
Pagi itu, semua telah bersiap untuk pencarian Akiene dengan harapan hanya tergantung alat pelacak yg di tinggal kan di mainan telinga nya Akiene saat itu.
Alat pelacak pun sudah tersambung, tapi itu sangat jauh dari lokasi kejadian saat ini, Kenzo pun berpikir, apa yang terjadi dengan Akiene, kenapa posisi nya sangat jauh dari tempat ini.
Akan tetapi mereka terus mengikuti alat pelacak tersebut.
Plas back:
Saat malam itu, Daichi tersadar dari pingsan nya paska kejadian kecelakaan tersebut dengan posisi masi memeluk dan menggenggam erat tangan nya Akiene saat melompa dari Mobil yang di tumpangi mereka.
Di lihat Daichi, Akiene yang Masih belum juga sadar dan lokasi yang curam serta hutan berantara serta banyak nya Luka di tubuh.
Daichi hanya menunggu Akiene tersadar, dari yang iya periksa, Akiene Masih hidup. Daichi pun merasa lega, karena orang yang iya sukai ini ternyata Masih bernyawa.
Dan tak lama Akiene pun tersadar dengan memegangi kepala nya yang Masih terasa sakit, hingga berucap, di mana ini.
Tenang Akine, kita berada di curang karena jatuh saat kecelakaan waktu itu, Dan yang terpenting kita Masih Selamat serta ini Masih malam. Maka sebaik nya kita menunggu saat fajar tiba, barulah saat itu kita mencoba untuk mencari pertolongan.
Ini semua gara-gara kamu, Kamu jahat Daichi, kamu jahat, Dan pasti semua keluarga ku saat ini, dalam keadaan kawatir semua. Terutama Nenek Dan kak Enzi, kondisi mereka pasti Shok berat setelah mendengar berita ini.
Dengan amarah nya, Akiene meluap kan ke pada Daichi saat ini, hingga Daichi pun berucap...
Tenang Akiene...tenang....
Percuma kamu marah-marah. Iya...."ini semua Salah ku, Marahin saja dan bentak saja sepuas hati mu itu, hingga kamu merasa puas, tapi yang terpenting saat ini, berpikir bagaimana cara kita kembali ke keluarga kita Akiene.
Hikkk...hikkk...hikkkk...bagaimana ini, aku kangen keluarga ku, aku ingin pulang sekarang, dengan sesegukan Akiene mulai menangis, Tampa menghirau kan luka-luka nya.
Sabar Akiene...sabar, aku pun Sama, kita pikir kan lagi besok menjelang fajar, Dan sebaik nya kau saat ini istirahat dahulu saja serta menyimpan tenaga kita untuk besok, dengan sabar nya, Daichi mencoba menenang kan Akine dengan cara memeluk nya saat ini hingga Akiene pun terlelah dan tertidur.
__ADS_1
Fajar pun tiba, Daichi yang berjaga semalaman, mencoba membangun kan Akiene, dengan cara mengusap pipi nya Akiene.
Akiene...Akiene...ayo bangun, ini sudah fajar, kita harus segerah mencari pertolongan.
Huaaahhhhhhkkkk....."ini hutan nya seram sekali Daichi, aku sedikit takut, dengan merinding, Akiene memandangi seluruh hutan yang baru terlihat jelas, setelah ada nya sedikit pencahayaan matahari.
Jangan takut Akiene, kan ada aku di sini.
Hem...tapi, ini curang nya terjal sekali Daichi, Salah sedikit, kita bisa tergelincir kebawah dan mati.
Hahaha..."Daichi pun tertawa mencoba membesar kan hati Akiene, agar tidak merasa takut dan berucap, kamu melawan pistol ku saja tidak takut saat itu, ini hanya curang terjal, kenapa baru sekarang kamu merasa takut nya..."hahaha ...Daichi terus tertawa dan menggeleng kan kepala nya.
Tapi ini beda...Daich, aku waktu itu, Akiene pun terhenti berucap, teringat akan keadaan Yazuki saat itu. Yazuki yang terluka, apa iya terkena tembakan yah saat itu, Dan Akiene pun tersadar, lalu berucap...
