
Yah... Saat ini Akeine telah sampai di sekolah nya, dengan santai iya memasuki sekolah nya.
Akiene di pandang nya gang cewek yang di ketua'i oleh cewek yang bernama Bulma itu, nampak cewek tersebut menunjuk kan wajah tak bersahabat nya.
Bagai mana tidak, menurut kabar yang iya dapat kan kemarin, dari hasil kecelakaan tersebut, cowok yang telah lama di puja-puja nya itu seperti sedang menarik perhatian nya Akiene.
Hingga saat ini pun Daichi pun, mendapat... dapat dari kejadian kemarin dan berimbas hukuman diskorsing selama seminggu serta di ikuti dengan permintaan maaf nya ke pada keluarga Akiene dalam waktu dekat, dengan sangsi bila terulang maka, Daichi akan di pindah sekolah kan, oleh orang tua nya keluar Negri agar tidak terjadi hal-hal yang bakal mengganggu serta merugikan keluarga keluarga Akiene.
Nampak kekesalan dari Bulma seperti mendapat saingan dalam mendapat kan hati Daichi serta apakah iya bisa membalas kan Akiene atas kekesalan hati nya saat ini, di saat iya tau siapa Akiene sebenar nya.
Di sisi lain....
Pagi menjelang, nampak matahari pun mulai turun, seperti dua insan yang terlelap akibat ulah adekan panas yang di laku kan beberapa kali dua insan tersebut.
Gin... nama polisi penjaga tersebut di ucap kan dengan mesra oleh Nona Hiraku dan saat ini pun mereka belum sehelai pun pakaian yang menempel di tubuh mereka.
Dan... Tampa sepengetahuan Gin, Nona Hiraku telah melak sanakan aksi balas dendam nya itu.
Senyum licik mengembang di wajah Nona Hiraku, Sayang ku Gin, aku lapar... Sambil memayum kan bibir seksi nya serta berpura-pura merajuk karena, Gin terus menuntut melaksanakan, tindakan mesum nya itu, di kala mereka baru terbangun saat ini.
Gin pun terkekeh geli, iya sayang..., "Tapi... boleh kan aku memakan mu sekali lagi saat ini, karena mengingat nanti waktu bertemu kita yang akan sangat sulit dalam seminggu ini.
Aku tidak tahan berpisah dengan mu, walau satu detik pun sayang... Gombal Gin ke pada Nona Hiraku agar menuruti hasrat nya saat ini.
Hiraku berdecak kesal di dalam hati, tapi mau bagai mana lagi.
Saat ini, Nona Hiraku masih sangat membutuh kan polisi penjaga ini untuk persembunyian nya serta agar tidak terdeteksi kecurigaan akan keberadaan nya saat ini dan dapat menjalani kan aksi nya dengan lancar, karena mereka tidak akan curiga.
__ADS_1
Heemmm... geliii.... Sayang, serta tampa aba-aba Gin pun benar melakukan aksi nya kembali di saat pagi menjelang siang tersebut.
Setelah selesai pergulatan panas tersebut, Nona Hiraku mencoba membeesih kan diri nya serta, Gin mencoba memesan sarapan pagi menjelang siang itu lewat on line.
Selesai Nona Hiraku keluar dari kamar mandi, kini gantian Gin yang hendak membeesih kan diri nya dengan segera mandi serta bersiap sarapan bersama dan pergi bekerja menjaga di dalam sel tahanan kembali.
Tapi... Di saat Gin di dalam kamar mandi, tiba setelah Nona Hiraku selesai berdandan cantik.
Iya.. dengan segerah mengambil hp nya, untuk menghubungi seseorang.
Iya pun berkata, bagai mana...?
Apakh semua informasi yang aku butuh kan itu sudah terkumpul semua.
Sudah Nona, jawab seseorang di sebrang sana, dan ini kami sebentar lagi akan menuju ke tempat Nona untuk memberikan informasi ini serta menjelas kan nya.
Baik Nona...
Kami mengerti, dan sampai di sini dulu Nona sampai jumpa. Dan telepon pun segerah terputus, bersamaan dengan terbuka nya.. Pintu kamar mandi, sehingga menapak kan Gin yang baru selesai mandi, masih dengan handuk melilit dipinggang nya serta tak lupa senyum yang mengembang yang tujukan ke pada Nona Hiraku.
Sambil berucap dan mengusap rambut nya yang masih basa...., "sayanggg... Apakah pesanan ku belum sampai sampai sekarang.
Dengan bibir yang di manyun kan, Nona Hiraku pura-pura kesal serta mengalihkan dengan sambil memain kan hp nya, Dan berkata Heemmm... Aku sudah lapar sekali ini.
Tapi tak lama, bel pintu pun ber bunyi, serta dengan segerah, Gin membuka pintu dan mengambil pesanan nya itu, tak lupa sebelum nya untuk segerah membayar kan tagihan nya dahulu.
Sarapan tersebut di taruh di atas meja serta mulai di siap kan oleh Bina Hiraku layak nya seorang istri yang sedang melayani suami nya.
__ADS_1
Gin nampak senang hingga mau memeluk kembali Nona Hiraku, tapi, di tepi nya sambil berucap, buruan pakai baju nya dahulu, atau kamu telat bekerja nya sayang.
Gin bukan nya marah, tapi malah tersenyum serta sekilas mengecup bibir Nona Hiraku sambil berucap, iya sayang serta beranjak segerah bersiap dengan pakaian dinas kerja nya.
DI sisi lain, Nampak di kantor, Yazuki mulai tak tenang dengan segala pemikiran nya akan Akiene saat ini.
Sampai.. iya pun tidak pokus dalam bekerja nya, hingga Arnius datang menyapa, Yazuki masih nyaman dalam lamunan nya.
WOiiiiiiii.... Arnius mencoba mengaget kan Yazuki sambil tersenyum senang.
Bagai mana tidak, Seorang Pria sahabat nya ini, yang terkenal gila kerja, tiba-tiba saja tidak pokus bekerja di di pergok dalam keadaan melamun.
Arnius pun mencoba menggoda nya dengan berucap, lo dalam masalah berat kah, hingga dalam kejadian langkah, seumur hidup gw selama kita bersahat, tidak pernah liat lo sedikit pun lalai dalam bekerja.
Brengsek lo, ucap Yazuki santai tapi mode kesal nya.
Hahaha... Abis nya, memang pakta nya begitu, bagai mana... Ini masalah perusahaan atau perempuan, Arnius terus mencoba menggoda Yazuki sahabat nya itu.
Gak kedua-duanya, mungkin ini epek gw yang kurang tidur semalam, alasan Yazuki berharap Arnius sahabat nya itu percaya.
Tapi bukan Arnius nama nya kalau tidak bisa mengorek rasa penasaran nya sampai tuntas, Hingga Yazuki di buat kelabakan oleh nya.
Bagaimana...! "Ucap Arnius menuntut keterbukaan dari sahabat nya itu.
Hingga.....
Kita sambung lagi nanti yah n jangan lupa di tinggal kan jejak nya, see you....
__ADS_1