Cinta Ku Seputih Salju Dan Selembut Kapas

Cinta Ku Seputih Salju Dan Selembut Kapas
Cerita 90


__ADS_3

Bersamaan dari itu, Akiene pun keluar dan berteriak sambil memanggil Kenzo.


Bukan main senang nya hati Kenzo melihat keadaan adik ipar nya saat ini yang baik-baik saja itu sehingga senyum merekah nya dan berucap Akienee.....


Tetapi, "senyum nya sedikit menghilang setelah penampakan Daichi yang tiba-tiba muncul dari belakang nya.


Amarah mulai memuncak, hingga Kenzo hendak menarik lengan Daichi dan menonjok nya.


Tapi, dengan cepat Akiene menghenti kan nya, dengan cara menghalangi sambil berucap..."kakak....hentikan....


Tapi mengapa Akieneee....


Bukan kah karena dia kamu hampir celaka, serta asal kamu tau kakak mu Enzi pun sampai pingsan mendengar kabar mu yang hilang jatuh kemarin dan nenek pun masih syok sampai sekarang ini. "Akiene sadar... ini semuagara-gara dia....


Brengsek...."Kenzo pun hampir menonjok nya kembali.


Tapi lagi-lagi, "Akiene menghalangi nya sambil berucap...."sabar kak Ken...


Yang terpenting Akiene saat ini masih baik-baik saja, serta ini pun berkat dia kak Ken.


Tapi....aku masih ingin memberi nya pelajaran Akiene, "dengan wajah geram nya Kenzo menatap Daichi saat ini.


Daichi hanya diam menunduk, tampa membalas, karena iya juga sudah merasa bersalah.


Akiene pun mencoba memeluk kakaknya itu, untuk mencoba menenang kan, dan tampa sengaja menatap ke belakang yang mana di situ berada juga Yazuki serta Arnius.


Akiene pun teringat akan tembakan itu serta memperhatikan mereka berdua yang masih baik-baik saja, serta Akiene pun berucap bersyukur di dalam hati.


Setelah di rasa kakak nya Kenzo tenang Akiene pun berucap, "ayo kita segerah pulang kak, agar kak Enzi dan Nenek tidak kawatir lagi dengan keadaan ku saat ini.


Hemmm..."Kenzo menjawab dan Akiene pun berbalik sambil berucap terimakasih pada pemilik gubuk dan warga sekitar yang sedang berkumpul. Karena heboh akan keberadaan orang asing yang ramai saat ini di kampung nya.


Serta Kenzo pun tak lupa memerintah kan anak buah nya, agar memberi sesuatu yang berharga dan kartu nama nya sebagai tanda terima kasih karena telah membantu dan merawat adik nya saat iya tidak ada.

__ADS_1


Selepas itu, mereka pun dengan segerah pergi kembali menggunakan motor nya kembali untuk meninggal kan perkampungan tersebut dan memberi kejutan ke pada istri tercinta nya dan keluarga nya.


Tak lama selepas kepergian rombongan Kenzo, rombongan anak buah Ayah Daichi pun menghampiri untuk segerah menjemput nya pulang juga.


Selepas itu, Daichi pun juga berpamitan ke pada pemilik gubuk tersebut, dan segerah iya pulang.


*****


Saat ini Kenzo serta rombongan hendak memasuki rumah nya, yang tampa memberi kabar terlebih dahulu.


mereka saat ini sedang menotok pintu, dan buru-buru di buka kan pintu langsung oleh Enzi.


Betapa terkejut nya Enzi melihat adik nya Akiene yang ada di hadapan nya dengan selamat.


Iya langsung berhambur memeluk adik nya sambil berteriak memanggil nama Akiene, yang mengakibat nya seluruh penghuni berhamburan mencari arah suara, karena penasaran.


Setiap mereka yang melihat itu, nampak senang tersenyum lebar, bahkan Nenek pun hampir terduduk lemas, tidak percaya akan pengelihatan nya saat ini sambil berucap Akiene cucu ku.


Mereka berdua pun menoleh dan mengejar Nenek nya itu serta langsung memeluk nya, Akiene pun sambil berucap..."iya nek, ini Akiene, Akiene selamat Nek dan terus memeluk Nenek nya itu karena senang nya.


