
"TUUUT TUUT"
Bunyi dalam Hp Zia yang sedang menghubungi Arga namun tidak bisa sejak pagi tadi.
"Arga nih kemana sih di whatsapp gak balas, ditelfon ga diangkat susah banget dihubungin." ucap Zia dalam hati sambil terus memandangi telfonnya dengan raut wajah bete
"Zi ikut saya sebentar ya". Ajak Raga sambil menarik tangan Zia
"Ada apa mas?" sambil berjalan mengikuti arah kemana Raga beranjak.
"kamu lagi kurang sehat zi? Atau lagi menumpuk banget kerjaan karna vanya cuti?" Tanya Raga
" emang kenapa mas? saya sehat aja ko dan ga terlalu kebeban juga sama kerjaan karna ada Zara dan tim intern yang lain bantu saya." jawab Zia heran kenapa Raga menanyakan hal ini padanya
" Tadi kamu sadar ga kalau eyang Diah panggil kamu? "
" hah ada eyang? Dimana? aku gak liat kayanya mas..." jawab Zia bingung
"lagi diruangan Raiz, yaudah gakpapa Zi cuma kalo kamu lagi kurang fit kasih tau aku aja ya jangan dipaksa"
"iya mas.. Saya gapapa ko" jawab Zia.
Zia pun beranjak kembali ke ruang studio untuk melihat dan memantau kelancaran pemotretan Amel.
"Arga Calling"
"kamu kemana aja sih dari pagi gabisa dihubungin". jawab Zia ditelfon sambil berjalan menuju ke studio
"maaf sayang, aku baru bangun dan gak masuk kantor hari ini, aku lagi kurang sehat, maaf ya telat ngabarin kamu" jawab Arga
"kamu sakit?? Sakit apaa?? Seemalem kamu baik - baik aja." tanya Zia khawatir sambil menghentikan langkahnya
"*gakpapa sayang mungkin kecapean aja dan butuh istirahat, siang ini aku infus vitamin ko, kamu tenang aja ya"
__ADS_1
"yaudah nanti pulang kantor aku kerumah kamu ya ga"
" cerita gak ya soal Amel*" ucap Zia dalan hati bingung
"gausah sayang nanti kamu cape, kamu langsung pulang aja ya nanti aku telfon Zio biar jemput kamu karna aku gakbisa jemput" jawab Arga
"*yaudah gapapa nanti aku naik taksi online aja sayang, kayanya Zio hari ini mau kebengkel deh,"
" yaudah kabarin dan hati - hati ya sayang*" . Jawab Arga
"*oke sayang, cepet sembuh ya"
"makasih sayang, love you*"
...****************...
Sambil melihat Amel foto shoot dalam hati Zia cemburu bagimana kalo Amel dan Arga ketemu lagi dan Amel masih suka sama Arga.
"Hai Zi gimana bisa makan siang bareng aku?". Tanya Amel sambil menghampiri ke arah Zia yang sedang duduk dan mengerjakan kerjaan di tabletnya.
" next time ya mel siang ini aku belum bisa kemana - mana masih ada client yang perlu aku hubungin" . Sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Amel.
Jangankan untuk ngobrol melihat Amel saja rasanya Zia sudah malas. Namun hal ini membuat Amel semakin getol untuk ngajak Zia bertemu, Amel berpikir bahwa Zia malu dan minder padanya mangkanya selalu menolah jika diajak keluar bareng.
" Eyaang.." teriak Zia dari kejauhan yang melihat Eyang Diah keluar dari ruangan Raiz
" Ziii, sini sayang" jawab Eyang sambil tersenyum senang
" *Zii minta maaf eyang tadi zi gak sadar ada eyang papasan sama zii". Jawab Zia sambil memeluk eyang Diah
" iya sayang, kamu lagi banyak pikiran ini sepertinya sampai eyang lewat aja ga sadar*" . Jawab eyang sambil meledek dan tersenyum pada Zia
"*hehe lagi ga fokus eyang, maaf ya. Eyang ada apa tumben kesini?"
__ADS_1
" Ada urusan sama Raiz tadi tapi sudah selesai, kamu sudah makan zi*? " tanya eyang sambil berjalan bersama Zia
" *belum eyang, zi masih banyak kerjaan"
" makan itu ga boleh ditunda Zi apalagi sedang banyak pekerjaan, nanti kamu lemes dan pengaruh sama kinerja kamu. Gimana kita makan dulu dibawah ya sekalian kamu temenin eyang ngobrol*". Ajak Eyang
Tidak enak menolak tawaran Eyang Diah Zia pun menyetujuinya.
" spaghetti satu cordon bleu satu ya mas" ucap Zia pada pelayan yang ada disampingnya
"sus mau makan apa ?" tanya Zia pada suster pribadi eyang
"Zii eyang mau bicara deh sama kamu, tapi kamu jangan marah ya" tanya eyang sambil menggenggan tangan Zia
"ada apa eyang?" tanya Zia bingung
"Eyang seneng banget kalo Zi bisa jadi cucu eyang". tegas eyang sambil tersenyum lebar dan melihat Zia dengan mata yang berbinar
"eyang boleh ko anggap Zi sebagai cucu eyang, Zi juga udah anggap eyang seperti eyang Zi sendiri." jawab Zia sambil membalas genggaman tangan eyang Diah dan teraenyum padanya
"tapi eyang berharap Zi bisa jadi bagian keluarga eyang".
" maksudnya eyang?"
"eyang pingin sekali kenalin Zi sama cucu eyang yang terakhir, Zi mau kan?"
Zia pun terdiam dan bingung dengan maksud eyang Diah.
" Zi sudah punya pacar ya?"
Zia pun masih terdiam dan tidak membalas pertanyaan Eyang Diah karna dia takut jawabannya mengecewakan dan menyakiti hati Eyang Diah.
...****************...
__ADS_1