
bab 5 perjuangan
pernikahan ku, tidak berjalan sesuai dengan harapan ku.
masalah terbesar adalah dalam diri ku sendiri .
aku mencoba memahami diri ku sendiri,
ada sesuatu yang menganjal hati ku, namun aku tidak tau itu apa
sejak aku berhubungan badan dengan istri ku untuk pertama kali
sikap nya semakin manja dan kepada ku, apa lagi saat kami hanya ber 2,
walaupun tidak tiap hari kami melakukan nya
namun yang selalu memulai memberi kode adalah istri ku.
saat kode keras itu dia berikan, aku meminta waktu sejenak kepada nya
aku turun dari ranjang ku, aku memakan obat terlebih dulu,
5 menit, hingga 15 menit obat itu akan bereaksi di tubuh ku
ku peluk tubuh nya, ku mainkan apa yang ku anggap perlu diah pun mulai meliuk liukan tubuh nya
nafas nya kian berat,
aku cukup berhasil membuat nya senang, membuat nya bahagia
begitu pun dengan orang sekitar ku
aku bisa membuat mereka menyukai ku, membuat mereka senang
saat mama ku meminta untuk aku segera menikah
" adii, jangan terlalu sering seting gonta ganti cewek nak, enggak enak pandangan tetangga "
" ia mamm..."
aku turutin ke inginanan mama
namun di kesempatan lain
" kalau pikiran mu sudah mantap dengan diahh lamaran lah dia nak"
aku hanya diam
dan saat semua saudara ku di kumpul kan pada waktu idul fitri
ke 2 orang tua ku ada di tempat itu, semua bertanya kapan aku akan melamar nya
mereka pun meminta ku untuk membawa diah di acara keluarga ku.
" adi serah kan semua nya pada mama dan papa kapan akan melamar diah" jawab ku
diah hanya tertunduk malu
3 hari setelah nya orang tua ku pun datang kw rumah diah
setelah beberapa hari dalam suasana lebaran
berita aku melamar diah pun meyebar ke keluarga paman bibi dan sepupu ku
mereka semua senang, gembira mengucapkan selamat untuk ku,
ya aku telah membuat mereka senang,
di mata mereka aku adalah pria sejati
sama seperti malam ini, aku kembali membuat istri ku senang
"aakk....aakkk..." diah berkali kali memangil ku,
ke dua tangan nya mengapai sprei di cengkraman dengan sangat kuat
kepala nya sedikit terangkat ke atas mata nya terpejam
sedikit dikit ia memangil ku,
" aakkk...sstttt " terkadang diah mengigit bibir nya sambil tetap tangan nya mencengkram
aku tau saat ia mulai memangil manggil diri ku
tidak akan lama lagi akan aku rasa kan
kedutan di bagian tubuh nya dengan mencengkram kuat senjata yang aku gunakan, seiring itu akan terasa hangat di senjata miliku
dan setelah nya diri nya tidak akan berdaya. aku masih belum mencapai tujuan ku, setelah 2 jam pertempuran aku belum merasakan titik pencapaian ku
lagi lagi
" aak...capek, pedih punya diah" aku ingin mempertahankan egois ku
namun rintihan kesakitan nya terus terdengar jelas di telinga ku
ku cabut senjata ku
rawa ingin meledak di dada ku, seakan ada bom di dalam nya
" nyutt..nyutt" rasa sakit di kepala ku
merambah ke punggung belakang ku
perasaan ini menyiksa ku, setelah berbaring sesaat tidak. menyelesaikan masalah
aku turun dari ranjang ku, berjalan di sekitaran kamar ku dengan tidak ada sehelai benang pun di tubuh ku, setelah dia keluar dari kamar mandi
aku mencoba menyelesaikan masalah ku dengan tangan ku
tangan ku mulai terasa pegal. senjata ku mulai terasa pedih
namun yang ku tunggu belum hadir
mungkin 1 jam aku baru mencapai puncak nya
setelah ku basuh tubuh ku dengan air hangat
saat aku keluar diah telah tertidur pulas,
ku baring kan tubuh ku, menerawangi langit langit kamar ku
aku ingin bertanya kenapa ini terjadi dalam hidup ku, begitu mudah nya aku membuat orang tersenyum, membuat orang senang
tapi kenapa aku tidak mampu membuat diri ku sendiri bahagia
sesulit itu kah aku bahagia, apakah yang aku cari, apakah yang aku butuh kan agar aku bahagia
setelah ku tunggu cukup lama tidak ada kabar apa pun dari fahmi.
