
Saat Emeraldi dan Raiz membatu menenagkan Viona didalam kamar, Riza hanya bisa duduk menyesal diruang tamu karna ia merasa sikapnyalah yang membuat sang Ibu sakit.
" Mamamu tuh ga bisa dengar ribut, konflik dan memikirkan hak berat Za, jantungnya bisa kambuh" jelas Eyang Diah
"Tapi Eyang papa selalu menekan Riza untuk menggantikan posisinya"
"Papamu tidak minta selamanya kamu untuk menggantikan posisinya, papamu juga tidak meminta kamu meninggalkan perusahaan kamu, hanya saja papamu ingin ketiga anaknya membantu mengembangkan perusahaan yang sudah susah payah ia dirikan sejak dulu." Tegas Eyang Diah
"tidak ada salahnya hanya satu bulan kamu membantu papamu, perusahaanmu bisa dipegang kendali oleh Aldi bukan?"
Aldi adalah CEO sekaligus sahabat terdekat Riza diperusahaan Riza.
"Nanti aku coba pikirkan dulu Eyang" jawab Riza pasrah karna merasa sudah tidak ada jalan lain
...****************...
"Wooyy bos kita ini bengong mulu hidupnya" Tanya Aldi membuyarkan lamunan Riza
"Gue lagi bingung di"
Rizapun menceritakan persoalannya tadi pagi pada Aldi, dengan sedikit berharap bahwa Aldi mau membantunya untuk mengurus Azirindo.
Awalnya Aldipun menolak namun karna demi membantu tante Viona dan Om Emeraldi yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri Aldipun mau memegang kendali diperusahaan Riza.
...****************...
*Saat makan malam tiba dirumah Emeraldi*
Semua sudah berkumpul dimeja makan termasuk Raga dan Raiz, sedangkan Riza yang baru pulang dan langsung menuju meja makan.
"malam eyang, malam ma" sapa Riza kepada eyang dan ibu tercintanya
"mama ambilkan ya sayang" ucap Viona yang juga sambil menyendok nasi dan lauk kesukaan anak kesayangannya itu.
"Bagaimana Za sudah buat keputusan?", tanya Emeraldi sambil menyuap nasi yang ada disendoknya itu
"Paling juga ga akan mau pah," Raga memotong pembicaraan itu, karna memang Raga yang sering berseteru dengan Riza mungkin karna Usia yang hanya terpaut 2 tahun di atasnya. Sedangkan Raiz lebih memilih diam sambil menikmati makan malamnya bersama istri dan keluarganya.
__ADS_1
" Satu bulan kan?,," Jawab Riza tegas sambil memakan makanannya.
Emeraldipun kaget dan tidak menyangka Riza akan menerima permintaannya.
" Ya kalau kamu mau lebih lama papa akan senang" jawab Emeraldi sambil tersenyum lebar
" Hanya satu bulan kalo papa belum bisa handle silahkan carikan orang untuk menggantikan posisi papa Raga misalnya Anak papa yang paling cerdas" jawab Riza sambil menantang kakaknya dengan sinis.
...****************...
"BRUKKK"
Zia menjatuhkan badannya pada kasur kesayangannya itu.
"Ga kuat juga rasanya begini sama Arga, Argaa aku kangeen kamu." ucap Zia yang tengkurap diatas kasurnya itu
"Took Took Took"
"Zii, Ada Arga dibawah, turun dulu ya zii" panggil Arini dari luar kamar Zia
Zia pun langsung kaget karna tidak menyangka Arga akan datang kerumahnya.
"Ziii" sambut Arga berdiri dan beranjak menghampiri Zia
"Zii aku rasa kita harus bicara mangkanya aku kesini, aku gamau keadaan ini berlarut larut Zii, aku gabisa jauh dari kamu" ucao Arga sambil menggenggam tangan Zia
"Kamu sih ga jujur sama aku, dan aku gatau ini keberapa kalinya kamu bohongin aku Arga" jawab Zia sambil melepaskan tangan Arga dan menyilangkan tangannya di dedepan perutnya
"Kamu lihat aku dimall saat itu?"
