terus merontak di mencoba melepaskan diri ku. hingga usaha ku tidak sia sia


" lo kenapa sihh!!!" tanya ku yang telah berdiri menjauh


" lo suka gua kan!!! " kata nya


" ini yang lo cari dari gua kan " aku diam otak ku kacau


" jawab aja jujur!!! " kata fahmi mulai berdiri aku sedikit menjauh


"lo cemburu dengan bocah tadi kan " aku tidak tau apa yang harus aku kata kan


aku berjalan cepat ke arah pintu dan mencoba keluar dari kamar kosan fahmi


" lo itu munafik!!! " kata fahmi sambil mengemgam tangan ku


" coba jujur lah dengan diri lo sendiri " kata fahmi dengan nada kesal


ku lepas kan tangan fahmi dan berjalan ke arah mobil ku.


aku tidak mengerti apa yang sedang aku alami, otak ku tidak mampu berpikir secara normal


ku lihat fahmi mencoba menghampiri ku namun dengan segera aku menjauh dari tempat itu.


sepanjang perjalanan aku mencoba memahami hati ku, apa kah benar yang fahmi kata kan


dan apakah benar aku marah saat itu


ku hidup kan musik untuk perjalanan ku, saat akan memasuki gerbang tol aku berpikir aku masih ada waktu untuk kembali.


dan ini lah kesempatan ku


namun!!!!


apakah ini yang bener-bener aku ingin kan


hati ku ragu


bila aku melangkah lebih jauh lagi


aku akan kehilangan diri nya


mungkin hubungan ini tidak akan sama lagi seberapa pun aku mencoba untuk mengurangi nya


ku putar arah mobil ku


namun lagi lagi keraguan hadir di hati ku


andai aku kembali


apakah ini yang bener-bener aku ingin kan


bila ia, sampai kapan aku akan berjalan bersama nya


dan bagaimana dengan orang tua ku


aku tidak ingin kehilangan nya namun di sisi lain aku tidak pernah ingin juga hubungan serius dengan nya

__ADS_1


hanya sebagai sahabat. hanya sebagai saudara tapi kenapa ia menganggap ku lebih


__ADS_2