jiwa ku sepi, ke kampus hanyalah sekedar rutin sebatas rutinitas
sekedar membuat orang sekitar ku menyukai ku,
bila aku tidak ke kampus mereka akan bertanya kenapa, bila ipk tidak memuaskan segini saja enggak bisa padahal enggak ada kegiatan lain selain belajar kok bisa segini
__ADS_1
khaaahh hidup ini terlalu banyak tuntutan
dari tuntutan diri kita sendiri sampai tuntun orang lain yang ingin di perlakukan baik
" siang tante..." ketika aku sampai di tempat usaha tante tati
"ehhh adi...." kata tante tati ketika melihat ku
tante tsti berjalan ke belakang mengambil minuman kaleng dan beberapa makanan dan meletakkan nya di hadapan ku
" ada yang bisa tante bantu" kata nya sambil duduk di hadapan ku
aku tidak segera menjawab kepala ku menunduk ke bawah
aku bingung harus berkata apa dan memulai nya dari mana
di tambah di dekat kami ada beberapa pegawai tante tati
yang masih sibuk melayani pelanggan yang datang
" kalau ada sesuatu yang ingin di kata kan ber dua dengan tante, tante tunggu adi malam ini di rumah " kata tante tati yang melihat ku serba salah
"jam berapa tante " tanya ku
"emmm jam 8 tante tunggu di rumah "
aku pun segera meningal kan tempat itu
dalam hitungan waktu ini sudah 3 bulan aku tidak tau kabar tentang mu,
sebenarnya aku ingin menepis semua tentang rasa ini,
namun hanya kau lah satu satu nya yang aku miliki di hati
banyak hati yang mencoba menyapa ku, namun semua berlalu begitu saja tanpa meningal jejak apa pun untuk ku
bukan tidak memcoba namun lelah hati ku lah yang membuat ku menyerah untuk terus berpura pura .
saat aku pulang dari tempat ibadah malam itu.
sengaja aku sedikit memutar melewati rumah mu,
ini sering aku lakukan saat saat pulang subuh, aku ingin tau apakah kau asa di sana
dan kali ini pun aku laku kan namun bukan ingin melihat mu melainkan apakah tante tati telah pulang
sesampai ku di rumah aku mengabdi sarung yang ku pakai dengan celana panjang
setelah jam 8 lewat 5 menit aku menuju rumah tante tati dengan motor matic ku, sebuah mobil berwarna merah Maron terpakir di garasi.
setelah mengucap salam dan mesjid bel,
seorang wanita berusia sekitar 50 tahunan datang membuka pintu
" nyonya baru saja sampai " kata nya pada ku
aku pun duduk menunggu tante tati
minuman dan makanan kecil ada di depan ku
tante tati keluar dengan pakaian santai nya
duduk di depan ku
" gimana kabar nya adi " kata nya sambil tersenyum
" baik tante "
" khaaahhhh tante tau ke inginan kamu " kata tante tati
" kenapa tante salah adi apa "kata ku bertanya
" itu pesan nya ke tante "
aku tertunduk,
" adi enggak salah kok.. keputusan pindah itu pun keputusan nya " kata tante tati
"tante tidak memaksa nya itu kemauan nya "
aku masih diam
aku masih berpikir, aku belum menyerah
"tante adi pengen ketemu dengan nya sebentar tante "
" adi!! tante tau perasaan kamu, tante juga tau perasaan anak tante " kata tante tati
" bila keputusan nya ingin bersama adi!! tante enggak akan melarang!! ini juga keputusan nya untuk pisah dengan adi "
kata tante tati dengan tenang
tante tati memandang ku
" adi!! ini lah terbaik untuk adi !!! "
" adi berasal dari keluarga baik baik!! keluarga taat ibadah " kata tante tati lagi
ia aku akui itu, orang tua ku fanatik dengan agama, ayah ku sering jadi imam di masjid, sering di minta untuk membacakan doa saat tetangga sekitar rumah ku ada hajatan, dan ibu ku di masa tua nya menjadi guru ngaji untuk anak anak sekitar rumah ku,
dan aku pun nyaris 5 waktu selalu ke masjid
" dia tidak ingin adi membenci nya " kata tante tati selanjutnya
" adi ingin ketemu dia tante" mata ku berkaca kaca
" sebentar aja enggak masalah " kata lagi
tante tati diam
" dia enggak sangup di dekat adi " kata tante tati
"kenapa tante salah adi apa " tanya ku
" adi enggak salah tapi tante juga enggak bisa bantu ! ini demi kebaikan adi "
aku pulang dengan kecewa
rindu hati ku, berharap semoga kan terjawab
ku bawa .motor matic ku keling kota.bogor
entah apa yang ku cari di jalanan.