" Iya aku liat kamu sama Amel jalan dan makan di restoran favorit kita, bahkan saat itu kamu gak bales chat atau telfon aku sama sekali Ar" Zia menjelaskan
"Iya aku minta maaf Zi aku memang sudah beberapa kali bertemu sama Amel, tapi aku ga berani jujur sama kamu karna sekarang ini waktu kita buat ketemu kan susah Zi masa saat kita bertemu hanya ngebahas masalah yang akan jadi ribut aja, lagi pula aku dan Amel hanya berteman biasa. Awalnya aku ketemu sama Amel karna dia sempet mau jadi calon BA aku cuma setelah aku tau itu Amel aku nolak untuk dia kerjasama dikantorku." Arga berusaha menjelaskannya
" terus kenapa malah jadi ketemu terus? Amel itu salah satu BA dikantorku Ar, Aku sempet mau ceritain sama kamu tapi aku takut kamu malah tanya tanya terus soal Amel eh malah udah sering ketemu rupanya." jawab Zia sambil memalingkan wajahnya dari Arga
" yaudah yang sekarang kita selesaikan aja ya Zi, nextnya kalau aku ketemu Amel lagi aku akan cerita sama kamu" tegas Arga sambil menatap ke arah Zia dan mencium kening Zia
__ADS_1
...****************...
"byee Ar hati - hati dijalan ya jangan luoa kabarin kalo kemana mana !!!!" ucap Zia turun dari mobil Arga setelah sampai dikantornya.
" Iya sayaang, bye sayaang I love you"
Situasi kantor lebih ramai dari biasanya, padahal Zia datang belum terlambat biasanya kondisi kantor masih sepi dijam ini.
"rame banget ni kantor pagi-pagi ada apann sih" ucap Zia sambil menaruh tas dan laptop dimeja kerjanya
"Mba Zia tau gakk mau ada Direktur baru yang akan gantiin pak Emeraldi" Ucap Zara berbisik
"Hah siapa? " ngotot Zia ingin tau
"Katanya sih masih muda ganteng, anak bontotnya pak Emeraldi" Jawab Zara
"Stttt gosip gosip aja lu berdua ya, ada apaansi?" tanya Yogi penasaran
" kepo lo " jawab Zara ketus
Zia hanya tertawa melihat kedua temannya itu saling berdebat karna sudah biasanya Zara dan Yogi sering melontarkan ledekan satu sama lain
"Semuanya nantu kita berkumpul di ruang meeting ya untuk memperkenalkan Direktur baru" Raiz mengumumkan kepada karyawannya
"waahhh ga sabar banget liat anak bontot pak Emeraldi yang paling ganteng ituuu...." semnagat Zara sambil menaruh kedua tangannya dipipinya yang memerah
Akhirnya beberapa karyawan yang dipilih sudah berkumpul di sebuah ruangan meeting yang sudah seperti studio dalam bioskop, karyawan wanita sibuk bergosip atas bergabungnya Riza menjadi direkturnya yang baru.
*KLEEEEKK* pintu ruang meeting terbuka dan Rizapun masuk kedalam ruangan tersebut.
"iiih si mba Zia nih kemana sih lama banget keburu dirutnya duluan kan yang masuk, mana ganteng banget lagii" Ucap Zara dalam dumelannya..
"yaleah genit banget sih lo toko Zara" yogi meledek Zara
" masih gantengan juga gue ya" pungkas Robi sambil tersenyum pede
"Selamat Pagi Sem----" Sapaan Riza terpotong manakala pintu ruang meeting ada yang membukanya
__ADS_1
"Pagi pak maaf saya terlambat tadi ketoilet du---" Zia pun kaget melihat siapa yang ada di hadapannya itu
...****************...