
07:00 WIB
"TOOK TOOOK TO**OOK"
"Ziooooo Ziooo banguuun!!!!!!!!!!!"
Suara gedoran pintu kamar Zio yang sangat kencang, Zia yang sudah siap untuk berangkat kerja ingin membangunkan Zio adik satu - satunya yang selalu mengantarkan Zia bekerja setiap hari.
"Sudah Zia kalau adikmu masih tidur biarkan saja, biar papa yang akan mengantar kamu ketempat kerja". Ucap Pak Dito ( Ayah Zia )
"Zio itu sudah kebiasaan pulang terlalu larut malam pah, walaupun tidak mengantar Zia harusnya Zio tetap bangun pagi". ujar Zia yang penuh dengan kedisiplinan.
"Namanya juga anak laki Zia, sini kamu sarapan dulu terus berangkat sama papa" . Ucap Ibu Arini ( mama Zia ) sambil mengoles roti dengan selai kacang.
Akhirnya Zia pun beranjak kemeja makan lalu mengambil roti yang sudah dibuatkan oleh sang mama.
" Pahh... Zia hari ini bawa mobil saja ya?" tanya Zia ke sang papa
Karna walaupun Zia bisa bawa mobil, orang tua dan adiknya selalu melarang Zia untuk nyetir sendiri semenjak Zia kecelakaan sewaktu kuliah dulu.
" Biar papa aja yang antar ya zia, masih keburu kok papa ketemu client, sejalan juga sama kantor kamu" saut pak Dito
"CEKLEEK" bunyi handle pintu kamar Zio.
"Ayo kak mau berangkat sekarang ?" Tanya Zio sambil mengucak - ngucak mata yang masih dipenuhi oleh belek mata
papa dan mama langsung menegok ke arah Zio, sambil tetawa kecil
"hah ??? Ga salah mau nganter aku? Cuci dulu tuh muka masih penuh iler dan belek juga" jawab Zia dengan gelik tawa kecil karna melihat adiknya yang masih baru bangun tidur.
__ADS_1
"ya kan cuma dimobil aja gapapa lah ga ada yang lihat juga". Jawab Zio sambil mencium sang kaka
"Iyuuhh Zioooo bauuuuu". jijik Zia sambil berlari ke belakang sang mama
Zio dan Zia yang terpaut usia hanya 3 tahun memang sangat akur apalagi Zio yang sangat ingin melindungi sang kaka namun setiap hari selalu ada saja kejahilan Zio kepada Zia.
"Zia berangkat ya maaa, paa.." . Pamit Zia kepada papa dan mamanya sambil mengambil tas yang berisi laptop dikursi makan
Brummm Bruummmm Bruumm
Zio yang sengaja memainkan gas mobil civic hitam dengan kenalpotnya sangat berisik.
"Kaaa buruaan katanya telat". teriak Zio
"Sabar bawel, kamu ga cuci muka dulu apa yo malu aku kalo nanti ketemu sama temenku" saut Zia sambil menuruni anak tangga diteras rumahnya yang menuju ke arah parkiran mobil.
...****************...
Dimobil Zia dan Zio mendengarkan lagu Justin Bieber favorit mereka sejak kecil, sambil mengobrol dan bernyanyi bersama.
yaa mereka sangat akur bahkan jika jalan berdua dimall saja terlihat seperti orang pacaran...
" *Yo, nanti kamu gausah jemput aku ya, aku balik sama Arga".
"Oke*" saut Zio
"Yo , kamu tuh gamau punya pacar apa ? Jomblo lama banget". Ledek Zia kepada zio yang sudah lama menjomblo sejak ditinggal mantan kekasihnya kuliah diluar negri. Padahal Zio termasuk cowo populer juga dikampus karna selain pinter Zio juga termasuk dalam kategori laki - laki tampan.
"Bukan gamau sih tapi kalo nanti aku punya pacar kamu yang anter jemput siapa? Hahahaha" . Jawab Zio sambil meledek Zia
__ADS_1
Trriiinggg (Notif pesan WA) di hp Zia
"Zia sudah dimana? Pagi ini kita ke Hay Beach Cafe ya untuk ketemu sama client" pesan dari Raga anak kedua dari Pak Emeraldi Hutama pemilik sekaligus Direktur utama di Emerald Corp perusahaan tempat Zia bekerja.
"ya pagi pak, saya sebentar lagi sampai kantor." jawab Zia
Raga yang juga menjabat sebagai Cheif Marketing Officer (CMO) sepertinya juga mempunyai perasaan yang lebih kepada Zia , karna hampir setiap pagi Raga tidak pernah absen untuk mengirim pesan WA ke Zia dari mulai sekedar mengingatkan pekerjaan, atau memberi semnagat pagi.
...****************...
" oke makasih Zio kamu hati - hati ya jangan ngebut bawa mobilnya, kabarin aku kalo udah dirumah ya". ucap Zia sambil turun dari civic hitam milik adiknya itu.
Setelah sampai dikantor, baru saja Zia menaruh tas dan barang - barangnya di atas meja, Raga menghampirinya sambil membawakannya secangkir kopi moccacino.
"udah sarapan belum?" Sapa Raga lembut sambil menyodorkan gelas kopi yang dibelinya untuk Zia
"Sudah mas, kita mau jalan sekarang?" tanya Zia
Sambil menaruh kopi pemberian dari mas Raga
" Jam 9 aku tunggu dilobby ya" jawab Raga
"Oke siap mas" saut Zia
"Ciee ciee mba Zia kesayangan mamas Raga" Ledek Zara team intern Zia, karna memang sepertinya sudah jadi rahasia umum dikantor kalau Raga tertarik dengan Zia
"apasih". Balas Zia dengan senyuman tipis dan malu
...****************...
__ADS_1