
"Rain, Kapan kita ketemu, Aku Rindu sama kamu. Aku rindu main bareng lagi sama kamu" Ucap lelaki itu, Wajah nya samar hingga membuat Raina tidak bisa melihat bahkan mengenali nya.
"Tunggu, kamu siapa?" Tanya Raina heran pada sosok yang berada dihadapan nya itu. Kini sosok asing itu dengan santai nya menggenggam tangan Raina hingga membuat Raina terkejut dan ingin melepaskan genggam an itu namun tidak bisa, genggam an tangan itu terlalu kuat namun lembut.
"Aku Reno, Rain. Masa kamu lupa sama aku" Raina mulai mengingat kembali nama itu, seperti tidak asing bagi nya. Dan benar nama itu, Reno adalah teman bermain dimasa kecil nya dulu, Reno yang mirip seperti anak perempuan, namun dimimpi nya ia terlihat begitu gagah, tangan kekar nya menggenggam erat tangan Raina. Namun sayang nya wajah lelaki itu samar, sehingga Raina tidak bisa melihat nya.
Ketika Raina sudah mengingat nama itu, tiba-tiba saja sosok Reno itu menghilang entah kemana. Genggam an tangan mereka pun terlepas, Raina berusaha mencari Reno di sudut manapun, tetapi tidak ia temukan dimana Reno berada.
~~
"Reno!" Teriak Raina membuka matanya. ia tidak sadar bahwa dirinya menyebut nama itu.
Mimpi yang aneh pikir nya, bagaimana bisa orang yang sudah belasan tahun tidak bertemu kini bisa muncul dimimpi nya. Bahkan Raina sama sekali tidak pernah mengingat atau memikirkan hal-hal yang menyangkut masa lalu.
"Apa kabar dia ya? Sudah hampir dua puluh tahun aku tidak bertemu dengan nya, pasti penampilan nya sekarang berbeda tidak seperti dulu lagi" Ucap Raina, tanpa sadar ada seulas senyum terukir diwajah nya.
__ADS_1
~~
Di ruang makan.
"Fahri, panggil kakak kamu, kita sarapan bersama" Ucap bu Ranti pada Anak kedua nya itu.
"Gak mau Bun, Lagian kak Raina kan udah gede masa harus dibangunin terus sih" Rengek Fahri karena dia sudah merasa sangat lapar melihat nasi goreng yang sudah terhidangkan dihadapan nya.
"Kenapa sih?" Raina pun kini sudah berada diruang makan, menyusul ayah, bunda, serta adik nya untuk sarapan bersama.
"Ini anak perawan, Bangun nya telat mulu. Malu sama ayam yang bangun lebih awal" Ketus Fahri pada Raina,
"Heh, ini masih pagi udah pada berkokok aja kalian." Kini pak Firman angkat bicara melihat kedua anak nya yang selalu saja bertengkar bahkan dipagi hari sekalipun. Fahri dan Raina pun akhir nya saling terdiam, mulai menikmati nasi goreng yang sudah disajikan oleh Bu Ranti.
"Rain, Weekend ini kerja dan kuliah mu Cuti kan?" kini pak Firman membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Hemm, kalau kerja sih libur yah, tapi kalau Kuliah nanti aku lihat jadwal dulu deh, emang ada apa yah?" Tanya Raina penasaran.
"Weekend besok kita pergi kerumah nenek, mengenang 5 tahun pergi nya mendiang kakek kalian." Kali ini Bu Ranti yang menjawab.
"Wah, Fahri mau ikut ya bun? Fahri rindu sama nenek, Fahri juga Rindu suasana sejuk nya rumah nenek" Fahri kini terlihat Antusias.
"Hm, Yasudah ayah, nanti Rain lihat jadwal Rain dulu ya?" Ucap Raina sembari me ngunyah nasi goreng yang ada didalam mulut nya.
"Huh, kak Rain so sibuk! Wlee" Fahri mengejek.
Bersyukur nya Raina itu penyabar jadi ejekan dari adik nya tidak pernah ia ambil pusing, bahkan kadang tidak ia tanggapi sama sekali.
Kini semuanya sudah selesai menikmati sarapan, karena tadi pagi yang memasak adalah Bunda nya, jadi bergantian sekarang Rain lah yang membereskan meja makan dan mencuci piring-piring kotor itu. Ayah nya sudah berangkat bekerja, Fahri pun sudah pergi kesekolah menaiki sepeda nya.
"Rain berangkat mengajar dulu ya bunda?" Pamit Raina tidak lupa mencium tangan sang Bunda.
__ADS_1
"Hati-hati ya sayang" Bu Ranti pun mengantar kan Rain sampai pintu depan rumah.
"Assalamualaikum Bunda" dengan semangat membara Rain mengendarai motor matic nya, tak lupa ia memakai helm dan jaket supaya kerudung yang ia kenakan tidak ikut-ikut an terbawa angin.