
"Huuufftt capek banget aku hari ini....huhuu" keluh Zia sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur
Malam ini Zia merasa lelah setelah menjalani hari yang panjang, sambil berbaring dan memiringkan badannya diatas kasur Zia berfikir tentang kejadian kurang mengenakan yang dialaminya tadi dengan BA yang akan bekerja sama dengannya itu.
Yaaa BA itu adalah Amel kaka kelasnya dulu sewaktu SMA, dulu Amel sangat menyukai Arga dan Zia tau tentang hal itu. Namun Zia tidak mau menceritakannya pada Arga tentang siapa BA yg dia temuinya hari ini.
"kayanya si Amel ini masih kebawa urusan pribadi sama aku ya sampai sekarang, sampai apa yang aku lakukan dimata dia selalu salah. Dan dia selalu menganggap remehku." keluh Zia dalam hati sambil memeluk guling dan berusaha memejamkan matanya.
...****************...
"Selamat pagi semuaaa..." Sapa Raga pagi hari dikantor
"Hari ini kita akan mulai pengambilan foto sama BA kita yang baru ya untuk brand Daisy, kemaren sudah deal kan Zia?" tanya Raga pada Zia.
"Sudah mas, studio juga sudah disiapkan tinggal tunggu BA datang saja." saut Zia
Zia diam dan sambil memikirkan hal apa lagi yang akan dia dapat hari ini setelah bertemu Amel.
"pagi Zia.." sapa amel sambil berjalan menuju meja kerja Zia bersama dengan Managernya.
"hai mel, langsung ke stiduo aja sudah ditunggu sama team yang lain." jawab Zia santai sambil tersenyum manis pada Amel
Namun Amel bukannya langsung menuju ke ruang studio dia malah duduk disamping Zia dan menanyakan soal kabar Arga saat ini.
__ADS_1
"Zi aku denger kamu sama Arga jadian juga ya akhirnya?"tanya amel
Zia yang mendengar pertanyaan Amel ini sempat jengkel karna Amel seperti tidak tau tempat saja bicarakan persoalan pribadi dikantor.
"iya Mel kami sudah 5 tahun bersama, sepulang Arga dari Oxford kami resmi pacaran sampai saat ini." jawab Zia sambil menatap laptop kerjanya dan tidak menghiraukan Amel
"kayanya kita perlu ngobrol panjang deh Zia, nanti makan siang bareng ya sambil sharing kerjaan dan ngobrol - ngobrol santai." ajak Amel pada Zia
Zia yang sudah mengetahui bagaimana sifat Amel sebenarnya sudah malas untuk menanggapinya.
"hmm coba kita liat nanti ya meel, karna kerjaanku lagi banyak banget". Jawab Zia melonak halus amel
"bisa lah kalau cuma makan siang, memang kamu kerja apa sampai waktu makan siang tidak ada?" saut Amel sambil tertawa sinis
" sudah ku duga kan memang perempuan paling ngeselin " ucap Zia dalam hati
"huuuuffftt kalo begini caranya pekerjaanku bisa terganggu" keluh Zia dalam hati sambil berjalan menuju stuido.
"Ziaa.." Sapa eyang Diah pada Zia yang sedang berpapasan dengannya.
Namun karna Zia lagi sibuk memikirkan kejengkelannya pada Amel dia tidak sadar bahwa ada Eyang Diah memanggilnya. Zia pun jalan lurus tanpa melihat dan menghiraukan Eyang.
"Anak itu ko bengong saja ya?". Tanya Eyang pada suster pribadi yang sedang bersamanya sambil menoleh kebelakang melihat Zia berjalan melaluinya.
__ADS_1
" Mungkin lagi buru - buru Eyang" jawab suster
Eyangpun pergi dan menuju ruang Raiz anak pertama sekaligus CEO di Emerald Corp.
Tingggg ( bel pintu masuk ruangan Raiz ) berbunyi
Sambil membuka pintu dan masuk keruangan Raiz Eyang berbicara pada suster yang mendampinginya saat itu.
" Apa Zia lupa sama saya ya? tumben sekali dia tidak menyapa saya bahkan saya ada saja dia tidak sadar sepertinya". Ucap eyang
Raga dan Raiz yang ada didalam ruangan itupun menoleh kearah pintu dan melihat kehadiran Eyang Diah sambil menyambut kedatangan Eyang.
"Ada apa eyang? Apa ada yang buat eyang ga enak hari ini?". Tanya Raiz
" Tadi eyang ketemu Zia tapi sepertinya dia tidak sadar kalo ada eyang disitu" jawab Eyang sambil duduk dan menaruh tongkat yang dia gunakan untuk membantunya berjalan
" Zia sedang banyak kerjaan eyang mungkin dia lagi terburu - buru jadi gak sadar kalo ada eyang disitu". Jawab Raiz
Eyang memang sangat menyukai Zia saat mereka pertama kali bertemu karna eyang tidak punya cucu perempuan dan topik yang mereka obrolkan selalu nyambung.
"Eyang ada apa kesini?" tanya Raga
" Tolong telfonin adikmu Riza, Eyang mau ketemu susah sekali ketemu anak itu eyang telfon nomernya pun gak bisa". Jawab Eyang agak kesal karna cucu kesayangannya itu lama tidak mengunjunginya.
__ADS_1
Riza memang cucu kesayangan Eyang Diah, karna Riza tidak bekerja di Emerald Corp dan sudah punya Perusahaan sendiri jadi Riza lebih sibuk dari kedua kakaknya, ditambah untuk mengefesiensi waktu dan jarak sekarang Riza lebih banyak menghabiskan waktunya di Apartemen dekat Kantornya.
...****************...