saat aku sampai di rumah, jam 11 malam, cukup lama aku keliling
ku hempas kan tubuh ku di ranjang,
aku tak tau apa yang harus aku lakukan, harus kemana aku membawa hati ku
terjaga saat ku dengar suara dari masjid di dekat rumah ku,
ku lihat 10 menit lagi azan subuh
aku mempersiapkan diri berjalan kemasjid
__ADS_1
sampai di masjid papa ku sudah ada di sana
di masjid aku terbiasa bertemu dengan temsn masa kecil ku dulu hingga sma
namun saat bertemu kami hanya berbicara seadanya aku hanya berkumpul dengan mereka saat kami mengadakan reuni sma itu pun 1x di waktu idulfutri, selebihnya aku jarang berkumpul
ku kayuh sepeda ku di sekitaran rumah kebiasaan pagi setelah subuh yang biasa aku laku kan
aku merasa ada yang mengikuti ku, saat sku menoleh ke belakang dengan helm sepeda nya dan sedikit menundukan wajah nya aku tidak begitu jelas melihat nya, namun aku merasa begitu sangat mengenal dari tubuh nya
dia mengayuh sepeda nya dengan agak cepat ke arah ku,
karena merasa bukan sesuatu yang ku tunggu aku tidak memperdulikan diri nya
sesampainya di samping ku, dia tersenyum ke arah ku.
ku hentikan mendadak sepeda ku hingga aku nyaris terjatuh, Menatap nya dengan tidak percaya, aku turun dari sepeda ku dan menghampiri nya
aku salah tingkah di hadapan nya, aku tidak tau harus berkata apa
senyum nya masih terus ia lepas kan dengan tetap menatap ku
"semalem gua kerumah " kata nya
" khhaaahhh!!" ku angkat wajah ku tidak percaya
" tapi lo enggak ada " kata nya sambil turun dari sepeda nya
" lo kemana semalem " tanya nya
aki diam tidak menjawab
" kapan lo nyampe kesini " tanya ku
" enggak lama setelah lo pulang dari rumah gua " jawab nya
" dari bandung jam berapa " tanya ku
" emmmm sore jam 4 lah " kata nya
" kenapa lo pulang " tanya ku
dia menoleh ke arah ku
" lo introgasi gua nya kayak bokap lo aja " kata nya sambil menatap ku
" maaf " kata ku
" mama meminta ku pulang " kata nya
kami berdua duduk di pingir jalan
hati ku riang tak terkira melihat nya ada di dekat ku
" kenapa lo ingin tau tentang gua " kata nya dengan tajam menatap ku seakan tidak berkedip
badan ku terasa panas dingin dan mendadak otak ku menjadi buntu
" kenapa lo diam!!! jawab lah "
" gua juga enggak tau kenapa "
" lo suka gua!!! "
aku terkejut mendengar pertanyaan ini dan aku tidak tau harus menjawab apa
aku tidak tau apakah aku benar-benar menyukai atau pun bukan
aku tidak tau arti suka ini sebagai apa, suka sebagai persahabatan kah atau kah suka dalam hal yang romantis
aku tidak tau harus menjawab apa yang ku lakukan hanyalah diam
aku korban predator di saat masa kecil, jujur ku akui
aku cenderung untuk urusan romantis lebih di bawah usia ku, namun sekuat apa pun itu aku menepis hasrat itu.
" kenapa diam aja dari tadi " tanya nya " yachhh udah lah kalau gitu " kata fahmi sambil berdiri
" lo mau kemana " tanya ku
" keliling lagi lah" jawab nya
" pacar lo siapa sekarang "tanya nya sambil mengayuh sepeda pelan
" enggak ada " jawab ku
" lo sendiri siapa " tanya ku
lagi lagi dia menatap ku aku tidak berani untuk membalas menatap nya
" lo udah pacar kan disana " tanya ku lagi
" ada !!!!" jawab nya membuat ku kecewa mendengar nya
" udah lama " tanya ku
" udah!!! karena itu gua pindah kesana biar makin dekat " " ouuhh itu alasan lo pindah " kata ku
terasa sesak hati ku aku mencoba membalas tatap nya , dan ku lihat dia mengalih kan pandangan nya kedepan mempercepat kayuh sepeda nya
hingga ada jarak yang cukup lebar di antara kami
aku hanya menduga dia berbohong kepada ku. namun. aku tidak tau kenapa ia harus berbohong
dan saat aku di dekat nya aku tidak ingin membahas soal itu lagi
setelah keliling sekitar perumahan tempat ku
fahmi pun mengajak ku sarapan bubur ayam yang sering mangkal di situ
sudah lama aku tidak makan bersama nya ini sudah hampir 6 bulan berlalu sejak ia memutuskan pindah ke bandung
" lo ganti no ya " tanya ku saat itu
" ia..." jawab nya
" kenapa enggak kasih tau gua "
" emang harus ya..." jawab nya santai
" ya enggak juga" kata ku terkejut dengan kata kata nya
aku bingung harus berkata apa
" gua ada salah dengan lo ya " tanya ku
" ia. ." lagi lagi aku tidak menyangka jawabannya
" emang salah gua apa " tanya ku
diam hingga sarapan bubur itu pun selesai fahmi tidak menjawab pertanyaan ku
ku ulang lagi pertanyaan yang sama saat kami mulai berjalan dan menjauh dari tempat itu
namun fahmi tetap diam
__ADS_1
"