
"hem" Pak Firman berdehem, membuyarkan dua pasang mata yang saling menatap satu sama lain.
"Rain, ada yang ingin kami bicarakan dengan mu nak" Bu Ranti berucap pelan. Kedua Tangan nya dengan lembut mengelus serta menggenggam sebelah tangan Raina.
Mendengar Ucapan sang Bunda, Seketika jantung Raina bergerak lebih cepat dari biasanya, pikirannya berkecamuk. Kini kedua mata nya menatap dalam sepasang mata sayu milik wanita yang sangat berarti bagi dirinya itu.
"Jadi nak, Reno sempat berbicara pada Ayah malam lalu kalau dirinya mempunyai niat yang baik padamu" Mendengar pernyataan sang Ayah, dahi Raina mengernyit, Ia sungguh tidak mengerti apa maksud dan ucapan dari orang tua nya tersebut.
"Jadi niat Reno kemari, dia ingin melamar kamu, Niat Reno sangat baik ingin menjadikan kamu sebagai Istri nya"
Mata Raina seketika terbelalak, Saat ini ia tidak bisa mengeluarkan satu kata pun dari bibir nya. Ini terlalu cepat, Ia tidak menyangka bahwa Reno mempunyai niat untuk menjadikan dirinya sebagai istri nya.
Menikah? Apa aku akan menikah secepat ini? Tanpa ada persiapan apapun? Apa aku bisa menjadi istri yang baik untuk Reno nantinya? Bahkan aku tidak pernah berpikir akan segera menikah dengan cepat. Aku pun tidak pernah berpikir akan menikah dengan Reno. Ini benar - benar diluar dugaanku. Batin Raina bertanya-tanya, Masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini. Apakah ini hanya mimpi? Jika benar ini mimpi, tolong! Siapapun bangunkan aku!
Raina masih mematung, telapak tangan nya mulai dibasahi oleh keringat dingin. Sehingga Bu Ranti mengetahui bahwa saat ini Anak perempuan nya sangat terkejut dengan kabar baik ini menurut nya.
__ADS_1
"Bagaimana nak?" Tanya Pak Firman, mata nya menatap dalam sepasang dua bola mata berlensa coklat itu.
Reno hanya bisa menundukkan kepalanya, sedari Raina datang, Reno tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun, bukannya pengecut hanya saja dia tidak ingin sampai salah bicara dan membuat Raina malah membenci dirinya.
"Ta, tapi Ayah, Kuliah Raina bagaimana?" Raina tak sanggup untuk berbicara, mata nya kini terlihat berkaca-kaca, ingin rasanya ia menangis dihadapan orang tua nya tersebut namun rasanya sangatlah malu, maka dengan susah payah ia menahan nya agar cairan bening itu tidak lolos dari kedua sudut matanya.
"Beberapa bulan lagi kan Kuliah mu akan segera selesai Rain, Lagipula Ayah tidak menyuruh Kalian untuk menikah sekarang, Ayah hanya menyampaikan niat baik Reno padamu, untuk keputusan nya Ayah serahkan Padamu. Tapi Ayah dan Bunda sangat berharap kalau kamu akan menerima lamaran Reno" Pak Firman tidak tega melihat kedua bola mata Raina yang masih berkaca-kaca, Namun ia lebih tidak tega jika suatu saat nanti Raina akan menikah dengan orang lain yang bukan Reno, karena Pak Firman sudah sangat mengenali Reno apalagi dengan keluarga nya. Dia sangat yakin bahwa Raina akan diterima dan diperlakukan dengan sangat baik oleh Keluarga Reno yang tak lain juga Tetangga dirinya.
"Aku tidak akan memaksa kamu Rain, tapi aku sangat berharap kamu akan menerima lamaran ku dengan Ikhlas dan Ridho karena Allah swt. Aku tidak ingin kamu menerima Lamaran ku hanya karena terpaksa, Aku juga tidak akan meminta jawaban mu sekarang. Kamu bisa shalat istikharah terlebih dahulu sebelum memutuskan jawaban yang akan kamu berikan untuk ku, dan jika kamu masih saja ragu akan menerima ku, Aku sudah menyiapkan Hatiku agar berusaha ikhlas menerima apapun keputusan mu nanti" Jawab Reno panjang lebar, Hati Raina begitu tersentuh mendengar rangkaian kata yang keluar dari bibir Reno.
Aku sama sekali tidak mempunyai persiapan apapun, bahkan aku tidak pernah membayangkan akan menikah dengan siapa, namun menatap wajah itu rasanya hati ku saat ini merasa tenang, Apa aku akan benar-benar menikah dengan Reno? Teman masa kecilku itu? Dulu memang aku yang selalu melindungi dirinya ketika dia selalu diganggu oleh teman-teman nakal yang lain. Dan nanti apakah dia yang akan berbalik melindungi ku? Ini sungguh sangat mengejutkan ku.
"Tolong berikan aku waktu satu minggu" Raina berbicara dengan suara gemetar.
Sebenarnya Raina tidak yakin dengan perasaannya sendiri, Bahkan sedari kecil ia hanya menganggap Reno sebagai teman nya tidak lebih dari itu. Apakah Raina bisa mencintai Reno? Karena didalam pernikahan pasti membutuhkan bumbu-bumbu cinta, Supaya Keluarga yang mereka bangun pun akan berlangsung selamanya. Akankah Cinta itu tumbuh setelah Pernikahan? Atau tidak sama sekali. Entahlah Raina sungguh bingung.
__ADS_1
"Aku akan menunggu berapa lama pun kamu mau" Jawab Reno, kini kedua bola mata nya menatap lekat Kedua Bola mata Raina, menerobos masuk seolah Mencari Celah serta jawaban yang akan diterima nya nanti.
.
.
.
.
.
.
Menurut kalian Raina akan menerima lamaran Reno apa malah menolak nya? Tebak ya😁
__ADS_1
Oh ya jangan lupa Like dan Vote nya juga ya🤗