Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Begitu prustasi


__ADS_3

Jam pulang sekolah sudah tiba, Aira terlihat masih mengemas barang-barang nya.


"Aira, hari ini dijemput kan sama papah?" Tanya Raina, Karena anak murid yang lain sudah keluar dari kelas, yang tersisa hanya ada Aira dan Raina.


"Iya Bunda, hari ini Aira mau pergi main bersama papah" Jawab Aira Antusias.


"Bunda Rain ikut Ai yuk? Supaya lebih seru" Kini mata Aira berbinar, rasanya Raina tidak tega sekali untuk menolak nya, namun dirinya pun tidak enak jika harus ikut bersama Aira, karena dia hanya seorang guru disekolah saja. Siapa aku? Bahkan aku saja tidak dekat sama sekali dengan papah nya Aira.


"Maaf ya, Bunda tidak bisa ikut, soalnya Bunda sore ini ada kelas belajar" Dengan lembut Raina mengusap kepala Aira yang terbalut oleh kain jilbab. Tatapan Raina berpindah kearah parkiran didalam sekolah itu, dia melihat ada Mobil yang ia rasa itu adalah mobil milik papah nya Aira.


"Sepertinya papah kamu sudah sampai Aira, Ayo Bunda antar kedepan. Sekalian Bunda juga akan pulang" Aira menekukkan bibir nya, ada rasa kecewa yang ia dapat dari Raina.


"Papah!" Setelah tiba di parkiran Aira dengan cepat memeluk papah Rifki. Rifki yang melihat ekspresi Aira pun bertanya-tanya.


"Sayang, kok muka kamu ditekuk gitu sih? Ada apa? Hmm" Dengan lembut Rifki meraih dagu kecil milik Aira.


"Ai ingin Bunda Rain ikut bersama kita, tapi Bunda Rain tidak mau" Tatapan Aira beralih menatap Raina yang berdiri dibelakang nya, Matanya terlihat berkaca-kaca membuat siapapun yang melihat nya merasa tidak tega, Oucchhh seperti mata kucing yang minta diberi makan.

__ADS_1


"Bukan tidak mau, tapi Bunda tidak bisa, nanti sore Bunda kan ada kelas belajar" Raina dengan sangat lembut memberi tahu alasannya yang tidak bisa ikut bersama Aira dan papah nya.


"Papah!" Rengek Aira, Rifki yang melihat nya pun menjadi serba salah. Padahal Biasanya jika ada kemauan nya yang tidak bisa dituruti dia akan mengerti, tapi entah kenapa kemauan yang sekarang ini tidak boleh ada yang membantah atau menolak nya.


Rifki pun pasrah melihat Tingkah Anak nya yang terkadang sulit ia pahami. Dengan mohon sangat ia pun meminta agar Raina ikut bersama nya menemani Aira, membuat Raina tidak bisa lagi menolak karena melihat Aira sepertinya akan menangis jika Ia masih saja menolak ajakan nya. Dengan Terpaksa Raina pun menerima ajakan Rifki semata-mata hanya karena tidak ingin melihat Aira menangis dibuat nya.


Aira yang mengetahui bahwa Raina akan ikut bersama nya pun mendadak menjadi sangat antusias, kemudian mereka bertiga pun masuk kedalam Mobil milik Rifki.


~~


Saat dalam perjalanan mengendarai mobil milik nya tiba-tiba saja terlintas bayangan Raina Dalam pikiran nya membuat Reno menjadi tidak fokus mengendarai mobil itu. Dengan cepat ia memberhentikan mobil nya tepat disebuah taman yang berada di Bandung.


Reno pun segera keluar dari dalam mobil nya, Mencari tempat yang sepi kemudian duduk diatas kursi taman itu.


Karena Cuaca sore itu begitu cerah ada banyak pasangan muda yang berjalan-jalan disekitar taman, entah yang berpacaran maupun yang sudah menikah. Mereka terlihat begitu romantis seperti tidak ada beban yang melingkupi mereka, berbeda dengan Reno yang terlihat begitu prustasi oleh bayangan Raina yang selalu saja menghantui nya.


Dengan kasar ia mengusap wajah nya, kemudian bersandar pada Sandaran kursi, dan memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


"Bahkan aku saja tidak punya nomor ponsel nya, bagaimana aku bisa menghubungi nya? Padahal kemarin itu waktu yang pas untuk mengobrol dengan nya tapi aku malah mendadak menjadi orang yang bodoh, dasar Reno Si*alan kau" Entah apa yang sedang dirasakan pria itu, sampai dia berani mengutuk dirinya sendiri.


~~


Raina, Rifki dan juga Aira kini sudah berada didalam mall terbesar di kota Jakarta, karena Rifki berjanji akan menemani Aira bermain sepuas yang dia mau.


Rifki merasa begitu bersalah pada putri yang ia miliki satu-satu nya, waktu yang ia punya dihabiskan hanya untuk bekerja, bekerja dan bekerja, hingga lupa bahwa ada buah hati yang dengan sabar menanti waktu darinya.


Bahkan Ibu Rifki pun sudah beberapa kali mengingatkan agar Rifki segera mencarikan Ibu untuk Aira, Ibu untuk merawat dan membesarkan Aira dengan Cinta dan Penuh kasih sayang. Padahal bisa saja ia dengan senang hati memilih perempuan manapun untuk dijadikan ibu tiri Aira, karena ada banyak Para wanita atau pun para gadis yang me ngantri agar dijadikan istri oleh nya. Namun Rifki pun tidak ingin Sembarangan memilih, karena baginya sulit menemukan wanita yang benar-benar dipercaya untuk merawat dan membesarkan Aira. Apalagi dihati nya itu masih tersimpan dalam rasa Cinta pada almarhumah istri nya yang meninggal dunia setelah dirinya melahirkan Aira.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan Like, coment dan vote nya juga yaa pemirsah😘

__ADS_1


__ADS_2