
Air mata Zia terus mengalir deras keluar dari kedua sudut matanya. Sambil sesekali dia menghapus air matanya dengan kedua tangannya.
"Jadi benar dugaan aku selama ini kalau seandainya Amel kembali." ucap zia dalam hati
Amel dan Arga memang sangat dekat sejak masa SMA karna mereka duduk sebangku dan terikat dalam organisasi siswa yang sama , Amel sangat menyukai Arga namun Arga hanya menganggap Amel hanya teman saja.
Sesampainya dirumah Ziapun langsung naik ke atas menuju kamarnya melewati keluarganya yang sedang berkumpul untuk makan malam.
"Zii makaan du----" belum selesai ibunya berbicara namun Zia sudah berlali menaiki anak tangga
Orang tua dan adiknya pun merasa bingung dan heran, pasalnya Zia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.
"Zii kenapa pah? " Tanya Arini khawatir pada suaminya itu
"Biar Zio liat kekamarnya mah" Terang Zio pada ibunya sambil beranjak kekamar Zia
*Took Took Took*
tak ada sautan apapun dari dalam, pintu kamarnyapun dikunci.
"kaaak buka, kamu kenapa? Mama papa nunggu kamu makan dibawah" teriak Zio dari luar kamar Zia
" Aku tidak lapar, aku ga enak badan dan mau segera istirahat Zio jangan ganggu aku." jawab Zia dari dalam kamar
Zio yang merasa aneh dengan sikap kakanya itu yakin bahwa kakaknya sedang ada masalah dengan Arga. Karna tidak ada hal yang membuat Zia sedih selain Arga.
...****************...
*Tiingg* ( Notif pesan WA dihp Zia )
"Zii, kenapa kamu gak jawab telfon atau chat aku?"
"Zii kamu marah sama aku?"
"Zii, pliss jawab dan angkat telfon aku kita harus bicara Zii"
Pesan dari Arga yang terus ngespam di Hp Zia, namun Zia memilih untuk tidak melihat ponselnya itu dan hanya menangis sambil memeluk guling kesayangannya.
"Baru kali ini Arga berbohong sama aku, sebenernya ada apa sama mereka dan apa yang terjadi? Ko bisa mereka sudah bertemu dibelakangku ? Apa ini ada hubungannya sama Amel yang selalu ngajak aku keluar buat ngomong? Apa Amel mau kasih tau ke aku kalau mereka sudah selingkuh dibelakangku? Aaaaa rasanya aku sudah tidak kuat lagi" ucap Zia dalam hati sambil menangis kejer dengan air mata yang terus bercucuran..
"Zii sarapan dulu sayang" ajak Arini yang melihat Zia baru turun tangga
__ADS_1
tanpa jawaban Zia langsung duduk dimeja makan dan melahap 1 potong Roti berisi daging dan telur favoritnya
"Zi kalo kamu sakit izin aja dulu gausah berangkat kerja muka kamu pucat banget gitu " tanya Arini sambil menyeka rambut Zia yang terurai dan diselipkannya didaun telinga
Zia masih terdiam dengan tatapan yang kosong sambil memakan roti favoritnya itu..
"Ziiiii" tanya Arini dengan wajah yang sendu dan sedih melihat putrinya pagi ini
Dito dan Zio hanya terdiam sambil memperhatikan Zia dan Arini.
"ayo berangkat kak nanti kamu telat"ajak Zio
Zia pun berpamitan sama kedua orang tuanya dan masih dengan tatapan yang lesu dan murung.
"ka matamu itu loh bengkak banget, yakin mau kekantor?" tanya Zio sambil melajukan mobil hitamnya
"gapapa Zio ini akhir bulan aku ga bisa ijin kerjaanku menumpuk banyak." ucap Zia yang menatap keluar kaca jendela sambil menopangkan tangannya didagu lancipnya itu
"Ka kamu lagi ada nasalah sama mas Arga ya? Dia ngapain kamu? Biar aku tonjok sini kalo dia macam - macam" tanya Zio sambil ngotot
"Udahlah Zio aku lagi males banget bahas itu, nanti pulang jangan lupa jemput aku ya dan jangan telat aku malas nunggu" perintah Zia
...****************...
