
Pagi dikantor Emerald Corp.
"Pagi Ziaaa, bisa tidur nyenyak kah semalaman?" tanya Amel dengan penuh ke angkuhan diwajahnya kepada Zia
Zia yang mengingat ini dikantor lebih memilih untuk tidak menggubris sindiran Amel kepadanya.
"Tuli ya pantes ditinggalin sama pacarnya, udah tuli gabisa jaga pacar dengan baik sampai pacarnya harus cari tempat bersandar lain" Ledek Amel terus kepada Zia yang sudah lebih dulu meninggalkan dia.
Mendengar perkataan Amel Zia pun rasanya sudah tidak kuat menahan emosinya dan langsung membalikan posisi badannya ke arah Amel.
"Lebih baik saya ditinggalin karna jadi perempuan yang tulua dari pada dipungut hanya untuk jadi pelampiasan"
mendengar pernyataan Zia Amel pun tersudut emosi dan mendorong Zia ke Arah kolam disampingnya hingga Zia tercebur dikolam tersebut
"Kurang Ajar dasar perempuan gatau diiriii" Maki Amel pada Zia yang sudah basah didalam kolam
Zia pun yang pada saat itu menjadi tontonan karyawan satu kantor malu dan hanya bisa menundukan wajahnya ditambah bajunya yang tipis sudah menembus karna kebasahan.
Namun Zia kaget karna ada yang membalut tubuhnya dengan Jas Hitam
"Kamu gapapa Zi?" Tanya Riza pada Zia sambil memeluknya
"Ada Apa ini? " Teriak Raiz membubarkan semua karyawan
"Kamu Amel ikut keruangan saya sekarang" Perintah Raiz pada Amel dan asisstannya itu
__ADS_1
...****************...
"Minum dulu Zi" ucap Tio sambil menyodorkan sebotol Aqua pada Zia
Namun Zia tidak menghiraukannya Zia hanya terdiam memegangi jas yang membalut tubuhnya yang saat ini sudah mengigil kedinginan.
"Tolong gantiin meeting gw ya yo , gw harus anter Zia balik kayanya" Ujar Riza setelah menelfon clientnya
"Oke pak bos siap laksanakan" Jawab Tio sambil memberikan hormat bercanda pada bosnya itu
...****************...
"Zii rumahmu dimana?" Tanya Riza sambil menyetir dan sudah30 menit muter2 dijakarta karna Zia tak kunjung membuka mulutnya.
"Ziiii" tanya Riza lagi sambil memegang pundak Zia
Perasaan Zia yang saat ini begitu hancur, karna malam tadi Zia mengikuti mobil Arga dengan ojek online dan mendapati Arga menemui Amel disebuah restoran.
Zia yang masih tidak percaya bahwa Arga lagi lagi melakukan kebohongan pada dirinya
Zia terus meneteskan airmatanya terlebih mengingat betapa miris dan malunya dia dihadapan semua karyawan karna tercebur dalam kolan tadi.
"Ziaa kamu harus segera ganti baju kalo engga nanti kamu sakit, saya harus antar kamu kemana?" Tanya Riza sambil menghentikan laju mobilnya
"Makasih ya pak karna udah nolongin saya, saya gatau kalo tadi bapak gaada betapa malunya saya jadi tontonan karyawan dengan baju yang sudah nembus pandang ini"
__ADS_1
"Iya Zi itu ga masalah yang terpenting sekarang kamu harus cepet ganti baju, saya antar kamu pulang ya?" jawab Riza
Setelah sampai dirumah Zia, ayah Zia yang sedang berada didepan rumah pun kaget karna anaknya pulang dengan basah kuyup sambil menangis masuk kedalam rumah.
"Kamu siapa ya?" Tanya Ayah Zia pada Riza
" Saya Riza rekan kerja Zia dikantor pak, tadi ada sedikit insiden sampai Zia basah kuyup" jawab Riza dengan sopan
"Terus kenapa anak saya bisa sampai menangis seperti itu?"
"Mungkin karna insiden tadi membuatnya malu, tapi kalo saya boleh minta jangan ditanya dulu pak sebabnya apa takut tambah membuat keadaan hati Zia makin memburuk pak".
mendengan ucapan Riza yang begitu sopan dan santun Ayah Zia pun lebih tertarik pada Riza untuk dekat dengan Zia dibanding Arga.
Orang tua Zia memang kurang menyetujui hubungan Arga dan Zia karna sikap Arga yang tidak dekat dengan keluarga Zia.
...****************...
"Saya rasa mulai hari ini kontrak kita cukup samapai disini ya, karna saya sudah banyak mendengar tentang kamu disini dan daru kinerja kamupun kurang maksimal banyak client saya yang komplain karna BAnya kadang salah menyebutkan keunggulan produk dan sudmsah berkonsenterasi, ditambah kejadian hari ini yang sangat amat saya sayangkan bisa dilakukan oleh medel profesional seperti kamu terhadap karyawan kami" Tegas Raiz
"Saya mnnta maaf pak, tadi itu hanya kecelakaan saja saya todak sengaja, kedepannya saya akan lebih profesional lagi" Jawab Amel sambil memohon
Karna ia tau kalau sampai ia diputus kontrak dengan Emerald Corp tidak ada perusahaan yang mau lagi menggunakan jasanya. Terlebih ia juga butuh uang banyak untuk bertahan hidup merantau dijakarta.
Dengan pertimbangan penuh Raiz pun mengizinkan Amel masih bergabung di Emerald Corp dengan syarat tertentu.
__ADS_1
...****************...