
Reno pun tiba di sebuah Coffee Shop, ia tengah mencari-cari orang yang dikenal nya. Mata nya tertuju pada kursi dekat jendela yang berada didalam Coffee Shop itu.
"Assalamualaikum Bang" Sapa Reno pada sosok lelaki yang lebih tua dari nya itu.
"Waalaikumsalam, Reno kemana aja lu" Lelaki itu memeluk Reno, tak segan Reno pun membalasnya.
"Duduk, duduk, mau pesan apa? Terus, terus apa yang mau lu bicarain sama gue, sekian lama lu menghilang, dan sekarang tiba-tiba muncul dengan alasan ingin bicara sama gue, seperti nya sepenting itu kah topik hari ini" Ucap Zaki menautkan kedua alis nya.
Zaki adalah sepupu Reno yang juga sedang bekerja di Bandung, namun umur nya berbeda 5 tahun dengan Reno. Lelaki bertubuh Tegap itu kini merasa penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh sepupu nya itu, sudah 6 bulan ini ia tidak lagi bertemu dengan Reno, padahal mereka berdua berada di kota yang sama, karena alasannya sama-sama sibuk bekerja.
Reno pun memesan makanan ringan untuk mengganjal makan siang nya, karena dirinya sedang merasa tak nafsu untuk makan makanan yang berat menurutnya.
"Gini bang, gue to the phointh aja. Lu masih ingat Raina gak? Teman kecil gua, cucu nya Nek Ida tetangga kita dulu waktu di Tasik" pembicaraan mereka mulai serius.
"sebentar gue inget-inget dulu" Zaki terlihat sedang berpikir, mengingat kembali masa kecil nya dulu saat tinggal di tasik.
"Oh iya, si Raina yang imut itu kan" Zaki terlihat menyeringai.
Si Imut? Dipikir-pikir Rain memang perempuan yang begitu Imut. Pikir Reno.
__ADS_1
"Kenapa memang sama si Raina?" Zaki mengerut kan kening nya, penasaran dengan kelanjutan cerita Reno.
"Weekend kemarin gue kan pulang ke tasik sama Mamih, dan ternyata Rain juga pulang ke Tasik, itu pertama kali nya lagi gue liat Raina setelah belasan tahun gak ketemu, dan elu tahu? Raina sekarang berhijab bang. Gue gak nyangka dia sekarang Cantik banget mirip bidadari yang ada di syurga" Jelas Reno menatap serius Zaki yang berada dihadapan nya.
Sebenarnya Zaki sudah mengetahui bahwa Reno menyukai Raina, karena sejak kecil dulu setelah ditinggalkan oleh Raina, Reno begitu terpuruk. Bahkan sampai membuat dirinya tidak mau keluar kamar nya selama seminggu, Mamih Reno berulang kali meminta Zaki agar mau membantu dirinya berbicara dengan Reno, namun Zaki merasa Usaha nya akan sia-sia, Zaki pun meminta pada Mamih Rosita agar membiarkan dulu Reno seperti itu, karena dia tahu Reno akan melunak dengan sendirinya.
Namun sekarang Zaki tidak menyangka karena sepertinya Sampai saat ini Reno masih dengan setia Menyukai Raina. Zaki bisa melihat nya dari tatapan mata Reno, membuat Zaki terkagum akan Reno yang belasan tahun menanti agar bertemu dengan teman masa kecilnya itu.
"Emang nya lu pernah pergi ke syurga? Mati aja belum pernah lu" Ucap Zaki datar, mendengar perkataan Reno yang menurut nya terlalu berlebihan.
"maksud gue perumpamaan nya bang, ah lu gak bisa diajak kerja sama nih" Reno mendengus kesal, Zaki hanya terkekeh melihat perubahan ekspresi Reno.
"Terus sekarang apa yang mau lu lakuin? Lu mau ngelamar dia?" Tiba-tiba pertanyaan Zaki membuat Reno terkejut.
Reno tidak punya pengalaman sama sekali dengan perempuan, Jangankan untuk melamar nya, untuk menjadikan Raina sebagai pacar nya saja ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Zaki kembali menautkan kedua alis nya melihat Reno yang tengah sibuk bercengkrama dengan pikiran nya sendiri.
"Hey" menepuk Pundak Reno pelan.
__ADS_1
"Ah iya bang, gue bingung. Elu kan tahu gue belum pernah dekat dengan perempuan manapun. Jadi gue gak tahu sekarang gue harus apa, kalau gue langsung melamar Raina, apa dia akan terima gue?"
"Masalah diterima atau engga itu urusan belakangan, yang penting kan lu udah nunjukin keseriusan lu sama dia, daripada nanti keduluan sama orang lain, memang nya lu mau Kalau pada akhirnya Raina akan nikah sama orang lain?" Tanya Zaki, membuat Reno berpikir keras.
"Terus gimana cara gue ngelamar dia bang?" Pertanyaan Reno membuat Zaki tertawa meledek.
"Yaampun, kayak gitu aja lu pake nanya? Ya lu temuin dia ke rumah nya, lu minta izin sama orang tua nya buat melamar dia" Zaki mengambil cangkir yang berisi kopi hitam milik nya kemudian menyeruput nya pelan.
Reno mengangguk,
"Apapun keputusan yang lu ambil, gue dukung lu sepenuh nya" Ucap Zaki meletakkan kembali cangkir itu pada tempat nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Ayo menurut kalian apa kira-kira keputusan Reno? Coment ya😁 Jangan lupa like dan vote nya manteman😘🤗