
20 menit kemudian
Raina pun tiba di sekolah paud tempat dirinya mengajar.
Pukul 07.30 sekolah masih terlihat sepi, baru beberapa murid yang sudah datang, ada yang ditemani oleh ibu nya, ada juga yang ditemani oleh salah satu keluarga nya Entah itu tante nya, kakak nya, atau siapalah.
"Bunda Rain" Suara imut itu memanggil Raina dengan panggilan bunda, karena anak-anak murid disana memanggil ibu guru dengan panggilan bunda, orang tua mereka pun tidak keberatan dengan itu, Pikir nya supaya anak-anak murid itu bisa merasa lebih dekat layak nya orang tua dengan anak.
"Halo Aira" Rain membalas sapaan anak perempuan itu, namanya adalah Aira, Dia anak perempuan yang sangat menggemaskan, Mata yang bulat, kulit bersih, serta yang membuat Raina kagum adalah, diusia nya yang baru 5 tahun dia sudah istiqomah menggunakan jilbab.
Bagaimana nanti dengan anak ku yaa, pikir Raina. Huft, sudah memikirkan anak saja, padahal dia pun belum tahu jodoh nya nanti seperti apa. Tapi dia yakin kalau jodoh itu adalah cerminan dari dirinya sendiri, maka dari itu saat ini dia harus terus memperbaiki diri.
"Wah Rajin sekali Aira pagi-pagi sudah sampai sekolah" Raina pun berjongkok dihadapan Aira, agar bisa lebih mudah mengobrol dengan anak perempuan menggemaskan itu.
"Iya bunda, Ai Rindu sama Bunda" kini anak perempuan itu memeluk Raina dengan erat, seolah seperti sedang memeluk ibu kandung nya sendiri, Raina pun dengan senang hati membalas pelukan nya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Bel masuk pun berbunyi, kini saat nya Raina mulai mengajar.
~~
"Reno, Ayo sarapan nak" Suara khas itu memanggil Reno dengan lembut.
"Iya mih, sebentar" Jawab Reno yang masih berada dikamar nya. Tak lama kemudian Reno pun keluar dengan pakaian kerja nya, celana hitam, serta kemeja berwarna Maroon dengan menggulung sebagian lengan kemeja nya agar terlihat begitu cool.
Reno segera menghampiri Ibunda tercinta, tangan kanan nya menenteng tas kerja nya, kemudian mencium pipi bu Rosita dengan penuh cinta, begitulah kebiasaan yang tidak pernah ia lupakan dipagi hari. Bu Rosita pun sudah terbiasa menerima perlakuan manja putra nya walaupun sudah dewasa namun dimata nya ia masih tetap menjadi anak kecil kesayangan nya.
"Iya mih, kebetulan jadwal ku hari ini siang" Jawab nya sembari menikmati sarapan yang telah dibuat oleh Bu Rosita. Saat ini mereka hanya berdua saja, karena pak Yuda yang sedang mendapat tugas dari pimpinan nya sehingga tidak bisa pulang selama sebulan ini.
"Nak, semalam mamih bermimpi menggendong cucu, lucu sekali mirip seperti kamu. Mamih jadi Rindu kamu sewaktu masih balita, kamu manja sekali, tidak ingin lepas dari pelukan mamih, Lihatlah sekarang kamu sudah dewasa tidak bisa mamih gendong lagi seperti dulu waktu kamu masih bayi" seketika Ekspresi Bu Rosita berubah, padahal tadi nya dia sangat bersemangat sekali namun entah kenapa sekarang dia merasa sedih melihat putra nya sudah tumbuh dewasa.
"Ayolah mih, Reno kan tidak seterus nya menjadi balita, masa Reno tidak tumbuh-tumbuh mau jadi apa nanti Reno, lagi pula mamih kenapa tidak membuat adik saja untuk Reno, supaya Reno pun ada Teman untuk Reno usili" Reno mulai terkekeh.
__ADS_1
"Kamu ini, bisa saja." Bu Rosita pun mulai tersenyum kembali mendengar Ucapan Reno yang sedikit menyebalkan itu.
"Jadi kapan?" Lanjut nya.
"Apanya yang kapan mih?" Reno mengernyitkan dahi nya.
"Kamu ini tidak peka sekali jadi laki-laki" Bu Rosita mulai mendengus, merasa jengkel dengan sikap putra nya yang tidak peka.
"Maksud mamih, jadi kapan kamu menikah? Ayolah sayang, Mamih kan sudah mulai tua. Mamih juga kesepian disini hanya sendirian saja, papih selalu pergi bertugas, kamu pergi bekerja, kamu tidak kasihan pada mamih? Setidak nya jika kamu sudah menikah, ada istri kamu yang bisa menemani mamih. Mamih juga tidak sabar ingin menggendong cucu" Bu Rosita sudah mulai membayangkan angan-angan nya.
"Mih, Reno kan masih muda, Umur Reno masih 23 tahun. Reno juga belum menemukan yang cocok untuk Reno nikahi, Reno tidak mau kalau sampai Reno salah memilih istri. Apa mamih mau jika Reno salah memilih istri, nanti Reno menjadi Duda beranak dua? Reno sih gak mau, jangan sampai deh" Pikirannya kini entah sampai kemana, Reno pun merinding membayangkan jika pada akhir nya dia memilih orang yang salah.
"Aihh,, Memang nya kenapa jika kamu masih muda? Justru Menikah muda itu lebih bagus sayang, Jadi kamu pun bisa terhindar dari yang namanya maksiat." Bu Rosita mulai menceramahi Reno.
"Oke sekarang Reno hanya minta doa mamih saja, doakan Reno supaya cepat menemukan wanita yang Baik untuk Reno, kalau bisa yang mencintai Reno seperti mamih, juga wanita yang sebaik mamih." Kini Reno sudah menghabiskan sarapan nya, dia beranjak dari duduk nya, menghampiri Bu Rosita kemudian mengecup tangan nya, tak lupa juga mengecup pipi Ibunda tercinta.
__ADS_1
" Reno berangkat yah mih, Assalamualaikum ".