Cinta Kedua ( Cinta Sejati )

Cinta Kedua ( Cinta Sejati )
PART 5


__ADS_3

"Kalau Zi belum berkenan gapapa ko Zi eyang ga maksa, eyang hanya ingin cucu eyang dapat yang terbaik dan eyang yakin perempuan itu Zi" ucap eyang lembut sambil menggenggam erat tangan Zia


"kalau memang Zi terbaik buat cucu eyang versi allah Zi dan cucu eyang pasti akan bersama" jawab Zia sambil tersenyum


Eyang pun tersenyum lega mendengan jawaban Zia.


...****************...


"sayang aku pulang ya aku mau pesen taksi online" chat Zia pada Arga


Namun pikiran Zia berubah Zia rasanya ingin mampir ke mall deket kantornya dulu untuk belikan Fia salah satu sahabatnya kado ulang tahun yang akan dirayakan akhir pekan ini.


Akhir - Akhir ini semenjak bertemu dengan Amel Zia sering melamun dan memikiran hal - hal yang ga penting tentang Amel dan Arga, apalagi Arga yang belakangan ini makin jarang menghubungi Zia.


TIIIIIIIINNNNNN TTIIIIINNNN


(Bunyi klakson dari sebuah mobil bmw sport hitam yang sangat mewah)


sambil menutup kuping Zia pun berteriak kaget dan menghentikan langkahnya


" Aaaaaaaaaa". teriak Zia


" Apaan sih ni cewe mau mati apa ya" ucap pria didalam mobil itu


"Heh gimana sih lo bawa mobil ngebut banget ga liat orang nyebrang apa, punya mata dipake" bentakan Zia sambil menggebrak cup mobil pada orang yang ada didalamnya itu


pria itu pun turun dari mobil sambil membuka kacamata hitam yang ia gunakan.


" ga ada luka atau lecet kan?" ucap laki - laki itu sambil memutarkan badan Zia


" hih apa sih lo pegang - pegang " ucap Zia sambil mendorong tubuh pira itu


" gakpapa mata lo, apanya yang gaapapa jelas jelas gue jantungan begini " teriak zia sambil memelototi pria itu


"jantungan apanya lo aja masih bisa ngomel ngomel sama gue" balas pria tampan itu sambil tersenyum santai pada Zia


"ya lo hampir menghilangkan nyawa gue tau ga, kalo gue ga mati ketabrak ya gue mati jantungan" omel Zia masih ngotot

__ADS_1


"yaudah mau gue bawa kerumah sakit gue telfonin ambulan nih" jawab pria itu sambil mengambil hp dari saku celananya


"emang dasar kardun lo ya, gue masih bisa bangun suruh naik ambulanls" sambil membereskan isi tasnya yang berantakan karna terjatuh saat kaget tadi


Pria itu pun senyum senyum sendiri melihat tingkah Zia yang begitu lucu sudah salah tapi ngotot.


Yaaa pria itu adalah Riza Emeraldi putra ketiga dari pemilik Emerald Corp.


Namun Zia tidak mengenalinya karna selama Zia bekerja di Emerald Corp sekalipun tidak pernah bertemu dengan Riza.


Zia pun berjalan meninggalkan Riza sambil ngedumel, dan Riza masih berdiri melihat ke arah Zia sambil tersenyum lucu.


"Dasar aneh" ucap riza dengan ringisan senyum di wajahnya yang tampan


...****************...


" Dooorrr," sapa Riza sambil mencium kepala sang eyang yang telah lama menunggunya di lobby kantor dan sesekali menggodanya.


"kamu tuh ya kalau ga eyang yang telfon ga pernah telfon kalo ga eyang minta ketemu pasti gak akan temuin eyang" jawab eyang kesal sambil beranjak dari tempat duduknya.


Riza adalah anak yang paling berbeda dari kedua kakaknya, karna Riza terkenal lebih usil, ceria dan susah diatur oleh kedua orang tuanya.


Namun Riza selalu sukses dalan bidang apapun yang digelutinya.


Mulai dari akademik dan non akademik.


Bahkan Riza adalah satu - satunya Anak Emeraldi yang mendirikan perusahaan sendiri walaupun harus banyak berdebat dengan kedua orang tuanya.


...****************...


"sepertinya ini cocok Fia" sambil memegang hoodie yang akan dia berikan untuk Fia


"mbaa saya mau yang ini ya" ujar Zia kepada pelayan toko tersebut.


Sambil nenunggu barangnya disiapkan oleh pelayan toko tadi mata Zia pun melirik kesana kemari melihat sekitar ruangan toko dan mall tersebut. Namun tiba - tiba matanya terbelalak lebar manakala ia melihat kekasihnya berjalan dengan Amel.


"Argaaaa!!!" sambil menegaskan penglihatannya

__ADS_1


"iya bener itu Arga, dia bilang sakit sampai gak bisa jemput aku, tapi ko bisa ada disini sih."


"mba ini barangnya". Ucap pelayan toko itu mengagetkan Zia


"oh ya makasih mba" balas Zia sambil mengambil tote bag dari pelayan toko itu dan segera keluar toko untuk membuntuti Arga


"TUUUT TUUT" Zia mencoba menghubungi Arga namun telfonnya tidak dijawab oleh kekasihnya itu


Zia terus membuntuti Arga dan Amel sampai mereka masuk ke sebuah restoran di Mall tersebut. Kaget dan rasa tidak percaya yang Zia rasakan saat ini, pasalnya kekasih yang ia yakini selalu bicara jujur dan ia percaya saat ini telah membohonginya.


Zia menunggu beberapa jam ditempat duduk sekitar resto tersebut, sambil memantau ponselnya manakala Arga membalas pesan atau menelfonnya balik dan sesekali ia melihat ke arah resto.


Namun penantian Zia sia - sia hingga mereka berdua keluar dari resto Arga tidak menghubungi Zia sama sekali, Zia terus membuntuti Arga hingga sampai dibasement.


"Kamu ngapain disini?" teriak Zia melangkah menghampiri kekasihnya itu


Arga menoleh kaget karna Arga pikir Zia sudah memesan taksi online dan pulang kerumah, Arga menghentikan laju langkahnya dan menoleh ke arah Zia


" sayang kamu ko disini?" jawab Arga panik


"kamu berobat di mall Arga?" tanya Zia sambil menahan tangis


"Engga sayang, tadi aku abis ketemu client dadakan" jawab Arga sambil menunjuk ke arah pintu mall


"Oh siapa clientnya sayang?" selidik Zia


"Ada dari PT. Pavo mau mengatur kerjasama baru. Kamu ko disini aku pikir sudah pulang? Ayo kita pulang biar aku antar" ucap Arga sambil menarik tangan Zia gugup karna memikirkan apakah Zia tau bahwa barusan dia barusaja bertemu dengan Amel.


"tidak usah, kamu pulang aja. Tadi kamu bilangkan gabisa jemput aku karna kamu sedang sakit," jawab Zia ketus sambil melepaskan genggaman tangan Arga


"Zii, Maafin aku ayo kita pulang sama - sama biar aku jelasin yang sebenernya terjadi." rayu Arga sambil berusaha menarik tangan Zia. Namun usahanya gagal Zia tidak menghiraukan ucapan kekasihnya itu karna hatinya sudah cukup sakit dengan apa yang dia lihat dan Arga masih berusaha menutupinya


"aku naik taksi aja ga" sambil berjalan pergi meninggalkan Arga


Argapun mengejar Zia sampai Zia masuk kedalam taksi lalu pergi


...****************...

__ADS_1


__ADS_2