Zia pun tidak menghiraukan Arga dan langsung melangkah maju kedalam kantor.
"Zi kita harus bicara, kamu jangan diam begini, aku salah apa?" tanya Arga sambil mengikuti Zia dari arah belakang
"Ziiiaa plisss" Arga masih terus memohon agar Zia berbicara
"Salah apa katamu? Kamu gak jalan bareng sama Amel aja kamu udah ngibulin aku bilang sakit tapi ada dimall" Zia ngedumel dalam hati
"Pagi Zia" sapa Raga yang tidak sengaja berpapasan saat diloby
"Hai mas selamat pagi" sapa Zia pada Raga dan menghentikan langkahnya tepat didepan Raga
"Zii" panggil Arga lesu karna masih saja Zia tak menganggapnya ada
Zia langsung menarik Raga pergi dan masuk kedalam lift mininggalkan Arga.
"Kamu lagi berantem ya zi?" selidik Raga, yang memang sudah mengenal Arga sejak lama
__ADS_1
"Iya mas, sudahlah tapi jangan dibahas"
"Mata kamu bengkak loh Zi kamu pasti nangis terus ya semalaman?" ledek Raga sambil mengangkat dagu Zia untuk melihat lebih jelas mata Zia
"cuma kurang tidur aja mas" jutek Zia sambil menepis tangan Raga
...****************...
"Rizaaa" panggil Emeraldi yang melihat Riza akan berangkat kekantor
"Riza langsung ya pah udah kesiangan" jawab Riza sambil salim kepada orang tua dan eyangnya itu dengan terburu buru karna sudah terlambat
"Riza tunggu dulu papa mau bicara" Perintah Emerald
"Sebentar saja sayang, papamu mau bicara" ucap Viona dengan lembut sambil memegang pundak anak kesayangnya itu
"ada apa pa?" jawab Riza
"Papa mau minta tolong sama kamu" ucap Emeraldi sambil menyantap sarapannya
"Apa?" heran Riza perasaannya sudah tidak enak pasalnya sang ayah selalu memaksa ia untuk bekerja dikantornya menggantikan posisinya
"Mamamu harus berobat jantung ke Singapura dan papa harus menemaninya selama 1 bulan" Ucap Emeraldi
"Mama sakit lagi ma? Biar Riza aja yg temani ya?" tanya Riza khawatir sambil memegang pundak mamanya dengan mata yang penuh kekhawatiran
"enggak sayang, kamu tenang aja ya"jawab Viona untuk menenagkan Riza
"Terus kenapa harus ke Singapura?"
"Mamamu gak papa kita hanya berobat rutin agar mamamu lebih sehat, yang papa ingin minta tolong sama kamu sementara papa ke singapura kamu menggantikan posisi papa diperusahaan" pinta Emeraldi sambil melihat ke arah putranya yang ia yakin Riza tidak akan bersedia
"Kenapa aku? Itu mas Raiz kan CEO sementara bisa menggantikan papa kan?" Tolak Riza
Raiz yang berada dimeja makan yang sama itupun sudah menduga adiknya yang susah diatur ini tidak akan mau menggantikan ayahnya.
"Za gue kan udah ada tugas masing - masing sama Raga gabisa kalo ngehandle kerjaan papa juga bisa berantakan nanti" Jelas Raiz
" Gabisa pa Riza ada perusahaan sendiri juga yang harus Riza urus, Suruh Tio aja ya" Berusaha memberi saran agar Tio orang kepercayaan sekaligus asisten Emeraldi
"Kamu kira suruh jaga warung main surah suruh orang degan gampang. Tio tetap akan berada disana tapi untuk membantu tugas kamu" Tegas Emeraldi
__ADS_1
" Tapi paa Riza Ka---" belum selesai berbicara Viona langsung memegang dadanya meringis kesakitan semua tertuju lada Viona
...****************...