
Didalam mobil begitu hening, hanya terdengar suara kendaraan lain yang berada diluar sana.
Saat ini Rain berada didalam mobil Rifki dan duduk di sebelah nya.
"Mas, kamu habis dari mana?" Tanya Rain, merasa canggung karena sedari tadi mereka berdua saling berdiam diri saja.
"Aku dari Supermarket membeli stok susu dan vitamin untuk Aira" Jawab Rifki tanpa menoleh kearah Raina, karena dirinya sedang fokus menyetir.
"Kamu Kenapa larut malam seperti ini ada diluar?" Tanya Rifki sekilas menoleh kearah Raina.
"Aku baru selesai kelas Mas," Jawab Raina menatap Rifki.
"Oh kamu masih kuliah ya?" Raina hanya menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan dari Rifki.
"Oh ya, rumah kamu disebelah mana?" Tanya Rifki kembali.
"hm, nanti didepan ada pertigaan mas belok ke kanan ya"
~~
__ADS_1
Rumah Raina.
Pak Firman terlihat mondar mandir di depan teras, Menunggu putrinya yang belum juga pulang ke rumah, karena tidak biasanya jam 10 malam Raina belum pulang juga kerumah.
Terlihat Bu Ranti menghampiri Pak Firman yang terlihat begitu khawatir akan putri satu-satu nya yang belum juga pulang.
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti dihalaman rumah, mendapati Raina yang keluar dari mobil tersebut.
Setelah Raina sampai didepan rumah nya, Rifki segera pergi dari sana, karena takut Aira akan terbangun dari tidur nya dan tidak mendapati papah nya berada disana.
"Assalamualaikum Bunda, Ayah" Raina menyalami kedua orang tua nya.
"Maaf ayah, tadi kebetulan ada tambahan kelas, jadi kami pulang agak terlambat, saat Rain akan menghubungi rumah, ponsel Rain mati. Dan tadi Rain diantar sama teman Rain, karena tadi Rain sempat menunggu Bus tapi Bus nya sangat lama" Jelas Rain panjang lebar supaya Ayah nya mengerti alasan dirinya pulang telat.
"Yasudah kalau begitu masuk kedalam, makan malam jika kamu belum makan, shalat isya jika belum, bersih-bersih lalu tidur" Suara Pak Firman kembali melunak. Ia pun tidak tega jika harus Memarahi anak nya selarut ini, dan pula Raina terlihat seperti kelelahan, itulah yang membuat Pak Firman mengurung kan Amarah nya.
Sebelum nya Rain sudah mengira bahwa orang tua nya pasti sangat cemas, karena Rain tidak pernah pulang kerumah lebih dari jam 8 malam, dan lagi Rain tahu bahwa Ayah Firman itu tipe yang pencemburu, dia pasti akan marah jika tahu kalau Rain pergi bersama Lelaki lain, terkecuali bersama Ayah atau Fahri adik nya.
Namun Rain pun mengerti akan sikap Ayah nya karena mungkin itu lah cara Ayah nya untuk melindungi Rain dari Lelaki yang tidak baik untuk nya. Dan mungkin itulah cara Ayah nya menunjukan bahwa dirinya sangat mencintai putri satu-satu nya yang ia punya.
__ADS_1
~~
Pagi itu pukul 03.00 Reno terbangun dari tidur nya, ia melangkahkan kaki nya ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena ia berniat untuk melaksanakan shalat malam. Meminta kelancaran agar Allah meridhai niat nya melamar Raina untuk kemudian membawanya pada ikatan yang sah.
Lirih doa serta Air mata menghiasi indah nya lantunan kata yang ia sampaikan pada sang pencipta, Dengan membisikan satu nama, Hati nya kembali terenyuh akan Rindu yang begitu menyiksa, yang kerap kali membuat dirinya tak berdaya, membayangkan bagiamana jika nama itu bukan lah takdir nya, entah seperti apa ia akan berkata. Lirihan doa dan Airmata disaksikan langsung oleh semesta, berharap Sang pencipta dengan baik hati mengabulkan segala doa yang membuat sesak di dada.
~~
Pagi itu Reno mendapat kabar bahwa dirinya diminta untuk mengikuti pemindahan lokasi mengajar ke Universitas cabang yang terletak di kota Jakarta, dikarenakan saat ini mereka tengah kekurangan dosen untuk mengajar, maka mau tidak mau Reno pun mematuhi perintah tersebut.
Reno sudah meminta izin kepada Sang ibunda, Walaupun ia sangat berat berada jauh dari Mamih Rosita, namun ia pun harus melakukan tanggung jawab nya sebagai Dosen muda, Mamih Rosita pun merasa berat ditinggalkan oleh anak semata wayang nya, namun ia juga tidak boleh egois, ia harus mengerti karena ia tahu, semakin Reno beranjak dewasa Semakin besar juga tanggung jawab yang Reno punya.
.
.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan Like dan Vote nya ya🤗