Cinta Kedua ( Cinta Sejati )

Cinta Kedua ( Cinta Sejati )
PART 10


__ADS_3

Amel yang melihat Zia dari kejauhan dan sudah tau maksud Zia menghampirinya sengaja menyambut dengan wajah yang angkuh sambil menyilangkan tangannya didepan dadanya.


"Siapa pria yang kau sebut kekasih dari BOS limbah tadi?" Tanya Zia sambil menyilangkan juga ke dua tanggannya didepan dadanya


"ARGA" Jawab Amel dengan sengaja memancing Zia


"Ohh ternyata pulang dari luar negri lo selain jadi model ternyata juga jadi tukang HALU yaa" sindir Zia sambil agak membungkukkan badannya ke arah Amel


Ditengah perseteruan mereka Riza yang baru saja tiba di loby menghampiri Zia.


"Kenapa Zi?" Tanya Riza


Amelpun kaget mendengar Riza ada dilokasi tersebut pasalnya Amel Tau siapa Riza dan yang membuat Amel heran juga mengapa keliatannya Zia dan Riza sudah begitu akrab.


"Zii?" tanya Riza sambil melihat Zia dan tangannya yang memegang punggung Zia


"Gapapa pak, cuma alangkah lebih baik kita cari talent baru yang lebih berbobot ketimbang memperkerjakan perempuan ****** yang nantinya akan merusak reputasi perusahaan" jawab Zia yang masih terus menatap Amel


Riza yang heran dengan jawaban Zia merasa hal ini sepertinya ada yang janggal diantara mereka berdua.


Dan Amel yang mendengar pernyataan Zia pun langsung beranjak pergi dari tempat itu dengan penuh kekesalan.


"Kamu ada masalah sama dia?" Tanya Riza


"Kan sudah saya bilang pak gak ada. Nanya mulu sih" Jawab Zia sambil pergi meninggalkan Riza


Zara yang ada ditempat itupun kaget mendengar ucapan Zia pada bosnha itu yang dinilai terlalu berani kepada seorang direktur.


"haduh pak maafin Zia ya, dia lagi tersulut emosi maaf maaf pak" Ucap Zara yang berniat membantu sahabatnya itu

__ADS_1


"Emangnya mereka ada apa Zar?"tanya Riza


" Gada apa apa pak, saya pamit permisi ya" Jawab Zara sambil menundukan badannya dihadapan Riza dan meninggalkannya menyusul Zia


...****************...


"Tio, perempuan tadi tuh siapa ya?" tanya Riza kepada Tio yang sedang menyetir mobil


"Siapa pak? Zia" Ledek Tio


"Kalo perempuan rese itu mah saya juga tau, yang tadi kaya mau ribut sama Zia itu siapa"


"Ooohh itu Mba Amel dia BA untuk brand Daisy pak"


"Memangnya kenapa tuh nanya nanya dia sama saya?"


...****************...


Arga ; Zii aku udah dibawah ya


Zia ; Iya Ar sebentar lagi aku kesitu ya


Jam pulang kantor pun tiba Zia yang kerjaannya masih setumpuk pun ditinggalinnya dia sudah tidak sabar ingin bertanya perihal status dirinya. Apakah kekasih Arga satu satunya atau tidak


"Hai Ziii kamu cape banget kayanya" Sambut Arga sambil ingin memeluk kekasihnya namun ditolak mentah mentah oleh Zia


"Kenapa Zii aku ada salah lagi?" jawab Arga mulai emosi karna belakangan Zia selalu bersikap dingin padanya


"Kamu sama Amel ada hubungan apa Ar?" tanya Zia to the poin

__ADS_1


"Kenapa sih kalo kita berdua yang kamu bahas hal ga penting?" jawab Arga


"Menurut kamu ga penting tapi itu penting buat aku"


"Ga ada"


" Ga ada apa Ar?" tanya Zia sambil menahan tangis


Zia yang tidak pernah merasakan cemburu bahkan sakit hati pada Arga dari awal berpacaran hingga saat ini pun telah berubah, kehadiran Amel yang terus mengusik Zia membuatnya terus berpikiran buruk pada Arga.


"Ya ga ada hubungan apa apa kamu tuh kadang kadang suka mikir kejauhan Zi" Jawab Arga sambil menjalankan mobilnya


"Amel bilang saat wawancara kalo kekasihnya salah satu bos limbah" jawab Zia dengan lemas


"Bos limbah kan? bukan Arga? Perusahaan limbah diindonesia ada berapa banyak Zi? Siapa tau dari perusahaan lain"


Namun jawaban Arga bukannya membuat Zia tenang malah semakin khawatir dan berpkiran negatif.


"Tadinya aku mau ajak kamu makan malem romantis di cafe favorit kita, cuma gausahlah aku pikir karna kamu disanapun akan selalu mempertanyakan hal yang sama"


" ko kamu gitu Ar?ini kan hari jadi kita , aku mau ko" jawab Zia mencoba menurunkan egonya


"Aku anter kamu pulang aja ya. Kamu juga udah capek next aja kita jalan" jawab Arga semakin dingin pada Zia


Tak terasa air mata Ziapun menetes dipipinya dan kali ini Arga sudah tidak seperti dulu lagi, Arga tau kalau Zia nangis namun Arga tidak pernah bertanya kenapa kekasihnya itu sampai meneteskan air matanya


Setelah sampai dirumah Zia sikap Arga pun masih terlihat dingin hingga Zia pamit dan turun dari mobil, yang biasanya Arga menunggu hingga Zia masuk kedalam rumah sekarang langsung tancap gas meninggalkan Zia


...****************...

__ADS_1


__ADS_2