Hemmm...benar Kaka, ayo Nek kita masuk kedalam terlebih dahulu, nanti Akiene cerita kan semua nya.


Baik lah cucu ku, yang terpenting saat ini bagi Nenek, kamu saat ini sudah selamat serta berada di hadapan Nenek.


Nenek tidak tau lagi harus berkata apa, bila kamu sampai kenapa-napa...!


Apa yang akan Nenek sampai kan ke pada almarhum ibu mu di surga nanti, dengan sedih nya Nenek berucap.


Dengan raut sendu, Akiene, memeluk Nenek erat, serta membimbing nya berjalan memasuki ruangan dengan di sambut semua keluarga.


Tapi berbeda di lain tempat..


Daichi pun saat ini sudah memasuki ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Dengan muka yang tidak senang Ayah nya menatap anak satu-satu nya itu.


Dan di balas Daichi dengan ucapan...."Ayah..."Apakah Ayah tidak senang melihat ku yang telah pulang dengan semalamat saat ini Ayah....


Dan....setelah Daichi mendekat.....Plaakkkk....terdengar lah suara tamparan yang sangat kuat menggema saat ini.


Semua orang nampak hening terdiam......


Puassss....kau mau menghancur kan nama dan usaha Ayah selama ini...."Tatap Ayah nya dengan tajam.


Maaf....."Hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut nya Daichi.


Bukan hendak marah atau mencoba membela diri, Daichi tau kesalahan yang iya perbuat saat ini, hingga membuat Ayah nya berang.


Dengan berurusan pemilik serta perusahan Kenzo Arara, serta tidak mungkin untuk menutup kemungkinan mencoreng dan menghancur kan usaha Ayah dan bisa jadi, sekolah yang iya tempati itu pun bisa dalam sekejap akan di tutup oleh Kenzo Arara.


Ayah Daichi pun dengan menghela napas berat nya meninggal kan Daichi saat ini yang masih menahan sakit di pipi nya, karena tamparan itu, dan tak jau setelah melangkah, Ayah Daichi berhenti sambil berucap....


Hampiri keluarga Akiene, dan menciba lah meminta maaf ke pada keluarga itu, serta berucap, untuk tidak akan mengulangi nya lagi, bila tidak, kau akan ku kirim kan ke sekolah luar Negri, agar kau bisa belajar dan mengerti tanggung jawab serta tidak bersikap semau mu saja, seperti saat ini, lalu Ayah Daichi pun berlalu Tampa menoleh lagi ke pada anak satu-satu nya itu.


Dengan menahan rindu dan senang mendengar anak nya selamat saat ini, Ibu nya pun, setelah di nampak Ayah nya Daichi berlalu, langsung berhambur memeluk anak nya, karena terharu serta sedih akan sikap Ayah akan yang barusan terjadi.


Apakah sakit sayang, Ibu nya Daichi mengusap pipi Daichi serta menetes kan air mata nya, sambil berucap, maaf kan Ayah mu yang mungkin sedang emosi saat ini.


Iya..hanya takut akan usaha nya selama ini akan sia-sia sayang. Dan apakah ada yang luka di tubuh mu sayang, ayo duduk lah terlebih dahulu, kamu pasti capek ekali sayang, Ibu nya yang berucap dengan lembut dan penuh perhatian, Beda dengan sikap Ayah nya, yang sangat keras terhadap Daichi, mungkin karna itu lah Daichi suka sedikit membangkang.


Iya seperti merasa tertekan, akan tetapi ada sisi lembut di dalam hati nya yang terdalam.


Ibu... "Dengan lembut Daichi berucap...aku ingin beristirahat di kamar saja.


Baik lah sayang, ibu akan mengantar mu, dan apakah kamu butuh sesuatu sayang.


Tidak ibu, Daichi hanya ini beristirahat saja, dan ibu jangan risau, Daichi baik-baik saja saat ini, Daichi sayang Ibu, ucap Daichi dengan lembut untuk menenang kan hati sang Ibu. lalu melang kah hendak menuju kamar nya untuk segerah beristirahat karena sangat lelah batin dan pikiran.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


Kita sambung besok lagi yah...and see you🤗 dan jangan lupa tinggal kan jejak nya 😀


__ADS_2