Kenapa kau mengeluarkan tembakan saat itu.. ???
Cemburu...!!!
Hemmm....."pandangan mu berbeda saat itu, aku merasa ada sesuatu antara kamu dan orang di dalam Mobil itu.
Akhhh .. sudah lah, ayo kita cari bantuan saat ini, apa kau Masih mau tetap berada di sini seharian hah, hingga ada binatang buas mendekati dan memangsa mu..."hahaha ..lalu Daichi pun berlalu meninggal kan Akiene yang Masih mematung setelah mendengar perkataan Daichi barusan tadi.
Tunggu Daichi..."aku ikut....! Dan berhati-hati berjalan mendekati Ichiro, karena memang medan nya, sangat terjal sekali, hingga mereka pun sampai juga di bawah bukit dengan terseok-seok Dan tidak memperduli kan Luka di tubuh mereka serta yang perjuangan begitu sulit nya menuruni bukit itu, hingga beberapa Kali mereka hampir terpeleset, karena kerja Sama mereka dan saling tolong saat mereka hendak jatuh, mereka pun Selamat dan berhasil menuruni bukit curang tersebut, hingga mereka bertemu seseorang dari perkampungan bawah bukit tersebut yang di lihat nya mereka terluka, serta mereka pun langsung menolong nya, serta membawa nya keperkampungan nya dan pondokan tempat mereka tinggal, untuk segerah di beri pertolongan dan di obati.
Flash on:
Kenzo, Yazuki dan Arnius sudah berkumpul di tempat kejadian dengan sambil melihat ke alat pelacak serta segerah ingin menuju ketempat lokasi keberadaan yang telah terlacak tersebut dengan menggunakan helikoppter nya, tapi setelah di pikir, situasi dan tempat yang tidak memugkin kan untuk sebuah helikoppter nya mendapat, karena itu adalah perkampungan padat dan kecil, di tambah dekat dengan perbukitan, akan ada nya longsor dan pergeseran tanah bila mereka Masih memaksakan nya.
Akhir nya, mereka memutus kan untuk menggunakan Mobil mereka, tapi tempat sangat tidak memungkin kan bila menggunakan Mobil dan akan sangat lama bila menggunakan Mobil.
__ADS_1
Dan keputusan sekarang ini adalah, mereka harus menggunakan motor, untuk menuju ke perkampungan tersebut, Dan dengan gerak gerik mereka ini, di baca juga oleh orang suruhan nya Ayah Daichi.
Mereka pun memutus kan untuk mengikuti atau membututi rombonggan pencarian Tuan kenzo saja.
Pencarian pun segerah di mulai, dengan susah nya medan, karena mereka mengambil jalan pintas, Dan melewati jalan yang kecil serta rawan nya kecelakaan bila tidak berhati-hati.
Mereka terus berjalan hingga sampai di perkampungan tersebut yang terkenal dengan orang yang kesemuaan nya berladang serta mereka juga beberapa Kali melewati arena persawahan, dengan melewati jalan nya yang becek atau tanah yang lenngket dan susah di lewati, hingga sampai lah mereka di sebuah gubuk seorang warga yang menyelamat kan mereka, karena alat pelacak tersebut, telah berhenti tepat di depan gubuk tersebut.
Mereka pun segerah berhenti dan turun serta saat ini sedang menotok pintu rumah nya.
Tok...tok...tok... permisi.....
Iyaaa...."Dan pintu pun segerah di buka, menampil kan kakek yang sudah tua rental, tapi masih terlihat sehat.
Permisi....
Perkenalkan saya Kenzo dan saya sedang mencari Salah satu keluarga saya yang hilang serta petunjuk telah mengarah kan ketempat ini.
Dan apakah kakek bisa memberi petunjuk atau informasi agar kami bisa menemukan keluarga kami itu kek.
Tapi sebelum nya, maaf telah mengganggu dan merepot kan kakek saat ini.
Dengan bersamaan itu, Akiene yang mengenal suara itu segerah keluar serta berteriak....
Kak Kenzo.....
*******
kita sambung lagi nanti yah, and jangan lupa tinggal kan jejak nya Dan makasih telah membaca, see you🤗
__ADS_1